Senin, 10 Desember 2018 | 08:06 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Waspada, 144 kecamatan di Sumbar berpotensi gerakan tanah

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Foto: elshinta.com
Ilustrasi. Foto: elshinta.com
<p>Longsor yang terjadi di beberapa titik di Kabupaten Limapuluh Kuto, Sumatera Barat (Sumbar), telah masuk dalam prediksi wilayah berpotensi gerakan tanah. Insiden banjir dan longsor di wilayah itu mengakibatkan enam orang meninggal dunia dan dua luka berat. </p><p>Dalam siaran tertulisnya melalui laman resmi BNPB, Selasa (7/3), Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyebut, sebanyak 144 kecamatan di wilayah 16 kabupaten/kota Provinsi Sumbar berpotensi gerakan tanah dengan kategori menengah hingga tinggi, pada Maret 2017.</p><p>Data tersebut dikeluarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sebagai peringatan dini kepada pemerintah daerah setempat. </p><p>Dijelaskan, kategori menengah mengacu pada kondisi di suatu daerah yang memiliki potensi menengah terjadi gerakan tanah yang disebabkan oleh curah hujan di atas normal, terutama pada daerah berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan. Sementara itu, pada kategori tinggi mengacu pada kondisi dengan curah hujan di atas normal dan gerakan tanah lama dapat aktif kembali. </p><p>Ke-16 kabupaten/kota yang tergolong dalam kategori menengah dan tinggi tersebut adalah Solok, Solok Selatan, Kota Solok, Agam, Kota Bukittinggi, Padang Pariaman, Kota Padang, Kota Sawahlunto, Sijunjung, Dharmasraya, Limapuluh Kuto, Tanah Datar, Pasaman Barat, Pasaman, Pesisir Selatan dan Kepulauan Mentawai. Dari 144 kecamatan, sekitar 69 kecamatan di 16 kabupaten/kota tersebut yang tergolong menengah hingga tinggi. </p><p>"Beberapa lokasi di Kabupaten Limapuluh Kuto, seperti di Kecamatan Kapursembilan dan Bukitbarisan, tergolong pada kategori menengah hingga tinggi," kata Sutopo. </p><p>Ia menambahkan, dilihat dari prakiraan cuaca pada 4 dan 5 Maret 2017, wilayah seputar Provinsi Sumatera Barat hujan lebat. Di sisi lain, BWS Sumatera I merilis data beberapa kabupaten di Sumatera Barat termasuk wilayah rawan banjir pada tanggal tersebut, seperti Limapuluh Kuto yang masuk kategori sangat rawan banjir. </p><p>Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. </p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pemilihan Presiden 2019 | 10 Desember 2018 - 08:05 WIB

Sandiaga: Data pertanian harus dibenahi

Megapolitan | 10 Desember 2018 - 07:53 WIB

Jakarta berpotensi hujan lebat disertai petir

Aktual Dalam Negeri | 10 Desember 2018 - 07:42 WIB

Zawawi Imron: Memajukan Indonesia butuh hati yang indah

Bencana Alam | 10 Desember 2018 - 07:19 WIB

Waspadai! Pakar: Geopark Ciletuh rawan gempa dan tsunami

<p>Longsor yang terjadi di beberapa titik di Kabupaten Limapuluh Kuto, Sumatera Barat (Sumbar), telah masuk dalam prediksi wilayah berpotensi gerakan tanah. Insiden banjir dan longsor di wilayah itu mengakibatkan enam orang meninggal dunia dan dua luka berat. </p><p>Dalam siaran tertulisnya melalui laman resmi BNPB, Selasa (7/3), Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyebut, sebanyak 144 kecamatan di wilayah 16 kabupaten/kota Provinsi Sumbar berpotensi gerakan tanah dengan kategori menengah hingga tinggi, pada Maret 2017.</p><p>Data tersebut dikeluarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sebagai peringatan dini kepada pemerintah daerah setempat. </p><p>Dijelaskan, kategori menengah mengacu pada kondisi di suatu daerah yang memiliki potensi menengah terjadi gerakan tanah yang disebabkan oleh curah hujan di atas normal, terutama pada daerah berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan. Sementara itu, pada kategori tinggi mengacu pada kondisi dengan curah hujan di atas normal dan gerakan tanah lama dapat aktif kembali. </p><p>Ke-16 kabupaten/kota yang tergolong dalam kategori menengah dan tinggi tersebut adalah Solok, Solok Selatan, Kota Solok, Agam, Kota Bukittinggi, Padang Pariaman, Kota Padang, Kota Sawahlunto, Sijunjung, Dharmasraya, Limapuluh Kuto, Tanah Datar, Pasaman Barat, Pasaman, Pesisir Selatan dan Kepulauan Mentawai. Dari 144 kecamatan, sekitar 69 kecamatan di 16 kabupaten/kota tersebut yang tergolong menengah hingga tinggi. </p><p>"Beberapa lokasi di Kabupaten Limapuluh Kuto, seperti di Kecamatan Kapursembilan dan Bukitbarisan, tergolong pada kategori menengah hingga tinggi," kata Sutopo. </p><p>Ia menambahkan, dilihat dari prakiraan cuaca pada 4 dan 5 Maret 2017, wilayah seputar Provinsi Sumatera Barat hujan lebat. Di sisi lain, BWS Sumatera I merilis data beberapa kabupaten di Sumatera Barat termasuk wilayah rawan banjir pada tanggal tersebut, seperti Limapuluh Kuto yang masuk kategori sangat rawan banjir. </p><p>Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. </p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

Jumat, 07 Desember 2018 - 09:47 WIB

IHSG diprediksi masih bergerak melemah

Kamis, 06 Desember 2018 - 09:52 WIB

BTS peringkat 8 artis top Billboard

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com