Asosiasi Dokter Korea Selatan Tolak Rencana Penambahan Kuota Dokter
Elshinta
Sabtu, 15 Agustus 2020 - 06:55 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Asosiasi Dokter Korea Selatan Tolak Rencana Penambahan Kuota Dokter
DW.com - Asosiasi Dokter Korea Selatan Tolak Rencana Penambahan Kuota Dokter

Sekitar seperempat klinik medis di Korea Selatan ditutup pada hari Jumat (14/08) sebagai bentuk protes atas rencana pemerintah yang akan memperluas penerimaan mahasiswa di sekolah kedokteran untuk mengatasi kekurangan dokter.

Para dokter menyebut rencana tersebut sebagai "kebijakan populis" yang akan membuang-buang uang pajak dan memelihara sekolah kedokteran berkualitas rendah.

Pemerintah berencana menambah jumlah mahasiswa kedokteran sebanyak 4.000 dalam jangka waktu 10 tahun ke depan, yang bertujuan untuk menghadapi krisis kesehatan masyarakat seperti pandemi virus corona.

Namun Asosiasi Medis Korea (KMA), yang membantu mengorganisir protes tersebut, mengatakan bahwa negara sudah memiliki lebih dari cukup dokter. Peningkatan jumlah dokter baru hanya akan meningkatkan persaingan antara dokter dan tidak membantu meringankan disparitas infrastruktur medis antardaerah.

Setidaknya 8.365 dari total 33.836 fasilitas medis negara itu, termasuk klinik swasta, akan melakukan aksi turun ke jalan. Ratusan dokter rencananya akan menggelar aksi protes di luar gedung parlemen pada Jumat malam (14/08).

"Jumlah dokter per 1.000 orang telah meningkat 3,1 persen setiap tahun selama 10 tahun terakhir, enam kali lebih besar dari rata-rata OECD," kata KMA dalam sebuah pernyataan.

Aksi mogok berlangsung saat Korea Selatan melaporkan 103 kasus virus corona baru, di mana 85 di antaranya berasal dari dalam negeri. Jumlah ini merupakan jumlah kasus yang paling banyak ditularkan secara lokal sejak 31 Maret lalu, kata Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (KCDC) Korea.

Kasus-kasus baru yang disebabkan oleh kerumunan di sekitar gereja dan restoran cepat saji, membuat total kasus terkonfirmasi negara itu menjadi 14.873, dengan jumlah kasus kematian mencapai 305, pada Kamis tengah malam (13/08).

Pihak berwenang mengatakan mereka sedang meninjau apakah akan melanjutkan kebijakan menjaga jarak sosial yang lebih ketat, termasuk membatasi pertemuan hingga 50 orang di dalam ruangan dan 100 orang di luar ruangan. ha/hp (reuters)



Asosiasi dokter di Korea Selatan menggelar aksi turun ke jalan sebagai bentuk protes menentang rencana pemerintah yang akan menambah kuota mahasiswa di fakultas kedokteran.
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Fakta Menakjubkan Seputar Pepohonan
Selasa, 22 September 2020 - 09:37 WIB
Pepohonan menyerap karbon dari atmosfer, menjadi rumah bagi satwa dan meningkatkan kesejahteraan men...
Tren Virus Corona: Pandemi Belum Berakhir
Selasa, 22 September 2020 - 09:37 WIB
Apa tren global saat ini? Target semua negara adalah masuk bagian biru dari peringkat dan tetap ber...
Publikasi Ilmiah Riset-riset Vaksin Corona di Indonesia Dinilai Sangat Minim
Selasa, 22 September 2020 - 09:37 WIB
Para peneliti hingga saat ini masih terus berupaya mengembangkan antivirus dan obat yang efektif unt...
SARS-CoV-2: Kenapa Proses Kilat Pengembangan Vaksin Tidak Berisiko
Selasa, 22 September 2020 - 09:37 WIB
Lebih dari 170 kandidat vaksin SARS-CoV-2 sedang dikembangkan. Tujuh di antaranya sudah memasuki fas...
Pakistan Izinkan Produksi Rami, Varietas Tanaman Ganja
Selasa, 22 September 2020 - 09:37 WIB
Rapat kabinet yang dipimpin oleh Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan menyetujui pernyataan yang mem...
Dengan Protokol Kesehatan,  Abrahamsfest ke-20 Digelar di Recklinghausen
Selasa, 22 September 2020 - 09:37 WIB
Puluhan acara termasuk kampanye, musik dan lokakarya diselenggarakan mulai pekan ini hingga tanggal ...
Bangun Kebersamaan, Waligereja Jerman Usulkan Hari Libur Antaragama
Selasa, 22 September 2020 - 09:37 WIB
„Adanya hari kebersamaan dan refleksi di hari tersebut akan baik untuk Jerman,“ ujar Pre...
Giacomo Casanova, Bukan Sekadar Perayu Ulung dari Venesia
Selasa, 22 September 2020 - 09:37 WIB
Siang itu 12 September 1755, tanpa diberitahu akan kesalahan dan pelanggaran yang telah dilakukannya...
Pembatasan COVID-19 Dilonggarkan, Beberapa Keluarga di Irak Makamkan Ulang Kerabat
Selasa, 22 September 2020 - 09:37 WIB
Mohammad al-Bahadli menggali pasir di tengah gurun yang panas di Irak dengan tangan kosong untuk men...
Masa Pandemi Corona: Tantangan bagi Teokrasi Iran
Selasa, 22 September 2020 - 09:37 WIB
Kekecewaan menyelimuti warga Syiah di Iran. Mereka tidak diizinkan untuk ambil bagian dalam prosesi ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV