Untuk Pertama Kali, Mesir Izinkan Warga Tinggalkan Gaza
Elshinta
Rabu, 12 Agustus 2020 - 17:53 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Untuk Pertama Kali, Mesir Izinkan Warga Tinggalkan Gaza
VOA Indonesia - Untuk Pertama Kali, Mesir Izinkan Warga Tinggalkan Gaza
Untuk pertama kali dalam beberapa bulan, Mesir telah membuka titik penyeberangan utama di Gaza bagi ribuan warga Palestina yang terjebak di kedua sisi perbatasan karena krisis virus corona. Warga Gaza yang memiliki paspor Mesir, paspor asing dan pasien yang ingin mendapatkan perawatan kesehatan di luar wilayah itu diizinkan keluar melalui titik penyeberangan di Rafah, yang dibuka selama tiga hari. Kementerian Dalam Negeri yang dijalankan oleh Hamas mengatakan sekitar 500 orang dijadwalkan meninggalkan Jalur Gaza pada Selasa (11/8). Ini adalah yang pertama sejak Maret lalu. Warga Palestina yang terdampar di Mesir dan luar negeri akan diizinkan kembali ke rumah, tambah kementerian itu. Lalu lintas kedatangan orang di pintu perbatasan itu ditutup sejak Mei lalu. Gaza tampaknya berhasil mencegah perebakan virus corona, sebagian karena blokade yang dilakukan Israel-Mesir yang telah membatasi dengan ketat pergerakan orang yang masuk dan keluar wilayah itu. Israel dan Mesir memberlakukan pemblokiran itu pada 2017 setelah kelompok militan Islam Hamas menguasai Gaza. Gaza melaporkan 81 kasus virus corona, tetapi semua warga yang terjangkit virus itu berada di pusat karantina wajib yang didirikan Hamas bagi siapa pun yang kembali ke wilayah itu. Belum ada laporan tentang perebakan virus corona di dalam Gaza. Untuk menyiapkan kembalinya ribuan warga Palestina lewat Rafah, Hamas telah membuka lebih banyak fasilitas isolasi di sepanjang Jalur Gaza. Kehidupan di Gaza kembali normal meskipun dibayangi virus itu. Minggu lalu sekolah-sekolah dibuka kembali. Masjid, kafe, pusat kebugaran dan olahraga hingga gedung perkawinan juga dibuka. Israel dan Hamas merupakan musuh bebuyutan yang telah terlibat dalam tiga perang dan sejumlah bentrokan sejak 2007. Selasa (4/8) pekan lalu, Israel menutup satu-satunya titik penyeberangan komersial di Gaza sebagai tanggapan terhadap balon berisi bahan peledak yang diluncurkan Palestina ke arah Israel. Balon-balon itu menimbulkan puluhan kebakaran di lahan-lahan Israel di dekat Gaza. Isarel mengatakan titik penyeberangan Karem Shalom akan ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut, tetapi lalu lintas bahan bakar, bahan pangan dan barang-barang kemanusiaan tidak terdampak. [em/ft]  
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pemimpin Med7: Turki Harus Akhiri Tindakan Sepihak
Sabtu, 12 September 2020 - 10:54 WIB
Para pemimpin tujuh negara Eropa selatan, Kamis (10/9), mendesak Turki agar mengakhiri "kegiatan sep...
Pembicaraan Damai Afghanistan yang Dimediasi AS Dimulai Sabtu 
Sabtu, 12 September 2020 - 10:54 WIB
Faksi-faksi yang bertikai di Afghanistan mengumumkan bahwa mereka akan memulai pembicaraan perdamaia...
China-India Setuju Redakan Ketegangan di Perbatasan Himalaya 
Sabtu, 12 September 2020 - 10:54 WIB
India dan China sepakat "keluar secepat mungkin" dari ketegangan di perbatasan Himalaya yang disengk...
Menlu AS akan ke Siprus untuk Upayakan Solusi Damai dengan Turki 
Sabtu, 12 September 2020 - 10:54 WIB
Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo, Kamis (10/9), mengatakan ia akan ke Siprus untuk mengupayak...
PM Spanyol Imbau Inggris Setujui Kesepakatan Brexit
Sabtu, 12 September 2020 - 10:54 WIB
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengeluarkan peringatan keras kepada pemerintah Inggris. Ia me...
Kasus Baru Virus Corona Menurun, Puerto Rico Buka Kembali Pantai
Sabtu, 12 September 2020 - 10:54 WIB
Puerto Rico kembali membuka pantai, kasino, pusat-pusat kebugaran, bioskop mulai hari Sabtu (12/9) s...
Kasus Covid-19 ‘Meningkat Pesat” di Kalangan Generasi Muda AS
Sabtu, 12 September 2020 - 10:54 WIB
India telah mencatat hampir 100 ribu kasus baru Covid-19 dalam satu hari. Negara di Asia Selatan ini...
Menlu AS: Perundingan Pihak-pihak yang Berperang di Afghanistan Kemungkinan Sengit
Sabtu, 12 September 2020 - 10:54 WIB
Perundingan antara pihak-pihak yang berperang di Afghanistan kemungkinan akan berlangsung sengit, na...
Protes terhadap Kebrutalan Polisi Terus Berlangsung di Bogota 
Sabtu, 12 September 2020 - 10:54 WIB
Protes menentang kebrutalan polisi di ibu kota Kolombia, Bogota, berubah menjadi kekerasan pada mal...
Mantan Menkeu Malaysia Hadapi 2 Tuduhan Baru Korupsi
Sabtu, 12 September 2020 - 10:54 WIB
Mantan Menteri Keuangan Malaysia Lim Guan Eng, Jumat (11/9), menyatakan dirinya tidak bersalah atas ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV