Denda Corona di Melbourne: Dari Pesan KFC Hingga Kegiatan Seks Komersial
Elshinta
Selasa, 14 Juli 2020 - 01:02 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Denda Corona di Melbourne: Dari Pesan KFC Hingga Kegiatan Seks Komersial
ABC.net.au - Denda Corona di Melbourne: Dari Pesan KFC Hingga Kegiatan Seks Komersial

Kota terbesar kedua di Australia, Melbourne sedang menjalani lockdown kedua menyusul meningkatnya angka penularan. Akhir pekan kemarin polisi telah mengeluarkan setidaknya 60 denda kepada pelanggar lockdown.

Jumat kemarin (10/06), Kepolisian Victoria menjatuhkan denda kepada 16 orang di sebuah rumah di kawasan Dandenong yang sedang merayakan pesta ulang tahun.

Polisi mendapatkan informasi soal pesta tersebut, setelah petugas paramedis melihat ada dua orang yang memesan KFC untuk 20 orang pada pukul 1:30 dini hari.

"Petugas paramedis berbicara kepada karyawan KFC dan melaporkan kepada kami," ujar Chief Comissioner Victoria Police, Shane Patton.

"Kita mencatat plat nomer mereka dan mengikutinya hingga ke alamat di Dandenong."

Di rumah tersebut, polisi menemukan dua orang yang sedang tertidur dan 16 orang lainnya bersembunyi di belakang rumah.

16 orang dijatuhi denda dengan total denda mencapai AU$26.000, atau lebih dari Rp260 juta.

Sejak aturan pembatasan diperketat kembali di kawasan metropolitan Melbourne mulai 9 Juli lalu, Kepolisian Victoria telah mengeluarkan 60 denda.

Melbourne menjalani lockdown setidaknya selama enam minggu dan sejumlah pengamat mengatakan meningkatnya kembali penularan virus corona di kota ini bisa terjadi di mana saja, sehingga pelonggaran aturan sebaiknya tak dilakukan terburu-buru.

Pelanggaran aturan lockdown di Melbourne selama akhir pekan:
  • 10 orang di sebuah apartemen di jalan La Trobe, Docklands, lima diantaranya juga terlibat dalam kejahatan pengerusakan
  • Tujuh orang ditangkap di apartemen jalan Sutherland Street karena sedang berkumpul, lima dikenai denda
  • Pasangan asal Docklands didenda setelah mengunjungi rumah liburan mereka di kawasan Phillip Island
  • 12 warga Victoria diinterogasi di sejumlah titik perbatasan negara bagian Victoria

Unit Industri Seks dari Kepolisian Victoria juga telah menjatuhkan denda kepada empat orang di sebuah apartemen di kawasan Glen Waverley, sekitar 26 km dari pusat kota Melbourne.

Polisi menemukan apartemen tersebut telah digunakan untuk "memfasilitasi kegiatan seks komersial".

Sementara itu enam orang warga Victoria telah dijatuhi denda lebih dari AU$24.000, atau lebih dari Rp240 juta karena berbohong saat mengisi formulir saat hendak memasuki perbatasan negara bagian Queensland.

Polisi mengatakan saat mencoba masuk ke Queensland dengan sebuah mobil minivan, keenam orang tersebut mengaku jika mereka bekerja di negara bagian New South Wales dalam tiga pekan terakhir.

Tapi polisi menemukan bukti dari telepon mereka sendiri jika mereka pernah berada di kawasan hotspot kota Melbourne selama dua minggu.

Selain masing-masing mendapatkan denda sebesar AU$4.000, atau lebih dari Rp40 juta, mereka juga diminta untuk meninggalkan perbatasan Queensland dengan segera.

Premier Annastacia Palaszczuk, Menteri Utama di Queensland, kembali menegaskan warga Victoria tidak bisa datang ke Queensland sampai batas waktu yang belum ditentukan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Seberapa Membantu Tunjangan Uang dari Pemerintah Australia Bagi Warga Indonesia?
Jumat, 24 Juli 2020 - 01:34 WIB
Pemerintah Australia memberikan tunjangan uang bagi permanent resident (PR) dan warganegara Australi...
Kematian Karena Flu Biasa di Australia Turun Tajam Karena Social Distancing
Jumat, 24 Juli 2020 - 01:34 WIB
Salah satu hal yang positif dari penerapan aturan pembatasan aturan jarak antara warga, atau social ...
Pria Australia Lari Keliling Bali Untuk Membantu Warga Bali yang Kesulitan
Jumat, 24 Juli 2020 - 01:34 WIB
Seharusnya Jamin Heppell, seorang warga Australia, bisa saja melewati hari-harinya dengan mudah saat...
Pendekatan Baru Indonesia Untuk Menangani COVID-19, Seberapa Efektif?
Jumat, 24 Juli 2020 - 01:34 WIB
Pekan lalu, Indonesia menggunakan pendekatan baru dalam penanganan pandemi virus corona di Indonesia...
Warga Melbourne Akan Diberi Rp3 Juta Kalau Diam di Rumah Setelah Tes Corona
Jumat, 24 Juli 2020 - 01:34 WIB
Pemerintah negara bagian Victoria mengumumkan akan memberikan tunjangan uang senilai AU$300, atau le...
Sejumlah Penjaga Karantina COVID-19 Di Melbourne Direkrut Lewat WhatsApp
Kamis, 23 Juli 2020 - 07:12 WIB
Sejumlah penjaga keamanan yang ditugaskan untuk menjaga hotel-hotel di Melbourne tempat karantina wa...
Pasukan Khusus Australia Bentangkan Simbol Rasis di Afghanistan
Kamis, 23 Juli 2020 - 07:12 WIB
Anggota pasukan khusus Australia (SAS) berpose dan merekam aksinya sendiri membentangkan sebuah Bend...
KDRT Meningkat di Asia Akibat Lockdown COVID-19, Termasuk di Indonesia
Kamis, 23 Juli 2020 - 07:12 WIB
Aturan pembatasan pergerakan warga, atau lockdown, selama pandemi COVID-19 telah menyebabkan meningk...
Reynold Poernomo Gagal Ke Final MasterChef Australia 2020
Rabu, 22 Juli 2020 - 00:30 WIB
Artikel ini diproduksi oleh ABC Indonesia.Harapan Reynold Poernomo, peserta yang difavoritkan banyak...
Kasus Corona di Melbourne Masih Tinggi, Masker Wajib Pakai dengan Denda Rp2 juta
Rabu, 22 Juli 2020 - 00:30 WIB
Negara bagian Victoria, dengan ibukota Melbourne memiliki hampir 3.000 kasus aktif virus corona, den...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV