Warga Melbourne Disarankan Pakai Masker Bila Keluar Rumah
Elshinta
Senin, 13 Juli 2020 - 10:50 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Warga Melbourne Disarankan Pakai Masker Bila Keluar Rumah
ABC.net.au - Warga Melbourne Disarankan Pakai Masker Bila Keluar Rumah

Warga di kota Melbourne yang sekarang mengalami lockdown selama enam minggu telah disarankan untuk mengenakan masker bila keluar rumah.

  • Melbourne mencatat 288 kasus baru penularan virus corona dalam 24 jam terakhir
  • Warga Melbourne disarankan untuk mengenakan masker jika tak bisa menjaga jarak
  • Pembatasan penerbangan internasional warga Australia kembali dikurangi menjadi setengahnya

Dalam waktu 24 jam terakhir kasus penularan virus corona mencapai 288 kasus, menjadi kasus penularan tertinggi yang bahkan pernah dicatat di Australia.

Angka tertinggi sebelumnya yang pernah tercatat adalah di New South Wales pada bulan Maret dengan jumlah 212 kasus.

Premier Daniel Andrews, kepala pemerintahan negara bagian Victoria mengatakan sudah ada 37.588 orang yang menjalani tes virus corona kemarin.

"Ini adalah angka pengetesan tertinggi dalam sehari yang sudah dilakukan, dan jauh melebihi sebelumnya," katanya.

Dalam pengumuman hari ini, ia mengatakan warga khususnya yang tinggal di kawasan Metropolitan Melbourne dan Mitchell Shire harus mengenakan masker ketika meninggalkan rumah.

"Ini permintaan kami kepada anda, tapi ini bukan keharusan," katanya.

"Kami hanya minta, jika anda bisa, untuk kenakan masker bila tidak bisa menjaga jarak satu sama lain."

Ia juga mengatakan mereka yang pergi belanja, naik taksi, atau menggunakan transportasi umum lainnya, termasuk pergi bekerja, untuk memakai masker.

Pemerintah Victoria telah mengumumkan akan membuat dan mendistribusikan dua juta masker sekali pakai, namun selagi menunggu warga bisa memakai masker buatan sendiri atau scarf.

"Anda mungkin tidak bisa melakukan social distancing, dan karena itu masker buatan sendiri akan bermanfaat bagi anda, bagi keluarga anda, tempat anda tinggal, komunitas di sekeliling anda, dan bagi kita semua," katanya lagi.

Jumlah penularan akan memburuk

Dalam jumpa pers hari Jumat, Premier Daniel mengatakan tidak ada jaminan bahwa lockdown akan berakhir dalam masa enam minggu.

Karenanya tidak menutup kemungkinan lockdown akan diperpanjang atau diperluas dari wilayah saat ini, bila diperlukan.

Kepala Bidang Medis Victoria, Professor Brett Sutton mengatakan jumlah penularan hari ini memang "menakutkan", namun sebenarnya menunjukkan apa yang terjadi sepekan lalu.

Ia memperkirakan angka penularan akan menurun, jika warga tidak banyak keluar rumah.

"Dampak dari lockdown baru akan terlihat dalam satu atau dua pekan ke depan," katanya.

Menurut pengamatannya kasus baru tersebar di banyak kawasan pemukiman, namun dalam beberapa hari terakhir penularan baru terjadi di kawasan Roxburgh Park, Craigieburn dan Truganina.

Berkenaan dengan murid-murid sekolah yang sebagian akan kembali ke kelas minggu depan, Profesor Sutton mengatakan anak-anak dan guru tidak perlu mengenakan masker ketika berada di sekolah, meski boleh memakainya.

Total kasus penularan virus corona di Victoria adalah 1.172 dengan 47 orang dirawat di rumah sakit.

Pembatasan kedatangan internasional

Sementara itu, jumlah warga negara Australia dan permanent resident (PR) yang akan kembali ke Australia akan dikurangi per pekannya.

Hari ini (10/07), Kabinet nasional memutuskan jumlah mereka yang bisa mendarat di Australia per pekan hanya sekitar 4 ribu orang, turun 50 persen dari sebelumnya.

Seluruh negara bagian di Australia sudah menyampaikan keberatan harus mengurusi kedatangan internasional karena kemudian harus menjalani karantina di hotel selama dua minggu.

"Kita setuju hari ini untuk mengurangi jumlah kedatangan internasional ke Australia, di berbagai pintu kedatangan yang menerima kepulangan warga negara Australia dan permanent resident," kata PM Scott Morrison setelah rapat Kabinet Nasional.

Angka dari pemerintah Federal Australia mengatakan dalam sebulan terakhir ada 28 ribu orang asal luar negeri yang masuk ke Australia, sebagian besar menjalani karantina di New South Wales.

"Akses untuk kembali ke Australia tetap ada, namun jumlah orang yang bisa pulang dengan pesawat akan lebih sedikit," katanya.

"Keputusan untuk mengurangi jumlah yang pulang saat ini dilakukan agar kita fokus pada sumber daya untuk melakukan testing dan pelacakan."

Ikuti perkembangan terkini soal pandemi virus corona di Australia hanya di ABC Indonesia

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Operasi Media Sosial Kembali Terdeteksi Berusaha Mengalihkan Isu Papua Merdeka
Kamis, 19 November 2020 - 10:22 WIB
Ratusan akun media sosial terdeteksi menyerang wacana Papua Merdeka secara daring dengan modus mengg...
Selamatkan Janda: Upaya Mematahkan Anggapan Buruk Soal Perempuan Bercerai
Kamis, 19 November 2020 - 10:22 WIB
Bertin Tiara resmi bercerai di masa awal pandemi COVID-19 di Indonesia, Maret lalu.Setelah bercerai ...
Hati-hati, Mata-mata Asing Mencoba Memikat Pengguna Jejaring Sosial
Kamis, 19 November 2020 - 10:22 WIB
Badan Intelijen Keamanan Australia (ASIO) mengeluarkan peringatan adanya upaya dari mata-mata asing ...
Kegiatan Rizieq Shihab Membuat Protokol Kesehatan di Indonesia Membingungkan
Kamis, 19 November 2020 - 10:22 WIB
Di saat kasus penularan virus corona yang masih terus meningkat dengan rata-rata ribuan kasus baru s...
Dua Potensi Vaksin COVID-19 Miliki Efektivitas di Atas 90 Persen. Apa Selanjutnya?
Kamis, 19 November 2020 - 10:22 WIB
Produsen obat Amerika Serikat Moderna telah merilis data yang menunjukkan uji coba vaksin COVID-19 9...
Jumlah Politisi Perempuan Australia di Tingkat Pemerintahan Lokal Meningkat
Kamis, 19 November 2020 - 10:22 WIB
Perempuan menjadi politisi dalam tingkat pemerintahan lokal di Australia semakin meningkat, walau ma...
Orang Kaya Australia Habiskan Hartanya Mengatasi Perubahan Iklim
Kamis, 19 November 2020 - 10:22 WIB
Ketika Jeff Wicks pensiun, dia dan istrinya Julie memikirkan kehidupan mereka selanjutnya di Queensl...
Muslim Pro Bantah Menjual Data Pengguna Aplikasinya ke Militer Amerika Serikat
Kamis, 19 November 2020 - 10:22 WIB
Pengembang aplikasi Muslim Pro telah membantah laporan yang menyebutkan data personal pengguna aplik...
Positif COVID Marak di Penjara Indonesia, Epidemiolog Minta Pemerintah Lakukan Tes Massal
Kamis, 19 November 2020 - 10:22 WIB
Jumhur Hidayat, aktivis yang kerap dihubungkan dengan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), d...
Pemerintah Australia Memakai Google Translate untuk Menerjemahkan Informasi Pandemi
Kamis, 19 November 2020 - 10:22 WIB
ABC menemukan bahwa Pemerintah Australia menggunakan Google Translate ketika menerjemahkan informasi...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV