Dituduh Hujat Nabi Muhammad, Penyanyi Islami Nigeria Divonis Hukuman Mati
Elshinta
Rabu, 12 Agustus 2020 - 17:52 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Dituduh Hujat Nabi Muhammad, Penyanyi Islami Nigeria Divonis Hukuman Mati
DW.com - Dituduh Hujat Nabi Muhammad, Penyanyi Islami Nigeria Divonis Hukuman Mati

Pengadilan Tinggi Syariat di Kano, Nigeria Utara memvonis mati Yahaya Aminu Sharif yang berusia 22 tahun dengan cara digantung. Penyanyi itu dianggap telah menghina Nabi Muhammad dalam salah satu lagunya. Demikian dinyatakan juru bicara kementerian kehakiman wilayah Kano, Nigeria Utara, Baba-Jibo Ibrahim, kepada AFP. Sharif dilaporkan telah mengedarkan lagu tersebut di aplikasi WhatsApp yang mendorong massa membakar rumah keluarga penyanyi itu dan turun ke jalan menuntut penangkapannya.

Selama ini pengadilan syariat di Nigeria Utara yang mayoritas muslim juga telah menjatuhkan hukuman mati kepada mereka yang terbukti melakukan perzinahan, pembunuhan dan praktik homoseksualitas. Hukuman yang dijatuhkan pengadilan syariat ini termasuk hukum cambuk, amputasi, dan hukuman mati.

"Pengadilan menjatuhkan hukuman mati sebagaimana diatur dalam hukum Islamberdasarkan bukti yang tak terbantahkan dan pengakuan bersalah terpidana," ujar Ibrahim. Jaksa Penuntut, Inspektur Aminu Yargoje, menggambarkan putusan pada Sharif itu adil dan mengatakan vonis itu akan mencegah tindak penghujatan di negara bagian tersebut di masa mendatang.

Persidangan terhadap Sharif berlangsung dalam kurun waktu empat bulan yang dillakukan secara tertutup untuk alasan keamanan. Petugas di pengadilan melarang wartawan untuk berbicara dengan Sharif setelah hukuman dijatuhkan.

Sharif, seorang penyanyi islami,yang diduga terkait dengan tarekat Tijaniyya Sufi, yang keyakinannya dianggap sesat karena interpretasi mereka yang berbeda terhadap beberapa prinsip dasar Islam.

Hukum syariat yang lebih ketat di Nigeria Utara

Ini adalah hukuman mati kedua yang dijatuhkan di Nigeria terkait pasal penistaan ??agama ketika sejumlah negara bagian di utara Nigeria memperkenalkan kembali versi hukum syariat yang lebih ketat pada awal tahun 2000-an. Pengadilan syariat di negara ini dijalankan sejajar dengan sistem peradilan sipil.

Abdulazeez Inyass, seorang ulama Muslim Sufi, dijatuhi hukuman mati pada tahun 2015 oleh Pengadilan Syariat Kano karena dianggap menghina Nabi Muhammad.dalam khotbahnya.

Inyass memicu kemarahan publik ketika dia membuat pernyataan yang dianggap menghina Nabi Muhammad dalam pertemuan dengan murid-muridnya ketika mereka memperingati hari lahir mantan pemimpin tarekat Tijaniyya Sufi, Ibrahim Nyass atau Ibrahim Niasse.

Anak kecil juga tidak lolos dari hukuman

Pengadilan yang sama pada hari Senin (10/08) juga menghukum seorang bocah lelaki berusia 13 tahun, Umar Farouk, dengan hukuman 10 tahun penjara kerja informal, atas tuduhan telah melakukan penistaan, kata pejabat pengadilan Ibrahim.

Dia mengatakan Farouk dinyatakan bersalah karena menggunakan kata-kata kotorterhadap Tuhan saat bertengkar dengan seorang temannya.

"Pengadilan menganggap usia anak itu masih di bawah umur dan menghukumnya 10 tahun penjara sebagai penjeraan dan untuk membuatnya berubah," kata Ibrahim. Kedua terpidana memiliki waktu satu bulan untuk mengajukan banding atas hukuman tersebut.

ap/vlz (reuters/afp)



Pengadilan Syariat di Nigeria Utara memvonis mati seorang penyanyi islami dengan pasal penistaan agama. Penyanyi tersebut dianggap menghina Nabi Muhammad.
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Ilmuwan Malaysia Berusaha Kembalikan Badak Sumatera dari Kepunahan
Sabtu, 12 September 2020 - 09:29 WIB
Ilmuwan dari Malaysia tengah berupaya mengembalikan keberadaan badak sumatera di Malaysia dengan men...
Malaysia Laporkan Mutasi Covid-19 yang 10 Kali Lebih Menular
Sabtu, 12 September 2020 - 09:29 WIB
Virus corona yang mengalami mutasi yang disebut strain D614G ditemukan dalam empat kasus Covid-19 da...
Bagaimana Indonesia Membangun Ekonomi Berbasis Inovasi di Masa Depan
Sabtu, 12 September 2020 - 09:29 WIB
Indonesia dinilai mempunya peluang yang sangat besar untuk mewujudkan ekonomi berbasis inovasi. Hal ...
Ilmuwan: Riset Kehilangan Penciuman Bisa Bantu Pengobatan Covid-19
Sabtu, 12 September 2020 - 09:29 WIB
Sebuah riset jaringan tisu hidung, diyakini bisa membantu pengembangan terapi baru Covid-19. Metoden...
Terapi Sel Punca Buka Harapan bagi Pengidap Diabetes
Sabtu, 12 September 2020 - 09:29 WIB
Diabetes tipe 1 adalah penyakit genetika, dimana sistem kekebalan tubuh menyerang sel beta di dalam ...
Tren Populasi Global, Perlindungan Lingkungan dan Sejarah Kelam Pengendalian Kepadatan Penduduk
Sabtu, 12 September 2020 - 09:29 WIB
Tingkat kesuburan menurun, populasi semakin menua, itulah tren kependudukan yang terlihat di negara-...
Kisah Pasien Positif Corona: “COVID Ini Musibah, Bukan Aib!”
Sabtu, 12 September 2020 - 09:29 WIB
Dari 8 anggota keluarga yang sempat divonis positif COVID-19, Niko Alfian Pratama (30) jadi satu-sat...
Selebriti Papan Atas Juga Tak Luput dari Infeksi Corona
Sabtu, 12 September 2020 - 09:29 WIB
Dari bintang Hollywood hingga Bollywood, berikut sederet selebriti yang positif terinfeksi COVID19. ...
Berapa Lama Pariwisata Thailand Bisa Bertahan Tanpa Wisman?
Sabtu, 12 September 2020 - 09:29 WIB
Ketika wisatawan mancanegara menjauh, agen-agen wisata bertutupan di Phuket, kawasan kunci untuk sek...
Bunda Teresa, Sosoknya di Mata Keponakan
Sabtu, 12 September 2020 - 09:29 WIB
Alois Gumbar adalah seorang pandai emas yang cukup terkenal di Skopje, ibu kota Macedonia Utara (dul...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV