Festival Daging Anjing di Cina Kembali Digelar
Elshinta
Jumat, 03 Juli 2020 - 10:15 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Festival Daging Anjing di Cina Kembali Digelar
DW.com - Festival Daging Anjing di Cina Kembali Digelar

Festival daging anjing di Cina kembali dibuka meski ada gebrakan pemerintah Cina meredam wabah corona dengan memperketat pasar daging segar. Festival selama 10 hari di kota Yulin itu biasanya disambangi hingga ribuan orang per hari. Namun kali ini jumlah pengunjung dikabarkan menyusut drastis.

Menurunnya minat warga dan kebijakan pemerintah Cina melarang perdagangan hewan liar mencuatkan harapan pegiat hewan, bahwa tahun ini adalah tahun terakhir digelarnya festival daging ajing di Yulin.

"Saya berharap Yulin akan berubah, tidak hanya demi hewan tetapi juga untuk melindungi kesehatan warga," kata Peter Li, Pakar Cina di Humane Society International, sebuah lembaga perlindugan hewan. "Mengizinkan kerumunan orang untuk berdagang dan mengkonsumsi daging anjing di pasar atau restoran yang penuh selama festival merupakan risiko kesehatan publik yang besar," imbuhnya.

Festival daging anjing sejak lama dinilai kontroversial. Namun penyelenggaraan di tengah wabah corona dinilai berlebihan. Pandemi yang sejauh ini sudah menelan hampir setengah juta korban jiwa di seluruh dunia itu diyakini berawal dari pasar basah di kota Wuhan. Sebab itu pula pemerintah Cina mengubah pendirian terkait perdagangan hewan liar.

Kritik terhadap konsumsi daging anjing

April silam, Shenzen menjadi kota pertama yang melarang konsumsi daging anjing. Kota-kota lain diyakini akan menyusul.

Kementerian Pertanian juga sudah mendeklarasikan anjing sebagai hewan peliharaan, bukan lagi hewan ternak. Meskin demikian belum jelas bagaimana klasifikasi baru itu akan berdampak pada festival di Yulin.

Zhang Qianqian, pegiat hewan yang menyambangi festival d Yulin, Sabtu (20/6), mengatakan larangan penyelenggaraan festival daging anjing hanya menunggu waktu. "Dari apa yang saya fahami dari pembicaraan dengan pedagang daging, pemerintah mengindikasikan konsumsi daging anjing tidak akan diizinkan di masa depan," kata dia.

"Tapi melarang konsuminya akan sangat sulit dan memakan waktu."

Festival daging anjing di Yulin pertama kali digelar pada 2009. Menurut pemerintah Cina, setiap tahun 10 hingga 20 juta anjing dibunuh untuk konsumsi manusia. Tradisi mengkonsumsi daging anjing di Cina sendiri diyakini sudah ada sejak 400 tahun lalu.

Otoritas kota Yulin selama ini berdalih tidak dapat menghentikan penyelenggaraan festival karena bukan acara resmi dari pemerintah. Sebuah jajak pendapat yang digelar pada tahun 2016 silam menemukan sekitar 64% warga Cina ingin agar Festival Yulin ditiadakan.

rzn/hp (rtr, dpa, independent)



Festival daging anjing di kota Yulin kembali dibuka untuk umum meski kekhawatiran seputar wabah corona. Namun menyusutnya minat warga dan tekanan pemerintah mencuatkan harapan bahwa festival tersebut kelak akan dilarang.
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Tanya Jawab bersama Presenter Inovator
Minggu, 13 Juni 2021 - 02:09 WIB
Pria berhobi travelling ini, sebenarnya memiliki cita-cita menjadi petualang. Waktu kecil ia suka se...
Negara-negara G7 Janji Sumbang 1 Miliar Dosis Vaksin Covid-19 untuk Negara Miskin
Minggu, 13 Juni 2021 - 02:08 WIB
Pada pertemuan puncak di Cornwall, Inggris, para pemimpin dunia dari negara-negara industri Kelompok...
Pandemi Kacaukan Perhitungan Untung-Rugi Negara Penyelenggara Euro 2020
Minggu, 13 Juni 2021 - 02:08 WIB
Adalah Michel Platini, Presiden UEFA saat itu, yang pada tahun 2012 mempromosikan penyelenggaraan Pi...
Tren Virus Corona: Pandemi Belum Berakhir
Minggu, 13 Juni 2021 - 02:08 WIB
Apa tren global saat ini? Target semua negara adalah masuk bagian biru dari peringkat dan tetap ber...
Mata Dibalas Mata: Kenapa UU Sanksi Asing Milik Cina Mengancam Pegiat HAM?
Minggu, 13 Juni 2021 - 02:08 WIB
Komite tetap Politbiro Cina mengesahkan Undang-undang baru buat melawan sanksi asing dalam sidang da...
Biden Serukan Negara G-7 Bersatu Hadapi Tantangan Iklim dan Cina
Minggu, 13 Juni 2021 - 02:08 WIB
Amerika Serikat berencana mendorong negara-negara sekutunya yang tergabung dalam kelompok G-7 untuk ...
Teknik Termodern Redam Kebisingan Dari Kendaraan
Minggu, 13 Juni 2021 - 02:08 WIB
Polusi suara dari kendaraan bermotor tidak hanya diciptakan oleh deru mesin atau semburan knalpot. T...
Solarmama: Emak-Emak Kreatif Perintis Swadaya Listrik Sel Surya
Minggu, 13 Juni 2021 - 02:08 WIB
Sebagian tidak bisa membaca atau menulis, tapi justru diundang mengikuti sebuah pelatihan kewirausah...
Inilah Pemenang Quiz Inovator Bulan Februari 2019
Minggu, 13 Juni 2021 - 02:08 WIB
Hasil undian pemenang kuis DW Inovator untuk bulan Februari 2019 menghasilkan sejumlah nama yang ber...
Orange Fiber Serat Limbah Kulit Jeruk Bahan Adibusana
Minggu, 13 Juni 2021 - 02:08 WIB
Jeruk untuk dipakai. Inilah gagasan cemerlang Orange Fiber untuk manfaatkan limbah kulit jeruk yang ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV