Tiga Tewas Akibat Kerusuhan di Bangalore India Seputar Penghinaan Nabi Muhammad
Elshinta
Rabu, 12 Agustus 2020 - 17:52 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Tiga Tewas Akibat Kerusuhan di Bangalore India Seputar Penghinaan Nabi Muhammad
DW.com - Tiga Tewas Akibat Kerusuhan di Bangalore India Seputar Penghinaan Nabi Muhammad

Aksi demonstrasi dipicu sebuah unggahan di media sosial yang dinilai menghina nabi Muhammad. Akibatnya ribuan demonstran turun ke jalan dan terlibat adu kekerasan dengan aparat keamanan.

Setidaknya 60 polisi mengalami luka-luka ketika massa menyerang kantor polisi di Bangalore, India. Demonstran juga membakar kendaraan dan kediaman seorang anggota parlemen karena dituduh ikut melindungi sepupunya yang menjadi tersangka pembuat unggahan di Facebook.

Stasiun televisi lokal menampilkan gambar di mana demonstran berusaha memaksa masuk ke kantor polisi dan berkumpul di depan rumah politisi tersebut.

Ketika situasi kian tak terkendali, polisi melepaskan tembakan peluru tajam dan gas air mata ke arah demonstran. Tiga orang dikabarkan mengalami luka kritis, sementara seorang reporter mengalami cedera ringan, kata kepolisian.

Laporan media menyebutkan dua korban tewas dengan luka tembakan di tubuhnya.

“Meski para tetua di komunitas ini berusaha menenangkan massa, para demonstran tetap membakar kendaraan dan menyerang kantor polisi,” kata Komisaris Polisi Kamal Pant.

Situasi darurat di Bangalore

“Para aparat di lapangan tersudutkan dan tidak punya jalan keluar. Mereka akhirnya mulai melepaskan tembakan. Tiga orang meninggal dunia,” imbuhnya.

Kepolisian mengumumkan sudah mengamankan tersangka pelaku penghina Nabi Muhammad, bersama setidaknya 110 orang demonstran atas dugaan provokasi kerusuhan dan pembakaran. Situasi keamanan saat ini dilaporkan sudah berangsur pulih.

Sejak Rabu (12/8) pemerintah kota menetapkan larangan berkumpul di sejumlah kawasan. Sebanyak 10.000 aparat keamanan diterjunkan untuk mengosongkan wilayah rawan demonstrasi.

Pant mengatakan unggahan yang diyakini menghina Nabi Muhammad saat ini sudah dihapus. Facebook sendiri menolak berkomentar.

“Apa yang ditulis tentang Nabi adalah hasil kerja orang yang sakit dengan niat menyulut kekerasan,” kata anggota Partai Kongres Nasional India (INC), Dinesh Gundu Rao, lewat akun Twitternya. Menurutnya unggahan bernada merendahkan “tentang siapapun, terlebih jika didukung oleh masyarakat, harus ditindak dengan tegas.”

Ketegangan antarumat kembali mencuat

Tersangka yang bernama Naveen merupakan sepupu politisi INC lain. Dalam sebuah pesan video, R. Akhanda Srinivasa Murthy, meminta massa agar menenangkan diri. “Kita semua adalah saudara. Tindak kriminal apapun yang sudah dilakukan, biarkan hukum yang mengganjarnya,” kata dia.

"Saya memohon kepada saudara kami yang muslim agar merawat perdamaian.”

Bangalore dikenal sebagai pusat industri digital dan komputer di India. Di sana kaum muslim berjumlah sekitar 1,1 juta orang atau mewakili 14% dari total populasi kota.

Kabar kerusuhan di Bangalore memicu gelombang kecaman dari kaum Hindu-Nasionalis India. Sebuah video yang menampilkan kaum muslim berusaha melindungi sebuah kuil Hindu di Bangalore misalnya ditanggapi secara sinis, dan dianggap hanya untuk mengalihkan perhatian dari kerusuhan.

Ketegangan antarumat di India belakangan meningkat, terutama sejak Partai Bharatiya Janata dan Narendra Modi berkuasa. Keduanya mewakili ideologi Hindutva yang mengimpikan sebuah negara Hindu di India.

Hubungan antara mayoritas Hindu dan kaum muslim semakin terbebani oleh kebijakan pemerintah mengucilkan muslim dari jalur cepat mencari suaka. Jutaan warga muslim juga terancam diusir lantaran gagal membuktikan diri sebagai warga negara dalam Daftar Kewarganegaraan Nasional.

rzn/vlz (afp,rtr)








Setidaknya tiga demonstran tewas di Bangalore, India, usai bentrok dengan aparat keamanan seputar unggahan di media sosial yang dinilai menghina Nabi Muhammad. Kerusuhan itu memicu hujan kecaman kaum Hindu-Nasionalis.
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Ilmuwan Malaysia Berusaha Kembalikan Badak Sumatera dari Kepunahan
Sabtu, 12 September 2020 - 09:29 WIB
Ilmuwan dari Malaysia tengah berupaya mengembalikan keberadaan badak sumatera di Malaysia dengan men...
Malaysia Laporkan Mutasi Covid-19 yang 10 Kali Lebih Menular
Sabtu, 12 September 2020 - 09:29 WIB
Virus corona yang mengalami mutasi yang disebut strain D614G ditemukan dalam empat kasus Covid-19 da...
Bagaimana Indonesia Membangun Ekonomi Berbasis Inovasi di Masa Depan
Sabtu, 12 September 2020 - 09:29 WIB
Indonesia dinilai mempunya peluang yang sangat besar untuk mewujudkan ekonomi berbasis inovasi. Hal ...
Ilmuwan: Riset Kehilangan Penciuman Bisa Bantu Pengobatan Covid-19
Sabtu, 12 September 2020 - 09:29 WIB
Sebuah riset jaringan tisu hidung, diyakini bisa membantu pengembangan terapi baru Covid-19. Metoden...
Terapi Sel Punca Buka Harapan bagi Pengidap Diabetes
Sabtu, 12 September 2020 - 09:29 WIB
Diabetes tipe 1 adalah penyakit genetika, dimana sistem kekebalan tubuh menyerang sel beta di dalam ...
Tren Populasi Global, Perlindungan Lingkungan dan Sejarah Kelam Pengendalian Kepadatan Penduduk
Sabtu, 12 September 2020 - 09:29 WIB
Tingkat kesuburan menurun, populasi semakin menua, itulah tren kependudukan yang terlihat di negara-...
Kisah Pasien Positif Corona: “COVID Ini Musibah, Bukan Aib!”
Sabtu, 12 September 2020 - 09:29 WIB
Dari 8 anggota keluarga yang sempat divonis positif COVID-19, Niko Alfian Pratama (30) jadi satu-sat...
Selebriti Papan Atas Juga Tak Luput dari Infeksi Corona
Sabtu, 12 September 2020 - 09:29 WIB
Dari bintang Hollywood hingga Bollywood, berikut sederet selebriti yang positif terinfeksi COVID19. ...
Berapa Lama Pariwisata Thailand Bisa Bertahan Tanpa Wisman?
Sabtu, 12 September 2020 - 09:29 WIB
Ketika wisatawan mancanegara menjauh, agen-agen wisata bertutupan di Phuket, kawasan kunci untuk sek...
Bunda Teresa, Sosoknya di Mata Keponakan
Sabtu, 12 September 2020 - 09:29 WIB
Alois Gumbar adalah seorang pandai emas yang cukup terkenal di Skopje, ibu kota Macedonia Utara (dul...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV