Sabtu, 22 Juli 2017

8 Risiko Asuransi Pendidikan Anak yang Tidak Diungkap oleh Agen Penjual

Senin, 13 Maret 2017 12:00

courtesy https://www.cermati.com/artikel/8-risiko-asuransi-pendidikan-anak-yang-tidak-diungkap-oleh-agen-penjual courtesy https://www.cermati.com/artikel/8-risiko-asuransi-pendidikan-anak-yang-tidak-diungkap-oleh-agen-penjual
Ayo berbagi!

Sebelum membahas 8 risiko asuransi pendidikan anak, alangkah lebih baik kalau mempertegas istilah ‘asuransi pendidikan’ yang kian menjadi kesalahpahaman di kalangan masyarakat terutama di kalangan orang tua. Hal yang banyak dipahami oleh masyarakat awam adalah asuransi pendidikan sering kali disamakan dengan tabungan rencana pendidikan, padahal keduanya memiliki mekanisme pembiayaan pendidikan yang sama sekali jauh berbeda.

Asuransi pendidikan lebih identik dengan produk non-bank yang diselenggarakan melalui instrumen investasi dalam memenuhi biaya kebutuhan pendidikan atau yang lebih dikenal sebagai investasi unit link. Sedangkan tabungan rencana pendidikan adalah produk bank yang murni diselenggarakan oleh bank sebagai wadah dalam mengatur rencana keuangan untuk memenuhi biaya pendidikan.

Pendidikan adalah Investasi buat Masa Depan Anak

pendidikan sebagai investasi

Pendidikan adalah Investasi via ummi-online.com

 

Biaya pendidikan yang kian meningkat diikuti juga dengan biaya kehidupan sehari-hari, telah membuat banyak orang tua yang khawatir dengan biaya pendidikan anak mereka kelak di kemudian hari. Hal ini membuat berbagai macam alternatif perencanaan keuangan mereka ambil. Apalagi saat ini perusahaan asuransi pendidikan lagi gencar-gencarnya mempromosikan produk mereka sebagai salah satu alternatif solusi rencana biaya pendidikan anak mereka kelak. Produk asuransi pendidikan ini masuk dalam kategori asuransi plus investasi atau dalam dunia asuransi dikenal dengan nama unit link.

Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan asuransi pendidikan unit link ini, akan tetapi yang perlu diketahui lebih lanjut adalah bagaimana prosedurnya dan tingkat keberhasilan asuransi tersebut dalam menjamin kelangsungan pendidikan anak. Inilah yang kebanyakan orang masih belum mengetahui lebih detail.

Ada banyak informasi yang perlu untuk dicermati agar kita selalu berhati-hati dalam memilih program rencana pembiayaan pendidikan seperti halnya asuransi pendidikan unit link, karena umumnya pedagang, ada beberapa fakta risiko produk ini yang tidak atau jarang diungkap ke nasabah.

Berikut ini adalah 8 risiko asuransi pendidikan (unit link) yang kebanyakan tidak diutarakan ketika agen asuransi mendatangi tempat Anda untuk menjelaskan detail produknya :

1. Risiko Asuransi Pendidikan Unit Link Berbeda dengan Menabung

risiko asuransi pendidikan

Risiko Asuransi Pendidikan via wedlite.id

 

Pada saat agen penjual menyodorkan proposal asuransi kepada Anda terkadang mereka hanya mengatakan optimisme-optimisme tanpa memberi kesempatan kepada calon nasabah untuk memikirkan risiko-risiko yang sangat mungkin terjadi. Karena dalam asuransi pendidikan terdapat prinsip dan profil risiko yang sangat berbeda dengan tabungan rencana pendidikan.

Jarang sekali bahwa agen penjual asuransi pendidikan mengatakan bahwa asuransi pendidikan unit link adalah sarana investasi yang bisa digunakan untuk merencanakan biaya pendidikan dengan dua kemungkinan yaitu untung atau rugi.

Untung atau rugi juga sangat tergantung pada kondisi pasar karena asuransi pendidikan unit link pada dasarnya adalah menempatkan premi yang dibayarkan oleh nasabah ke dalam pos-pos investasi dengan instrumen yang berbeda-beda seperti obligasi, saham, dan lain sebagainya.  Dan sangat jarang pula para agen penjual mengatakan bahwa asuransi pendidikan unit link tidak memiliki jaminan dari pemerintah.

2. Potongan Biaya yang Sebenarnya Lumayan Besar

Jangan heran kalau Anda mengikuti asuransi pendidikan unit link sebelum 5 tahun Anda akan mendapati nilai investasi yang fluktuatif atau malah bisa merosot drastis. Ini dikarenakan dalam asuransi pendidikan (unit link) terdapat potongan biaya yang lumayan besar. Potongan-potongan biaya ini terkadang disembunyikan ketika Anda diberikan proposal pengajuan.

Sebagai langkah antisipatif Anda harus cerdas sebagai calon nasabah dan Anda harus menanyakan total potongan biaya maupun komisi yang dikenakan. Biasanya biaya potongan yang paling besar adalah di 5 tahun pertama. Dengan itu Anda bisa mengantisipasi dan bisa berinvestasi jauh-jauh hari agar dana yang disiapkan untuk pendidikan tersebut akan dapat dinikmati pada saat yang tepat.

3. Masa Pembayaran yang Molor

Pada umumnya agen penjualan akan selalu menanamkan optimisme kepada calon nasabah bahwa mereka memiliki masa pembayaran premi asuransi pendidikan yang sangat singkat dan apabila masa pembayarannya sudah selesai maka nasabah tidak perlu lagi membayar premi.

Hal ini ternyata tidak sepenuhnya berlaku mengingat masa pembayaran di asuransi tergantung pada hasil return investasi. Oleh karena itu para orang tua harus memiliki langkah antisipatif untuk pembayaran premi yang lebih lama dari waktu yang dijanjikan.

Baca Juga : Menyiapkan Dana Pensiun Sejahtera Lewat Reksadana

4. Besar Kecilnya Uang Proteksi Jiwa

Hal penting selanjutnya yang harus diperhatikan dengan mengikuti asuransi pendidikan anak adalah besar kecilnya uang pertanggungan ketika terjadi apa-apa terhadap orang tua. Pertanyaan yang paling mendasar di sini adalah ketika terjadi sesuatu kepada orang tua apakah sang anak akan memiliki cukup proteksi jiwa atau biaya hingga mereka lulus sekolah?

Ingat bahwa asuransi pendidikan melalui jalur ini menawarkan uang proteksi jiwa yang sangat kecil karena yang menjadi fokus dalam unit link adalah hasil investasi. Jika hasil investasinya besar maka mungkin uang yang dapat dipertanggungkan juga besar dan sebaliknya.

5. Instrumen Investasi Tidak Jelas

instrumen investasi

Instrumen Investasi via wisegeek.com

 

Disini poin yang perlu dipahami adalah instrumen investasi apa yang tepat untuk rencana keuangan yang Anda inginkan. Jangan sampai tergiur oleh yang namanya high return. Jika Anda bertanya kepada sang sales agen, maka tentu dia akan memilih instrumen yang return-nya tinggi, seperti saham. Tentu saja ini sangat masuk akal karena itu menjadi salah satu Andalan mereka agar Anda tertarik.

Anda perlu mengklarifikasi dan terutama harus belajar mengenai instrumen investasi yang paling aman untuk digunakan. Ingat bahwa dalam dunia investasi, high return biasanya selalu berbarengan dengan high risk.

6. Tidak Membaca dan Memahami Polis dengan Baik

Anda malas membaca polis dan asal menyetujui untuk ikut bergabung? Maka ini akan menjadi risiko terbesar Anda. Meskipun Anda tidak membacanya mungkin sales agen tersebut membiarkan begitu saja. Perlu diketahui bahwa polis tersebut berisi tentang term and conditions dalam asuransi. Polis asuransi menjadi dasar legal setiap tindakan atau apapun yang terkait dengan asuransi.

Baca Juga : Mengenal Instrumen Pasar Modal dan Cara Investasinya

7. Tidak ada Penjelasan tentang Presentase Keberhasilan dari  Proyeksi Nilai Uang yang Diterima

Karena sebenarnya ketika orang mengikutkan asuransi pendidikan untuk anak mereka, sebenarnya mereka juga berharap untuk memiliki tabungan. Proyeksi inilah yang harus diperhitungkan secara masak. Perlu diingat bahwa proyeksi nilai uang yang Anda jadikan investasi tidak dapat menjamin dan bisa saja tidak dapat tercapai.

8. Konsekuensi Rider

Rider adalah asuransi tambahan yang biasanya juga ditawarkan oleh sales agen kepada calon nasabahnya. Biasanya rider berupa asuransi tambahan untuk kesehatan, cacat tetap maupun jenis proteksi lainnya. Kebanyakan orang luput untuk memperhatikan hal ini karena memang jarang dijelaskan oleh sales agen. Bahwa dengan mengambil rider tersebut maka secara otomatis akan mengurangi jatah investasi.

Jangan Sampai Salah Pilih Produk Asuransi

Asuransi pendidikan masuk kategori rencana keuangan jangka panjang, oleh karena itu sebelum Anda membeli produk ini pahami produk dan risiko diatas dengan baik agar tidak menyesal nantinya.

Baca Juga : Tertarik Berinvestasi Saham? Ini Tips dan Cara Aman Investasinya

 

Artikel disalin secara otomatis, Baca artikel aslinya di Cermati.com

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar