Sabtu, 21 Oktober 2017

Tiongkok targetkan pertumbuhan PDB 6,5 persen

Minggu, 05 Maret 2017 11:34

Ayo berbagi!

Tiongkok menargetkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto sebesar 6,5 persen pada 2017 atau masih berada di range tengah target yang dipatok pemerintah, yakni 6,5 persen-7 persen pada 2016.

"Tiongkok akan terus mengejar hasil kinerja ekonomi yang terbaik. Baik kualitas dan efisiensi kinerja ekonomi terus membaik pada tahun lalu. Dan yang terpenting bagaimana menjaga stabilitas pertumbuhan bagi penciptaan lapangan pekerjaan dan peningkatan kesejahteraan rakyat," kata Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang saat menyampaikan kinerja pemerintah pada pembukaan sesi tahunan Kongres Rakyat Nasional (KRN) di Beijing, Minggu (5/3).

Pada laporan yang diterima media, target tersebut merupakan yang terendah dalam 25 tahun terakhir, bahkan dibandingkan tahun lalu yakni sebesar 6,7 persen.

Laporan itu menambahkan, target tersebut diproyeksikan sesuai prinsip dan realita situasi ekonomi yang dihadapi Tiongkok saat ini, termasuk untuk mencapai target pembangunan masyarakat yang sejahtera pada 2020.

Pada 2017, Tiongkok menargetkan 11 juta lapangan pekerjaan di wilaah perkotaan, atau lebih besar satu juta dibandingkan 2016.

Pertumbuhan ekonomi Tiongkok pada 2016 tercatat 6,7 persen dan menyumbang lebih dari 30 persen dari pertumbuhan global, menurut laporan tersebut.

Dalam laporan tersebut juga disebutkan indeks harga konsumen naik sebesar dua persen pada 2016, keuntungan industri naik 8,5 persen, membalikkan penurunan tahun sebelumnya sebesar 2,3 persen, konsumsi energi per unit GDP turun lima persen.

Pada 2017, Tiongkok akan terus menerapkan kebijakan fiskal proaktif dan kebijakan moneter yang prudent untuk memegang ekonomi dalam kisaran yang tepat, menurut laporan tersebut.

Sementara rasio defisit terhadap PDB tetap tidak berubah dari tahun lalu, defisit fiskal pemerintah ditetapkan sebesar 2,38 triliun Yuan, atau meningkat 200 miliar Yuan, secara tahunan.

Pemerintah juga akan menerapkan berbagai instrumen kebijakan moneter, menjaga stabilitas dasar dalam likuiditas, mempertahankan suku bunga pasar pada tingkat yang sesuai, dan meningkatkan mekanisme transmisi kebijakan moneter.

Upaya akan dilakukan untuk meningkatkan arus sumber daya keuangan ke ekonomi riil, khususnya dalam mendukung pertanian, pedesaan dan petani, dan usaha kecil dan mikro, kata laporan itu. (Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar