Australia Tolak Visa Perempuan Asal Indonesia, Pasangannya Putus Asa
Elshinta
Selasa, 07 Juli 2020 - 09:25 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Australia Tolak Visa Perempuan Asal Indonesia, Pasangannya Putus Asa
ABC.net.au - Australia Tolak Visa Perempuan Asal Indonesia, Pasangannya Putus Asa

Permohonan visa Australia yang diajukan seorang perempuan Indonesia, Kimi Santoso sejauh ini ditolak oleh Departemen Dalam Negeri Australia. Padahal mereka sudah menunjukkan bukti adanya pembicaraan lewat pesan pendek sebanyak 20 ribu kali.

  • Meski Centrelink mengakui hubungan Toddy dan Kimi, imigrasi Australia tolak berikan visa agar Kimi kembali ke Australia
  • Pasangan ini sudah memberikan banyak bukti menunjukkan hubungan mereka adalah murni
  • Seorang pengacara mengatakan pemerintah Australia sekarang lebih ketat dalam memeriksa pengajuan visa

Kimi yang sedang berada di Bali, ingin kembali ke Australia agar dapat kembali bersama pasangannya, Todd Hartley, yang tinggal di Cairns, negara bagian Queensland.

Kimi sebelumnya sudah memiliki visa turis untuk masuk ke Australia namun ia pergi ke Bali untuk menemui sanak keluarganya, sebelum perbatasan internasional ditutup akibat pandemi COVID-19.

Permintaan Kimi untuk kembali ke Australia sejauh ini ditolak oleh Departemen Dalam Negeri Australia yang tidak percaya mereka memiliki hubungan yang "murni".

"Kami saling mencintai," kata Todd kepada ABC.

"Kami saling merindukan," tambahnya

Saat ini dalam pembatasan perjalanan yang diberlakukan oleh Australia, hanya warga negara dan mereka yang sudah memiliki status permanent resident yang boleh kembali ke Australia.

Menurut Departemen Dalam Negeri Australia, mereka yang masih berstatus visa tertentu, walau sudah memiliki hubungan yang jelas dengan warga negara, tidak bisa berarti bisa ke Australia dengan mudah.

Permohonan Kimi sudah dua kali ditolak.

Todd menuduh Departemen Dalam Negeri Australia sedang mempermainkan nasib dan emosi orang, karena menolak mengakui hubungannya dengan Kim sebagai hubungan yang murni.

Foto selfie, akun bank dan surat-surat

Dalam penolakannya, Departemen Dalam Negeri Australia mengatakan berdasarkan bukti-bukti yang ada, mereka tidak percaya hubungan Todd Hartley dan Kimi Santoso adalah hubungan yang murni.

Pasangan itu sudah menyerahkan bukti puluhan ribu pesan pendek yang dikirim antar mereka, foto selfie yang diambil pasangan itu ketika berlibur, serta surat-surat dari orang lain yang mengatakan mereka adalah pasangan.

Todd bertemu dengan Kimi tiga tahun lalu, ketika berlibur di Bali.

Ia mengatakan bingung dengan apa yang terjadi karena hubungan mereka sudah diakui oleh departemen lain dalam jajaran pemerintah Federal Australia.

"Saya adalah warga negara Australia dan dia adalah pasangan saya," katanya.

"Kami sudah membuktikan hal tersebut."

Centrelink mengatakan ada kesalahan

Todd mengatakan keputusan untuk menolak permintaan agar Kimi bisa kembali ke Australia bisa disebabkan karena kesalahan yang dibuat oleh lembaga bernama Services Australia.

Dalam permohonan Todd untuk mendapatkan JobSeeker, atau dana bantuan bagi pencari kerja yang sulit mendapat kerja di saat pandemi COVID-19, statusnya disebut single atau masih lajang.

Centrelink yang bertanggung jawab mengurusi tunjangan sosial sekarang sudah memperbaiki kesalahan tersebut dan menyebut pasangan itu memang memiliki hubungan.

"Kami meminta maaf atas kesalahan yang kami lakukan dan akan terus membantu Todd menyelesaikan maasalah yang dihadapinya," kata manajer umum Services Australia, Hank Jongen.

Namun Hank membantah kesalahan itu berhubungan dengan permohonan visa Kimi.

"Departemen Dalam Negeri tidak menggunakan data dari Services Australia guna mengukuhkan hubungan berkenaan dengan informasi mengenai perjalanan," katanya.

Sejauh ini, Departemen Dalam Negeri Australia tidak menjawab pertanyaan dari ABC mengenai hal ini.

Seorang pengacara masalah imigrasi, Frank Laza yang dihubungi ABC mengatakan pemerintah Australia sedang meningkatkan penyelidikan terhadap mereka yang mengajukan permohonan visa Australia selama pandemi.

Kantornya yang di Cairns saat ini juga sedang membantu seorang perempuan asal sebuah negara di Skandinavia yang menikah dengan seorang warga Australia untuk bisa datang menggunakan visa turis.

"Meskipun mereka sudah menikah dan memiliki surat kawin, Imigrasi ingin mendapatkan informasi lebih banyak mengenai hubungan mereka," kata Frank.

"Sekarang mereka harus membuktikan bahwa hubungan mereka memang benar adanya."

Frank mengatakan pandemi COVID-19 ini telah menimbulkan banyak kebingungan bagi mereka yang hendak masuk atau meninggalkan Australia.

Lihat berita selengkapnya dalam bahasa Inggris di sini

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Banjir Besar Menerjang Kawasan Sydney, Belum Ada Warga Indonesia Terdampak
Jumat, 07 Mei 2021 - 16:14 WIB
KJRI Sydney telah memperingati warga Indonesia yang tinggal di kawasan sekitar Sydney untuk waspada ...
Stop Membenci Orang Asia: Ratusan Warga di Amerika Serikat Berunjuk Rasa
Jumat, 07 Mei 2021 - 16:14 WIB
Ratusan pengunjuk rasa berkumpul di Georgia sebagai dukungan terhadap komunitas Asia Amerika. Pekan ...
Ada monster baru: Kasus COVID-19 di Filipina Naik Sementara Vaksinasi Lambat
Jumat, 07 Mei 2021 - 16:14 WIB
Pemerintah Filipina dikritik karena melonggarkan pembatasan aktivitas warganya. Tapi pemerintah meny...
Pembekuan Darah Terkait AstraZeneca Ditemukan Pada Perempuan di Bawah 55 Tahun
Jumat, 07 Mei 2021 - 16:14 WIB
Badan obat-obatan Eropa telah melakukan penyelidikan terkait AstraZeneca. Sementara sejumlah pakar k...
PM Australia Ingin Perlakuan Terhadap Perempuan di Parlemen Diperbaiki
Jumat, 07 Mei 2021 - 16:14 WIB
PM Australia mengaku muak setelah tahu staf menteri dituduh merekam tindakan seksual di Gedung Parle...
Petugas Keamanan Buka Suara Terkait Dugaan Pemerkosaan di Gedung Parlemen Australia
Jumat, 07 Mei 2021 - 16:14 WIB
Di malam hari 23 Maret 2019, Nikola Anderson sedang bertugas di Gedung Parlemen Australia. Semua ber...
Kita Bekerja Keras: Melbourne Bebas COVID-19 Untuk Pertama Kalinya di 2021
Jumat, 07 Mei 2021 - 16:14 WIB
Untuk pertama kalinya di tahun ini, negara bagian Victoria dengan ibukota Melbourne tidak mencatat k...
Kasus COVID-19 Melonjak di Papua Nugini, Pasien Meninggal di Tempat Parkir
Jumat, 07 Mei 2021 - 16:14 WIB
Jumlah infeksi COVID-19 harian di Papua Nugini telah mencapai rekor tertinggi, dengan 295 kasus terc...
Apakah Orang yang Pernah Positif COVID-19 Hanya Perlu Sekali Vaksin? Ini Jawaban Pakar
Jumat, 07 Mei 2021 - 16:14 WIB
Orang yang pernah positif COVID-19 mungkin hanya memerlukan satu kali suntikan vaksin, karena respon...
Lebih dari 200 Kapal China Dituding Langgar Wilayah Filipina di Laut China Selatan
Jumat, 07 Mei 2021 - 16:14 WIB
Filipina menuduh China melakukan "tindakan provokatif" setelah 220 kapal China melanggar batas Laut ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV