Menlu RI: 99 Orang Rohingya di Aceh Resmi Berstatus Pengungsi
Elshinta
Jumat, 24 Juli 2020 - 01:35 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Menlu RI: 99 Orang Rohingya di Aceh Resmi Berstatus Pengungsi
VOA Indonesia - Menlu RI: 99 Orang Rohingya di Aceh Resmi Berstatus Pengungsi
Sebanyak 99 warga etnis minoritas muslim Rohingya yang lari dari negara bagian Rakhine, Myanmar, ke Aceh telah resmi berstatus pengungsi di bawah perlindungan UNHCR (Komisi Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Urusan Pengungsi). Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi dalam jumpa pers secara virtual, Kamis (23/7) menjelaskan sebanyak 99 warga etnis minoritas muslim Rohingya yang lari dari negara bagian Rakhine, Myanmar, ke Aceh telah resmi berstatus pengungsi di bawah perlindungan UNHCR (Komisi Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan Pengungsi). "UNHCR telah selesai melakukan registrasi terhadap seluruh 99 migran (orang Rohingya). Saat ini mereka semua resmi menjadi pengungsi di bawah mandat perlindungan UNHCR Indonesia," kata Retno. Sebanyak 99 pengungsi etnis Rohingya itu terdiri dari 72 perempuan (31 dewasa dan 41 anak) dan 27 lelaki (16 dewasa dan11 anak).  Retno menambahkan kondisi kesehatan 99 pengungsi Rohingya di Aceh tersebut baik dan bebas dari Covid-19 setelah menjalani tes. Menurutnya, penerapan protokol kesehatan untuk pencegahan Covid-19 terus dilakukan, terutama untuk membatasi interaksi antara para pengungsi Rohingya dengan masyarakat setempat. Retno menekankan tidak ada para pengungsi yang mengalami persoalan kesehatan yang serius dan tidak ada pengungsi hamil saat ini. Dia mengatakan UNHCR dan UNICEF bekerjasama dengan lembaga non-pemerintah berupaya menyediakan layanan psikologi untuk anak-anak pengungsi Rohingya di Aceh.  Pengamat Hubungan Internasional dari Universitas Padjajaran Teuku Rezasyah mengatakan pemerintah Indonesia harus melakukan berbagai mekanisme kesehatan, keimigrasian, kamtibmas dan juga pertahanan dan keamanan. “Karena tidak mustahil, tidak murni pengungsi, pasti ada orang-orang yang punya masalah dengan kamtibmas, pertahanan dan keamanan akibat kondisi yang ada di Rohingya. Dan kemudian melakukan langkah-langkah di dalam negeri untuk mengawasi dan juga memfasilitasi,” ungkap Rezasyah. Rezasyah menilai dialog regional penting namun dilakukan dengan tidak menempatkan Myanmar sebagai tertuduh. Sebanyak 99 pengungsi etnis Rohingya itu ditemukan di tengah laut, sekitar empat mil dari pesisir Pantai Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, pada 24 Juni 2020. Mereka semula ingin ke Malaysia dengan harapan akan mendapatkan kehidupan yang lebih baik dan bertemu keluarga mereka di sana. Terombang-ambing di tengah laut dengan suplai makanan dan minuman minim membuat warga sekitar merasa iba dan membawa mereka ke darat. Pemerintah kini menampung pengungsi tersebut untuk sementara di gedung bekas Kantor Imigrasi Punteut, Blang Mangat, Lhokseumawe. Tahun lalu, warga Aceh juga melakukan penyelamatan terhadap etnis Rohingya yang terdampar. Sebanyak 79 warga Rohingnya terdampar di pantai Kuala Raja, Kabupaten Bireuen, Aceh, pada 20 April 2019, setelah awal April pada tahun yang sama nelayan setempat menyelamatkan lima pengungsi Rohingya, yaitu dua lelaki dewasa, dua perempuan dan seorang anak yang 20 hari terombang-ambing di laut. Berdasarkan data UNHCR Indonesia, ada kurang lebih sekitar 13.500 pengungsi yang terdaftar di Indonesia, dan 28 persennya anak-anak. Sedangkan kementerian Luar Negeri pada 2015 mencatat terdapat sekitar sebelas ribu pengungsi Rohingya di Indonesia. [fw/ab]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pemimpin Med7: Turki Harus Akhiri Tindakan Sepihak
Sabtu, 12 September 2020 - 10:54 WIB
Para pemimpin tujuh negara Eropa selatan, Kamis (10/9), mendesak Turki agar mengakhiri "kegiatan sep...
Pembicaraan Damai Afghanistan yang Dimediasi AS Dimulai Sabtu 
Sabtu, 12 September 2020 - 10:54 WIB
Faksi-faksi yang bertikai di Afghanistan mengumumkan bahwa mereka akan memulai pembicaraan perdamaia...
China-India Setuju Redakan Ketegangan di Perbatasan Himalaya 
Sabtu, 12 September 2020 - 10:54 WIB
India dan China sepakat "keluar secepat mungkin" dari ketegangan di perbatasan Himalaya yang disengk...
Menlu AS akan ke Siprus untuk Upayakan Solusi Damai dengan Turki 
Sabtu, 12 September 2020 - 10:54 WIB
Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo, Kamis (10/9), mengatakan ia akan ke Siprus untuk mengupayak...
PM Spanyol Imbau Inggris Setujui Kesepakatan Brexit
Sabtu, 12 September 2020 - 10:54 WIB
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengeluarkan peringatan keras kepada pemerintah Inggris. Ia me...
Kasus Baru Virus Corona Menurun, Puerto Rico Buka Kembali Pantai
Sabtu, 12 September 2020 - 10:54 WIB
Puerto Rico kembali membuka pantai, kasino, pusat-pusat kebugaran, bioskop mulai hari Sabtu (12/9) s...
Kasus Covid-19 ‘Meningkat Pesat” di Kalangan Generasi Muda AS
Sabtu, 12 September 2020 - 10:54 WIB
India telah mencatat hampir 100 ribu kasus baru Covid-19 dalam satu hari. Negara di Asia Selatan ini...
Menlu AS: Perundingan Pihak-pihak yang Berperang di Afghanistan Kemungkinan Sengit
Sabtu, 12 September 2020 - 10:54 WIB
Perundingan antara pihak-pihak yang berperang di Afghanistan kemungkinan akan berlangsung sengit, na...
Protes terhadap Kebrutalan Polisi Terus Berlangsung di Bogota 
Sabtu, 12 September 2020 - 10:54 WIB
Protes menentang kebrutalan polisi di ibu kota Kolombia, Bogota, berubah menjadi kekerasan pada mal...
Mantan Menkeu Malaysia Hadapi 2 Tuduhan Baru Korupsi
Sabtu, 12 September 2020 - 10:54 WIB
Mantan Menteri Keuangan Malaysia Lim Guan Eng, Jumat (11/9), menyatakan dirinya tidak bersalah atas ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV