Saya Takut: Jumlah Kasus Virus Corona di Beijing Kembali Meningkat
Elshinta
Jumat, 03 Juli 2020 - 10:14 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Saya Takut: Jumlah Kasus Virus Corona di Beijing Kembali Meningkat
ABC.net.au - Saya Takut: Jumlah Kasus Virus Corona di Beijing Kembali Meningkat

Pupus sudah harapan warga Beijing setelah meningkatnya jumlah kasus virus corona padahal dalam 56 hari berturut-turut sempat tidak ada penularan sama sekali.

  • Ada 227 kasus corona di Beijing dalam 10 hari terakhir
  • Tes massal kini dilakukan terhadap warga di pemukiman yang beresiko tinggi
  • Sebelumnya di Beijing hanya ada 590 kasus sepanjang bulan Januari-Maret

Sebagian besar sumber penularan adalah dari pasar Xinfandi, yakni sebuah pasar grosir sayur dan buah terbesar di ibukota China tersebut.

Di saat warga mulai diizinkan untuk melakukan perjalanan pendek, dengan kehidupan normal yang perlahan kembali, kini dilaporkan Beijing memiliki 227 kasus dalam waktu 10 hari.

Di saat Wuhan, kota asal virus corona melaporkan adanya lebih dari 50 ribu kasus sejak awal pandemi, Beijing hanya memiliki 590 kasus.

Sejak wabah baru muncul 11 Juni lalu, Beijing sudah menutup 40 kawasan pemukiman yang dianggap beresiko tinggi, membatalkan ribuan penerbangan, dan melakukan tes terhadap lebih dari dua juta warga dalam sepekan.

"Saya sekarang bisa merasakan apa yang pernah dialami oleh warga di Wuhan. Berat sekali," kata seorang netizen bernama Kwanchi di media sosial China Weibo, setelah tingkat waspada corona di wilayah tempat tinggalnya naik dari menengah menjadi tinggi.

"Meski saya percaya wabah ini akan segera berlalu, saya takut."

"Rasanya dekat sekali"

Lily Yu, usia 30 tahun, adalah salah seorang warga Beijing yang sudah disarankan untuk menjalani tes COVID-19.

"Saya tinggal di distrik Fengtai, pusat wabah, jadi saya merasa dekat sekali sekarang ini," kata Lily Yu kepada ABC.

"Sudah diumumkan lewat pengeras suara sore ini, jika saatnya pemukiman dimana saya tinggal untuk melakukan tes corona."

Distrik Fengtai di sebelah selatan Beijing adalah lokasi pasar Xinfadi, yang disebut sebagai pasar produk pertanian terbesar di Asia.

"Xinfadi jaraknya hanya 3 km dari rumah. Ayah saya sering ke sana membeli sayur dan buah, namun sudah tidak ke sana lagi belakangan," kata Lily.

"Daging lebih murah di Xinfadi dibandingkan di supermarket, itulah sebabnya begitu banyak orang ke sana untuk belanja."

Meski tidak secemas seperti beberapa bulan lalu ketika pandemi pertama kali terjadi di China, Lily mengatakan dia berusaha menerapkan social distancing dan terus bekerja dari rumah.

"Beberapa teman saya ingin aman dan tinggal di rumah semaksimal mungkin, karena mereka khawatir virus ini sudah bermutasi," katanya.

"Sejak awal pandemi, saya hanya dua kali saja meninggalkan tempat tinggal saya, dan biasanya hanya jalan dekat-dekat setelah makan malam, ketika tidak banyak orang di luar."

Tiga jam antri untuk tes corona

Jiamei tinggal di kawasan pemukiman beresiko menengah di distrik Fengtai.

Dia menerima pesan hari Senin malam bahwa mall di dekat tempat tinggalnya sudah ditutup, karena beberapa orang positif mengidap corona.

"Saya cemas, saya pernah ke sana juga," kata Jiamei, yang mengatakan dia semula tidak berpikir serius mengenai virus corona, sampai ia sadar betapa dekatnya virus tersebut dengan dirinya.

Akhir pekan lalu, dia antri selama hampir tiga jam untuk menjalani tes corona, namun masih menunggu hasilnya.

"Saya diberitahu untuk menjalani tes di malam hari, dan itu awalnya membuat saya takut. Tesnya sendiri berjalan cepat," katanya.

"Saya pergi di pagi hari namun antriannya terlalu panjang, jadi saya pulang dulu dan baru datang sore harinya."

Meski Jiamei dan Lily sudah menjalani tes, namun tidak semua orang boleh menjalani tes.

Tes hanya dilakukan terhadap mereka yang tinggal di kawasan yang disebut berisiko menengah hingga tinggi.

Situs berita online China Caixin mengatakan banyak tempat tes sekarang sudah penuh dipesan, beberapa diantaranya bahkan sudah penuh sampai bulan September.

Lihat artikelnya dalam bahasa Inggris di sini

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kita Siap Begitu Vaksin Tersedia: Australia Persiapkan Rencana Vaksinisasi
Sabtu, 15 Agustus 2020 - 06:54 WIB
Sejumlah negara di dunia berlomba untuk memproduksi dan mendistribusikan vaksin COVID-19. Pemerintah...
Kondisi Pekerja Indonesia di Pabrik Daging yang Pernah Jadi Klaster COVID Australia
Sabtu, 15 Agustus 2020 - 06:54 WIB
Pabrik daging merupakan salah satu sumber penularan COVID-19 atau klaster tempat kerja terbesar di V...
Mungkinkah Pemegang WHV Jadi Warga Asing yang Diprioritaskan Masuk Australia?
Sabtu, 15 Agustus 2020 - 06:54 WIB
Sekitar 150 orang backpackers kemungkinan akan diizinkan ke Australia dengan pengaturan khusus untuk...
Veronica Koman: Membela HAM Warga Papua Adalah Bentuk Pengabdian, Bukan Perlawanan
Sabtu, 15 Agustus 2020 - 06:54 WIB
Pengacara hak asasi manusia Veronica Koman diminta mengembalikan uang beasiswa yang diterimanya dari...
Bank Syariah Pertama di Australia Direncanakan Beroperasi Tahun Depan
Sabtu, 15 Agustus 2020 - 06:54 WIB
Upaya memperkenalkan bank syariah pertama di Australia sedang berlangsung saat ini dan diharapkan bi...
Angka Penularan di Melbourne Turun Dalam Sehari, Terendah Dalam Tiga Pekan
Sabtu, 15 Agustus 2020 - 06:54 WIB
Hari Kamis (13/08), negara bagian Victoria mencatat 278 penularan baru dalam 24 jam terakhir, sement...
Sulitnya Cari Kerja di Australia, Suzanna Asal Bandung Sudah Lamar 80 Pekerjaan
Sabtu, 15 Agustus 2020 - 06:54 WIB
Sejak pertengahan Februari lalu, Suzanna Martanti sudah mencoba melamar hampir 80 pekerjaan. Bahkan ...
Lamanya Pengurusan dan Pembatasan Jumlah Visa Pasangan di Australia Dikritik
Sabtu, 15 Agustus 2020 - 06:54 WIB
Kritikan terhadap lamanya proses pengurusan visa pasangan untuk menetap di Australia semakin banyak,...
Melihat Sepinya Kuta Bali di Masa Pandemi COVID-19 Melalui Bidikan Fotografer Australia
Sabtu, 15 Agustus 2020 - 06:54 WIB
Pulau Bali sudah kembali dibuka untuk wisatawan lokal mulai 31 Juli. Sambil menunggu apakah keadaan ...
Sidang Vonis Terdakwa Teroris Masjid di Selandia Baru Tak Disiarkan Langsung
Sabtu, 15 Agustus 2020 - 06:54 WIB
Sidang vonis terdakwa teroris Brenton Tarrant yang dijadwalkan berlangsung 24 Agustus, tidak boleh d...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV