Kamis, 19 Oktober 2017

Kata Djarot soal `suasana` Pilkada DKI putaran kedua

Jumat, 10 Maret 2017 07:25

Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat. Foto: Antara Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat. Foto: Antara
Ayo berbagi!

Wakil Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Djarot Saiful Hidayat menyesalkan isu SARA masih mewarnai pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) putaran kedua yang akan berlangsung di DKI Jakarta pada 19 April 2017. 

"Jangan sampai gunakan isu SARA, tidak baik, 'kan masih juga terjadi," katanya pada wartawan saat ziarah di makam mantan Presiden Soekarno di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sanan Wetan, Kota Blitar, Jawa Timur, Kamis (9/3) malam.

Dikutip Antara, Djarot mengaku prihatin dengan masih ada yang memanfaatkan isu SARA dalam Pilkada ini.

Selain itu, banyak beredar di jejaring sosial berbagai meme yang isinya ajakan untuk menolak memilih pasangannya, Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok. Beragam meme itu menjadi viral di jejaring sosial.

Menurut dia, adanya beragam isu yang bahkan menjadi viral itu merupakan salah satu bentuk kebebasan yang sudah di luar batas demokrasi.

"Inilah sebetulnya kebebasan di medsos (media sosial), kalau menurut saya di luar batas-batas demokrasi, makanya saya datang ke makam Bung Karno ingin mengambil spiritnya. Saya ke ibu saya ambil spirit sambil berdoa, ke bapak juga berdoa," katanya.

Mantan Wali Kota Blitar itu mengatakan, dunia politik, salah satunya di Jakarta saat ini masih dalam proses pendewasaan dalam berdemokrasi. Padahal setiap warga mempunyai kesempatan yang sama, hak yang sama maupun kewajiban yang sama dalam Pilkada ini.

Ia pun berharap masyarakat lebih cerdas dan tidak terjebak dalam isu SARA. "Harusnya, masyarakat lebih melihat pada kinerja calon serta komitmennya dalam memimpin suatu daerah," harap dia.

"Untuk sekarang, bagaimana dalam proses transisi demokrasi di Jakarta ada kedewasaan, jangan sampai menggunakan isu SARA. Harusnya lihat kapasitasnya, 'track record', kinerjanya, komitmennya, seperti itu," tegasnya. 

Masih ada lagi informasi Pilgub DKI Jakarta 2017 menarik untuk anda, klik disini.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-der

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar