Afghanistan Bebaskan 80 dari 400 Tahanan Terakhir Taliban
Elshinta
Sabtu, 15 Agustus 2020 - 06:55 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Afghanistan Bebaskan 80 dari 400 Tahanan Terakhir Taliban
DW.com - Afghanistan Bebaskan 80 dari 400 Tahanan Terakhir Taliban

Pemerintah Afghanistan mulai membebaskan tahanan terakhir Taliban yang berjumlah 400 orang. Seorang juru bicara dewan keamanan mengatakan pembebasan itu dilakukan untuk memulai putaran lanjutan perundingan damai.

Pekan lalu, pemerintah sepakat untuk melepaskan 400 orang tahanan "inti" setelah berkonsultasi dengan majelis besar, sesepuh, dan tokoh masyarakat lainnya yang dikenal sebagai Loya Jirga.

"Pemerintah ... kemarin membebaskan 80 narapidana Taliban dari 400, dari sanksi Konsultatif Loya Jirga, untuk mempercepat upaya perundingan langsung dan abadi terkait gencatan senjata nasional, "kata Javid Faisal, juru bicara Dewan Keamanan Nasional.

Faisal tidak menyebutkan kapan 320 tahanan yang tersisa akan dibebaskan.

Ketidaksepakatan atas pembebasan para narapidana, termasuk beberapa dari mereka yang dituduh terkait dengan beberapa serangan paling berdarah, membuat negosiasi tertunda selama berbulan-bulan sehingga Amerika Serikat menarik pasukan atas dasar kesepakatan yang ditandatangani dengan Taliban pada Februari lalu.

Presiden Ashraf Ghani pada hari Senin (10/08) mengeluarkan dekrit untuk membebaskan kelompok terakhir narapidana. Namun Taliban tidak lantas merespon hal tersebut.

Sebelumnya, Taliban mengatakan akan melakukan perundingan perdamaian dengan pemerintah yang didukung AS di Qatar, dalam waktu seminggu setelah para tahanan dibebaskan.

Taliban selalu menolak berbicara dengan pemerintah Afghanistan, yang dianggapnya sebagai "boneka" AS. Tetapi mereka setuju untuk melakukan pembicaraan pembagian kekuasaan berdasarkan kesepakatan yang dicapai dengan Amerika Serikat, tentang penarikan pasukan untuk jaminan keamanan Taliban.

ha/rzn (AFP)



Afghanistan mulai membebaskan 400 tahanan Taliban secara bertahap pada Jumat (14/08). Pembebasan ini merupakan bagian dari kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Taliban pada Februari lalu di Qatar.  
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Ilmuwan Malaysia Berusaha Kembalikan Badak Sumatera dari Kepunahan
Sabtu, 12 September 2020 - 09:29 WIB
Ilmuwan dari Malaysia tengah berupaya mengembalikan keberadaan badak sumatera di Malaysia dengan men...
Malaysia Laporkan Mutasi Covid-19 yang 10 Kali Lebih Menular
Sabtu, 12 September 2020 - 09:29 WIB
Virus corona yang mengalami mutasi yang disebut strain D614G ditemukan dalam empat kasus Covid-19 da...
Bagaimana Indonesia Membangun Ekonomi Berbasis Inovasi di Masa Depan
Sabtu, 12 September 2020 - 09:29 WIB
Indonesia dinilai mempunya peluang yang sangat besar untuk mewujudkan ekonomi berbasis inovasi. Hal ...
Ilmuwan: Riset Kehilangan Penciuman Bisa Bantu Pengobatan Covid-19
Sabtu, 12 September 2020 - 09:29 WIB
Sebuah riset jaringan tisu hidung, diyakini bisa membantu pengembangan terapi baru Covid-19. Metoden...
Terapi Sel Punca Buka Harapan bagi Pengidap Diabetes
Sabtu, 12 September 2020 - 09:29 WIB
Diabetes tipe 1 adalah penyakit genetika, dimana sistem kekebalan tubuh menyerang sel beta di dalam ...
Tren Populasi Global, Perlindungan Lingkungan dan Sejarah Kelam Pengendalian Kepadatan Penduduk
Sabtu, 12 September 2020 - 09:29 WIB
Tingkat kesuburan menurun, populasi semakin menua, itulah tren kependudukan yang terlihat di negara-...
Kisah Pasien Positif Corona: “COVID Ini Musibah, Bukan Aib!”
Sabtu, 12 September 2020 - 09:29 WIB
Dari 8 anggota keluarga yang sempat divonis positif COVID-19, Niko Alfian Pratama (30) jadi satu-sat...
Selebriti Papan Atas Juga Tak Luput dari Infeksi Corona
Sabtu, 12 September 2020 - 09:29 WIB
Dari bintang Hollywood hingga Bollywood, berikut sederet selebriti yang positif terinfeksi COVID19. ...
Berapa Lama Pariwisata Thailand Bisa Bertahan Tanpa Wisman?
Sabtu, 12 September 2020 - 09:29 WIB
Ketika wisatawan mancanegara menjauh, agen-agen wisata bertutupan di Phuket, kawasan kunci untuk sek...
Bunda Teresa, Sosoknya di Mata Keponakan
Sabtu, 12 September 2020 - 09:29 WIB
Alois Gumbar adalah seorang pandai emas yang cukup terkenal di Skopje, ibu kota Macedonia Utara (dul...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV