Pengungsi Rohingya Tak Diizinkan Tinggalkan Pulau Kecuali Kembali ke Myanmar
Elshinta
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Pengungsi Rohingya Tak Diizinkan Tinggalkan Pulau Kecuali Kembali ke Myanmar
VOA Indonesia - Pengungsi Rohingya Tak Diizinkan Tinggalkan Pulau Kecuali Kembali ke Myanmar
Lebih dari 300 pengungsi Rohingya tidak akan diizinkan meninggalkan pulau di Teluk Bengala kecuali mereka setuju untuk pulang ke Myanmar, kata seorang pejabat Bangladesh, Kamis. “Mereka akan tinggal di Bhasan Char sampai mereka dipulangkan ke Myanmar," kata administrator Bangladesh Mohammed Khorshed Alam Khan kepada kantor berita AFP, Kamis. Kantor berita itu melaporkan Angkatan Laut Bangladesh mengangkut 306 Muslim Rohingya ke pulau kecil rawan banjir itu pada awal Mei setelah mereka diselamatkan dari dua kapal yang menuju Malaysia. Bangladesh mengatakan para pengungsi itu dikirim ke Bhasan Char dan bukan ke kota pesisir Coxs Bazar karena pihak berwenang khawatir mereka mungkin terinfeksi COVID-19. Pejabat pemerintah mengatakan orang-orang Rohingya itu akan tetap berada di pulau itu untuk membendung penyebaran virus corona di kamp-kamp pengungsi. PBB, para tokoh masyarakat dan Human Rights Watch (HRW) telah meminta Bangladesh untuk memindahkan para pengungsi itu ke kamp-kamp yang lebih mapan di Bangladesh daratan. HRW mengatakan telah menerima laporan bahwa gerakan para pengungsi di pulau itu terbatas dan akses mereka ke makanan, air bersih dan perawatan medis tidak memadai. [lt/ii]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Derita Hazara di Afghanistan: Genosida atau Kejahatan Kemanusiaan
Minggu, 13 Juni 2021 - 02:07 WIB
Beberapa menit setelah bom menghancurkan sebuah minivan lain di sebuah kawasan permukiman Hazara di ...
Menteri Vaksin Inggris Imbau Kewaspadaan soal Pembukaan Kembali Wilayah
Minggu, 13 Juni 2021 - 02:07 WIB
Menteri vaksin COVID-19 Inggris, Jumat (11/6) mengimbau agar waspada mengenai rencana pembukaan kemb...
KTT G-7 Dimulai, Bawa Pesan Membangun Kembali dengan Lebih Baik
Minggu, 13 Juni 2021 - 02:07 WIB
Hari pertama KTT G-7 telah berakhir, di Cornwall, Inggris, di mana para pemimpin dari tujuh negara d...
Utusan AS: Serangan China terhadap Kekuatan Asing Ancam Kebebasan di Hong Kong
Minggu, 13 Juni 2021 - 02:07 WIB
Diplomat senior AS di Hong Kong mengatakan pemberlakuan undang-undang keamanan nasional baru telah m...
Jelang Pertemuan, Putin Berharap Biden Tak
Minggu, 13 Juni 2021 - 02:07 WIB
Menjelang pertemuan puncak pertamanya dengan pemimpin baru AS, Presiden Rusia Vladimir Putin, Jumat ...
AS Kirim Bantuan Keamanan $150 Juta ke Ukraina
Minggu, 13 Juni 2021 - 02:07 WIB
Amerika membantu Ukraina meningkatkan kemampuan pertahanannya, mengumumkan paket keamanan senilai $1...
Pulitzers Beri Penghargaan Liputan Pandemi COVID-19, Demonstrasi di AS
Minggu, 13 Juni 2021 - 02:07 WIB
Pulitzer memberikan penghargaan khusus kepada, Darnella Frazier, remaja yang merekam pembunuhan poli...
Castillo Mendekati Kursi Kepresidenan Peru Setelah Perselisihan Suara
Minggu, 13 Juni 2021 - 02:07 WIB
Calon unggul dalam Pemilu Presiden Peru, Pedro Castillo, Jumat (11/6) malam, bersiap-siap untuk mera...
Mantan Presiden Kolombia Minta Ampunan Atas Pembunuhan yang Dilakukan Militer
Minggu, 13 Juni 2021 - 02:07 WIB
Dalam kesaksian publik kepada komisi kebenaran Kolombia, Jumat (11 Juni), mantan Presiden Juan Manu...
Arab Saudi: Ibadah Haji Tahun Ini Hanya Untuk 60 Ribu Jemaah Domestik
Minggu, 13 Juni 2021 - 02:07 WIB
Arab Saudi, Sabtu (12/6), mengumumkan akan mengizinkan penduduk kerajaan yang telah divaksinasi untu...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV