Aktivis LGBT+ Mesir yang Pernah Ditangkap Karena Kibarkan Bendera Pelangi, Bunuh Diri
Elshinta
Jumat, 03 Juli 2020 - 10:15 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Aktivis LGBT+ Mesir yang Pernah Ditangkap Karena Kibarkan Bendera Pelangi, Bunuh Diri
DW.com - Aktivis LGBT+ Mesir yang Pernah Ditangkap Karena Kibarkan Bendera Pelangi, Bunuh Diri

Ketika vokalis gay dari kelompok pop Lebanon yang sangat populer naik ke panggung festival pada musim panas tahun 2017 di Kairo, bendera pelangi terangkat di udara. Sebagai seorang lesbian di negara di mana homoseksualitas dianggap tabu, dan kaum LGBT+ secara rutin dianiaya oleh pihak berwenang, Sarah Hegazy di sini melihat secercah kebebasan. Berseri-seri dengan sukacita, dia pun mengangkat kedua tangan ke atas dan mengangkat bendera pelanginya. Seorang teman mengabadikan momen itu dengan kamera. Demikian dikutip dari New York Times.

Badai kemarahan publik atas bendera pelangi tersebut meletus di media sosial, diikuti penggerebekan yang dilakukan oleh polisi. Otoritas Mesir menangkap lebih dari 70 orang setelah konser, termasuk Hegazy. Banyak yang menganggap peristiwa itu sebagai aksi penumpasan terbesar pada komunitas LGBT + Mesir. Hegazi adalah satu-satunya perempuan- atau setidaknya satu dari sedikit perempuan- yang ditangkap setelah konser, demikian menurut laporan pers.

Sarah Hegazy menulis dalam sebuah catatan bahwa ia telah "berusaha menemukan penebusan dan gagal" setelah menderita gangguan stres pascatrauma selama bertahun-tahun sebagai akibat penahanan di penjara. Dia ditemukan bunuh diri pada hari Minggu (15/6) lalu. Kematiannya mengejutkane seluruh komunitas LGBT+, tidak hanya di Mesir dan Timur Tengah melainkan juga di seluruh dunia.

"Bagi mereka yang menuntut eksistensi yang jujur [di Mesir], pilihannya adalah penjara, pengasingan atau kematian," tulis peneliti Mesir Timothy Kaldas dalam sebuah tweet. "Sarah mengalami ketiganya karena dia mencintai kejujuran di tempat yang membencinya karena itu."

“Saya mendeklarasikan diri saya dalam masyarakat yang membenci semua yang berbeda dari norma," kata Hegazy dalam sebuah wawancara dengan DW dulu, setelah dia dibebaskan dari penahanan selama tiga bulan di penjara.

Kejam, tidak manusiawi dan merendahkan martabat

Meskipun tidak secara eksplisit melarang homoseksualitas, pihak berwenang di Mesir sering menggunakan tuduhan "pesta pora berlebihan di publik" untuk menuntut mereka yang tidak mematuhi norma sosial orientasi seksual dan gender.

Pasukan keamanan Mesir secara teratur dituduh menggunakan uji anal paksa, alat yang digunakan untuk menentukan perilaku homoseksual,yang berarti "suatu bentuk perlakuan kejam, tidak manusiawi dan merendahkan martabat yang dalam beberapa kasus sama dengan penyiksaan," kata organisasi hak asasi Human Rights Watch.

Hegazy berbicara terbuka tentang trauma yang dia alami selama di penjara Mesir, di mana dia diserang secara seksual oleh tahanan lain dan disiksa oleh petugas penjara karena orientasi seksualnya. Dia secara teratur membahas efeknya terhadap kesehatan mentalnya lewat posting di media sosial.

Tanpa pengakuan

Meskipun ada tekanan internasional, otoritas Mesir menolak rekomendasi untuk mengakhiri penggunaan langkah-langkah penegakan hukum yang menargetkan orang-orang LGBT+.

"Pemerintah Mesir menolak untuk mengakui keberadaan orang-orang lesbian, gay, biseksual dan transgender, mengabaikan tanggung jawabnya untuk melindungi hak-hak semua orang," kata Rasha Younes dari Human Rights Watch pada bulan Maret.

Hegazy meninggal di kota Toronto, Kanada, tempat ia tinggal di pengasingan dari Mesir. "Kepada dunia: kau sangat kejam, tapi saya memaafkan," tulis Hegazy sebelum kematiannya.

ap/hp(DW/New York Times)



Sarah Hegazy pernah ditangkap, disiksa dan jadi sasaran pelecehan seksual di penjara karena mengibarkan bendera pelangi di sebuah konser Kairo. Masa di penjara memengaruhi kesehatan mentalnya hingga akhirnya bunuh diri.
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Tanya Jawab bersama Presenter Inovator
Minggu, 13 Juni 2021 - 02:09 WIB
Pria berhobi travelling ini, sebenarnya memiliki cita-cita menjadi petualang. Waktu kecil ia suka se...
Negara-negara G7 Janji Sumbang 1 Miliar Dosis Vaksin Covid-19 untuk Negara Miskin
Minggu, 13 Juni 2021 - 02:08 WIB
Pada pertemuan puncak di Cornwall, Inggris, para pemimpin dunia dari negara-negara industri Kelompok...
Pandemi Kacaukan Perhitungan Untung-Rugi Negara Penyelenggara Euro 2020
Minggu, 13 Juni 2021 - 02:08 WIB
Adalah Michel Platini, Presiden UEFA saat itu, yang pada tahun 2012 mempromosikan penyelenggaraan Pi...
Tren Virus Corona: Pandemi Belum Berakhir
Minggu, 13 Juni 2021 - 02:08 WIB
Apa tren global saat ini? Target semua negara adalah masuk bagian biru dari peringkat dan tetap ber...
Mata Dibalas Mata: Kenapa UU Sanksi Asing Milik Cina Mengancam Pegiat HAM?
Minggu, 13 Juni 2021 - 02:08 WIB
Komite tetap Politbiro Cina mengesahkan Undang-undang baru buat melawan sanksi asing dalam sidang da...
Biden Serukan Negara G-7 Bersatu Hadapi Tantangan Iklim dan Cina
Minggu, 13 Juni 2021 - 02:08 WIB
Amerika Serikat berencana mendorong negara-negara sekutunya yang tergabung dalam kelompok G-7 untuk ...
Teknik Termodern Redam Kebisingan Dari Kendaraan
Minggu, 13 Juni 2021 - 02:08 WIB
Polusi suara dari kendaraan bermotor tidak hanya diciptakan oleh deru mesin atau semburan knalpot. T...
Solarmama: Emak-Emak Kreatif Perintis Swadaya Listrik Sel Surya
Minggu, 13 Juni 2021 - 02:08 WIB
Sebagian tidak bisa membaca atau menulis, tapi justru diundang mengikuti sebuah pelatihan kewirausah...
Inilah Pemenang Quiz Inovator Bulan Februari 2019
Minggu, 13 Juni 2021 - 02:08 WIB
Hasil undian pemenang kuis DW Inovator untuk bulan Februari 2019 menghasilkan sejumlah nama yang ber...
Orange Fiber Serat Limbah Kulit Jeruk Bahan Adibusana
Minggu, 13 Juni 2021 - 02:08 WIB
Jeruk untuk dipakai. Inilah gagasan cemerlang Orange Fiber untuk manfaatkan limbah kulit jeruk yang ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV