Warga Melbourne Akan Diberi Rp3 Juta Kalau Diam di Rumah Setelah Tes Corona
Elshinta
Jumat, 24 Juli 2020 - 01:34 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Warga Melbourne Akan Diberi Rp3 Juta Kalau Diam di Rumah Setelah Tes Corona
ABC.net.au - Warga Melbourne Akan Diberi Rp3 Juta Kalau Diam di Rumah Setelah Tes Corona

Pemerintah negara bagian Victoria mengumumkan akan memberikan tunjangan uang senilai AU$300, atau lebih dari Rp3 juta bagi warganya yang diam di rumah usai menjalani tes corona.

Pengumuman ini dikeluarkan Kamis (23/07), hari pertama saat masker wajib dipakai oleh warga di kawasan metropoilitan Melbourne dan Mitchell Shire Council yang keluar rumah.

Sejak beberapa hari terakhir, jumlah kasus positif virus corona telah mencapai 400-an dalam sehari dan sejauh ini tercatat 3.630 kasus aktif di negara bagian Victoria.

Menteri Utama Victoria, Premier Daniel Andrews memperingatkan jika jumlah kasus positif terus meningkat, maka jumlah kematian juga akan meningkat.

"Setiap hari ada 400-an kasus. Stabil. Bukannya menurun. Hitung-hitungannya, orang akan meninggal," ujarnya.

"Salah satu tragedi hari ini yaitu (meninggalnya) pria berusia 50-an. Ini tidak hanya berdampak pada orang berusia lanjut," kata Premier Andrews.

Ia mengumumkan akan memberikan tunjangan sebesar AU$300 dolar bagi warga yang menjalani isolasi setelah melakukan tes COVID-19, dengan syarat tidak mendapat hak libur berbayar dari tempat kerjanya.

Dalam analisa data penyebaran virus corona di Victroria diketahui 9 dari 10 orang yang terjangkit virus tetap beraktivitas dan keluar rumah, meski mereka mengalami gejala.

Kebanyakan orang tersebut berasal dari kelompok masyarakat dengan pekerjaan yang tak dapat ditinggalkan serta pekerja kasual.

"Bila Anda sakit, segera lakukan tes kemudian isolasi hingga hasil tesnya keluar," kata Daniel Andrews.

Tunjangan AU$300 dolar memerlukan syarat tanda bukti gaji namun pencairannya akan dibuat secepat mungkin, tambahnya.

"Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan pilihan untuk menghidupi keluarga tidak menjadikan seseorang justru mendatangkan bahaya bagi keluarganya," kata Daniel.

Ia menambahkan banyaknya orang yang tak melakukan isolasi mandiri setelah menjalani tes telah berkontribusi pada kenaikan jumlah kasus di Victoria.

Klaster panti jompo

Hari Kamis, 23 Juli 2020 mencatat 403 kasus baru virus corona, 69 di antaranya bisa dilacak klasternya, sementara sisanya masih terus diselidiki.

Kini sudah ada 447 kasus yang diketahui berasal dari klaster 35 panti jompo di Victoria, di antaranya:

  • 73 kasus terkait dengan St. Basils Homes for the Aged di Fawkner
  • 67 kasus terkait dengan Estia Health di Ardeer
  • 55 kasus terkait dengan Menarock Life Aged Care di Essendon
  • 34 kasus terkait dengan Estia Health di Heidelberg
  • 33 kasus terkait dengan Arcare Aged Care di Craigieburn
  • 21 kasus terkai dengan Baptcare Wyndham Lodge di Werribee
  • 20 kasus terkait dengan Embracia Aged Care Moonee Valley di Avondale Heights

Sedangkan total kasus yang terkait dengan klaster terbesar di Victoria, sekolah Al-Taqwa College, kini berjumlah 182 kasus.

Ikuti perkembangan terkini soal pandemi virus corona di Australia hanya di ABC Indonesia

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kapan COVID-19 Berakhir? Mungkin Jawabannya Bisa Ditemukan dari Sejarah Pandemi
Sabtu, 12 September 2020 - 09:27 WIB
Sekitar 100 tahun lalu, satu jenis baru influenza menulari hampir sepertiga penduduk dunia. Namun da...
Film Mulan Mendapat Seruan Boikot Terkait Perlakuan Muslim Uyghur di China
Sabtu, 12 September 2020 - 09:27 WIB
Film Mulan yang diproduksi ulang dalam bentuk live-action mendapat seruan boikot karena adanya "ucap...
Tidak Bisa Diburu-buru: Tahap Akhir Vaksin Inggris Terpaksa Ditangguhkan
Sabtu, 12 September 2020 - 09:27 WIB
Tahap akhir uji coba untuk vaksin virus corona di Inggris ditangguhkan setelah seorang peserta yang ...
Melayani Makan Siang, 103 Tertular Corona, Kini Restoran di Sydney Nyaris Bangkrut
Sabtu, 12 September 2020 - 09:27 WIB
Pandemi COVID-19 tidak hanya merengut korban jiwa, tapi juga merugikan banyak bisnis di dunia, terma...
Khawatir Kesehatan Saya: Kondisi Petugas dan Lahan Pemakaman di Jakarta Saat Ini
Sabtu, 12 September 2020 - 09:27 WIB
Nadi bin Eji sudah bekerja di taman pemakaman umum (TPU) Pondok Ranggon, Jakarta Timur sejak tahun 1...
Pengkhianat dan Saling Tuding: Ada Apa Lagi Antara Australia dan China?
Sabtu, 12 September 2020 - 09:26 WIB
Ketegangan hubungan Australia dan China kian memanas pekan ini setelah kedua pihak saling melontarka...
Tigerair Australia yang Pernah Bermasalah di Bali Berhenti Terbang Selamanya
Sabtu, 12 September 2020 - 09:26 WIB
Maskpai penerbangan asal Australia, yang dikenal dengan tiket murahnya, menghentikan operasinya sete...
Pejabat Australia Juga Menghadapi Kepentingan Politik Saat Menangani COVID-19
Sabtu, 12 September 2020 - 09:26 WIB
Para pemimpin di seluruh dunia saat ini sedang mengatasi pandemi COVID-19 dengan pilihan sulit antar...
Agar Harga Makanan Tak Naik, Warga Australia Diserukan Bekerja di Perkebunan
Sabtu, 12 September 2020 - 09:26 WIB
Warga Australia didesak untuk bekerja sebagai backpacker di negara mereka sendiri untuk mencegah bua...
Jakarta Tarik Rem Darurat, Warga Jerman Lebih Takut Trump Ketimbang Virus
Sabtu, 12 September 2020 - 09:26 WIB
Angka penularan virus corona di Indonesia, termasuk di ibukota Jakarta terus meningkat yang membuat ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV