Selasa, 25 September 2018 | 21:01 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

/

Garda Bangsa kembali gelar musabakah kitab kuning

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Foto : Istimewa.
Foto : Istimewa.
<p>Dewan Koordinasi Nasional (DKN) Garda Bangsa menggelar kembali Musabakah Kitab Kuning (MKK) untuk kedua kalinya. Panitia MKK melaunching acara tersebut secara resmi pada Jumat (10/3) siang ini di kantor Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).</p><p><br></p><p>Menurut Sekretaris Panitia MKK, Anas Nasikhin, kegiatan MKK 2017 merupakan wujud konsistensi Garda Bangsa dan PKB mempertahankan tradisi keilmuan pesantren.</p><p><br></p><p>"MKK merupakan upaya untuk menjaga dan mengembangkan tradisi keilmuan pesantren yang selama ini mewarnai kehidupan muslim di Indonesia," katanya.</p><p><br></p><p>Adapun kitab yang diperlombakan, kata Anas, lebih bervariatif. Yakni kitab Fathul Qorib, Nadhom Imrithi, Ihya Ulumiddin dan Alfian Ibnu Malik. Sedangkan tahun lalu, panitia hanya melombakan kitan Ihya Ulumiddin.</p><p><br></p><p>"Tingkatan perlombaan pun dibagi dua, yakni tingkat ula dan tingkat ulya. Dengan hadiah total mencapai 500 juta," katanya.</p><p><br></p><p>Anas menambahkan, pelaksanaan MKK dilakukan dalam beberapa tahap. Tahap Penyisihan dilaksanakan pada tanggal 11 Maret sampai 16 April yang dilakukan di masing-masing kabupaten/kota se-Indonesia. Babak Semi final dilakukan pada 17 April- 25 April di masing-masing provinsi. Kemudian pelaksanaan final dan grand final dilaksanakan pada tanggal 29 April - 1 Mei di Jakarta.</p><p><br></p><p>"MKK digelar di 31 provinsi di Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut dan formulir pendaftaran dapat di download di www.gardabangsa.id," ucap Koordinator Nasional Garda Santri itu.</p><p><br></p><p>Sementara itu, Anggota Dewan Syuro DPP PKB yang juga Anggota DPR RI, KH Kholilurrahman menegaskan, Garda Bangsa sebagai badan otonom PKB telah menjalankan tugasnya dengan sangat baik dalam menjaga tradisi keilmuan yang diajarakan dalam kitab kuning. </p><p><br></p><p>"Kitab kuning yang diajarkan di pondok pesantren dengan perspektif ulama yang mengajarkannya semakin memperkaya khazanah keagamaan masyarakat Indonesia," katanya.</p><p><br></p><p>KH Kholilurrahman menambahkan, dengan mempelajari kitab kuning, masyarakat pesantren dan kaum nahdliyin pada umumnya menjadi lebih terbuka terhadap perbedaan pendapat.</p><p><br></p><p>"Bahkan, dengan mempelajari kitab kuning kita tidak akan mudah menuduh orang lain salah dan menuduh pihak lainnya benar. Untuk itu, tradisi mempelajari kitab kuning harus dijaga terus menerus agar tidak hilang," ucapnya.</p><p><br></p><p>KH Kholilurrahman menambahkan, dalam membuat kebijakan partai, PKB selalu merumuskan kebijakan- kebijakan politik memakai pertimbangan qaidah-qaidah ushul fiqh. Hal tersebut dilakukan dalam rangka mengamalkan dan sekaligus menjadikan kitab kuning sebagai rujukan. </p><p><br></p><p>"Karenanya PKB selalu menyatu dengan dunia pesantren, dan hasil kebijakannya dapat diterima masyarakat luas," ujarnya.</p><p><br></p><p>Di tempat sama, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DKN Garda Bangsa Nashiruddin Kholil mengapresiasi kegiatan MKK yang menjadi program tahunan Garda Santri. </p><p><br></p><p>"Semoga kegiatan ini sukses dan semakin mendekatkan PKB dan pesantren," tandasnya.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Olahraga | 25 September 2018 - 20:56 WIB

Indonesia incar dua medali emas tenis meja Asian Para Games 2018

Aktual Dalam Negeri | 25 September 2018 - 20:45 WIB

Bupati Lumajang siap berantas pungli

Peluang | 25 September 2018 - 20:35 WIB

Mengintip strategi pemasaran “Kue Artis”

Parenting | 25 September 2018 - 20:27 WIB

Binjai latih kader hak anak capai kota layak anak

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 20 September 2018 - 16:37 WIB

KPU gelar pleno penetapan capres/cawapres Pilpres 2019

Kamis, 20 September 2018 - 16:00 WIB

KPU Muko-muko tetapkan 281 DCT anggota legislatif

Kamis, 20 September 2018 - 14:56 WIB

1.350 bibit pohon ditanam di lahan kritis

Rabu, 19 September 2018 - 16:23 WIB

Gubernur Babel kunjungi balita positif virus Rubella

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com