Kamis, 27 Juli 2017

Kredit Pendidikan dengan Bunga dan Tanpa Bunga, Ini Pertimbangannya

Selasa, 14 Maret 2017 12:00

courtesy https://www.cermati.com/artikel/kredit-pendidikan-dengan-bunga-dan-tanpa-bunga-ini-pertimbangannya courtesy https://www.cermati.com/artikel/kredit-pendidikan-dengan-bunga-dan-tanpa-bunga-ini-pertimbangannya
Ayo berbagi!

Salah satu kendala perkembangan pendidikan di tanah air adalah masalah biaya. Sebagian besar perusahaan selalu membuat syarat minimal pendidikan bagi karyawannya setidaknya lulusan D3. Padahal lebih dari separuh tenaga kerja didominasi oleh tenaga kerja berpendidikan SLTA. Lagi-lagi biaya kuliah yang tidak terjangkau menjadi penghalang impian mereka.

Sebenarnya sudah banyak solusi tawaran beasiswa bagi mereka yang tidak mampu. Sayangnya beasiswa terbatas bagi mereka yang pintar secara akademik, sedangkan pelajar yang masuk kategori prestasi akademik biasa saja sudah pasti tidak bisa menikmati solusi terbatas ini.

Jalan terakhir menyambung mimpi di dunia akademik adalah dengan meminjam uang untuk biaya sekolah, mulai dari skema pinjam saudara sampai pinjam ke bank. Kredit pendidikan di luar negeri sudah biasa, sedangkan di tanah air sempat muncul namun tidak jadi berlanjut karena banyak yang macet. Ulasan lengkap produk ini bisa disimak dalam uraian dibawah ini:

1. Mengajukan Kredit Pendidikan di Luar Negeri Sudah Biasa Dilakukan

kredit pendidikan

Kredit Pendidikan via ajginternational.com

 

Negara maju di bidang pendidikan dan industri seperti Korea, Amerika Serikat, dan Inggris, Kredit Pendidikan sudah umum di masyarakat. Ternyata di negara maju tersebut tidak semua pelajar mampu membayar pendidikannya sendiri. Negara juga tidak bisa sepenuhnya membebaskan biaya sekolah warganya sehingga calon mahasiswa program Bachelor (S1) maupun pasca sarjana yang kekurangan dana tetapi tidak mendapatkan beasiswa bisa mengajukan aplikasi Kredit Pendidikan.

Pinjaman dana yang diberikan juga terbatas, hanya mencakup biaya perkuliahan, buku, dan bisa juga hingga biaya hidup selama kuliah.

1. Skema Kredit Pendidikan di Luar Negeri

Pada umumnya, setiap negara memiliki peraturan berbeda mengenai kredit pendidikan. Namun secara umum skema kredit pendidikan terutama mengenai kewajiban mengangsur dibagi menjadi dua kategori sebagai berikut:

  • Pembayaran kembali kredit tersebut beserta bunganya harus dimulai sang peminjam segera setelah wisuda, tak peduli ia sudah mendapat pekerjaan atau belum
  • Pembayaran kembali bisa dicicil setelah peminjam bisa mendapatkan pendapatan sendiri, tak peduli ia mendapatkan pekerjaan segera setelah lulus atau lama setelahnya.  

2. Bunga Kredit Pendidikan di Luar Negeri

Kebijakan bunga kredit pendidikan di luar negeri tergantung seberapa besar anggaran pendidikan dari negara tersebut. Secara umum skema bunga kredit diluar negeri mengikuti pola sebagai berikut:

  • Ada negara yang menyediakan kredit pendidikan tanpa bunga dan berbunga bagi segmen masyarakat berbeda
  • Ada yang hanya menyediakan kredit berbunga saja
  • Ada juga yang menyediakan subsidi berkategori tertentu

Kredit pendidikan termasuk kelompok kredit tanpa agunan sehingga jika diterapkan menggunakan bunga tentu bunga yang dikenakan kepada debitur akan tinggi. Semua itu tergantung pemerintah dari negara yang bersangkutan. Hal ini pernah menjadi masalah besar di Amerika Serikat, akibat besarnya cicilan dan tidak lagi proporsional dengan pendapatan potensial setelah lulus.

3. Debitur/Peminjam Kredit adalah Mahasiswa, sedangkan Orang tua sebagai Penjamin

Dalam skema pinjaman kredit pendidikan, hal yang tak kalah pentingnya adalah status peminjam adalah sang mahasiswa/calon mahasiswa itu sendiri, bukan orang tuanya. Disini orang tua bisa berperan sebagai penjamin atau membantu pembayaran cicilan di kemudian hari, sehingga mahasiswa punya tanggung jawab untuk melunasinya setelah lulus nantinya.

2. Kredit Pendidikan Di Indonesia

Di Indonesia Kredit Pendidikan seperti itu belum dikenal. Pernah ada pada tahun 1980-an dengan nama Kredit Mahasiswa Indonesia (KMI), namun bubar dengan sendirinya karena banyak yang menunggak sehingga kredit yang dikucurkan tidak kembali.  Saat ini menunggu komitmen pemerintah apakah skema kredit mahasiswa tersebut akan dilanjutkan atau tidak.

Baca Juga : Pakai KTA untuk Biaya Pendidikan? Ini Manfaat yang Anda Dapatkan

3. Institusi Penyelenggara Kredit Pendidikan Tanpa Bunga

institut penyelenggara kredit pendidikan

Institut Penyelenggara Kredit Pendidikan via aieacademy.ca

 

Sejauh ini, sebenarnya ada tiga institusi pemerhati pendidikan yang memberikan kredit pendidikan tanpa bunga, yaitu:

  • Yayasan Putra Sampoerna Foundation (PSF)
  • Yayasan Sosial Bina Sejahtera (YSBS) Cilacap
  • Surya University Tangerang

Pendiri dari ketiga institusi tersebut merupakan tokoh yang terbukti konsisten dalam memperhatikan kemajuan dunia pendidikan di tanah air. Jika lolos seleksi, penerima kredit dapat menjalankan studi tanpa merisaukan biaya, dan baru mulai mencicil pengembalian setelah mulai bekerja.

Kelemahannya adalah jumlahnya terbatas, di mana dana pengembalian kredit sebelumnya akan digulirkan kembali ke pelajar/mahasiswa lain yang membutuhkan. Dengan sistem seperti ini maka syarat yang harus dipenuhi juga ketat untuk bisa lolos seleksi kredit.

4. Produk Kredit Pendidikan dari Perbankan

Sebenarnya produk kredit mahasiswa ini cukup menarik perhatian dunia perbankan. Buktinya sejumlah Bank juga sudah mulai menyediakan kredit pendidikan berbunga yaitu:

  • KBA Pendidikan Bank Mandiri
  • BNI Cerdas

Kedua kredit pendidikan tersebut ditujukan khususnya bagi bagi mereka yang telah berpenghasilan dan ingin melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

Beberpa ketentuan yang harus diperhatikan adalah:

  • Pemohon kredit harus sudah berpenghasilan tetap dengan gaji minimal tertentu
  • Bunga untuk kredit pendidikan terhitung tinggi. KBA Pendidikan Bank Mandiri, misalnya, disebutkan di website-nya berbunga minimal sekitar 1,31% flat per-bulan, atau 28% pertahun efektif floating.

Baca Juga : Biaya Pendidikan Kurang? Ini Cara Mengatasinya

5. Pertimbangan Untuk Mengambil Kredit Pendidikan

Agar calon pemohon kredit pendidikan tidak terjebak dalam pengajuan kredit yang tidak maksimal yang berpotensi pada kredit macet maka ada sejumlah poin yang perlu dipikirkan sebelum memutuskan untuk mengambil kredit tersebut, yaitu:

1. Passion dan Jurusan Sesuai

Ada banyak cara untuk sukses dalam karir, salah satunya pendidikan tinggi. Namun sebenarnya ada jalur karir profesional lain diluar itu seperti training, kursus, networking (mengembangkan jaringan), dan lain sebagainya. Pastikan karir yang Anda incar memang membutuhkan gelar S1, S2 atau S3. Di luar itu, sebaiknya tidak perlu mengambil kredit untuk studi lanjut.

2. Proyeksi Penghasilan Sebanding dengan Beban Kredit

Saat awal mengajukan kredit Anda akan mendapatkan ilustrasi total beban bunga yang harus anda tanggung sampai lunas. Pertimbangkan dengan baik apakah kelak saat Anda lulus dan bekerja, Anda akan memiliki penghasilan yang relevan dengan beban bunga tersebut. Ingat bahwa tidak semua pekerjaan akan memberikan imbal balik tinggi.

3. Serius dan Menganggap Studi Lanjut adalah Jalur Karir yang Utama

Banyak kasus mahasiswa salah mengambil jurusan yang membuat studi mereka jadi terbengkalai. Anda bisa bayangkan betapa ruginya jika biaya studi kondisi tersebut dibiayai dari hutang bank. Oleh karena itu pastikan bahwa Anda serius dan menganggap studi lanjut adalah jalur karir yang utama untuk menghindari kasus drop out atau studi molor yang semakin merugikan Anda dan keluarga.

Kredit Pendidikan sebagai Pengganti Dana Pendidikan

Kredit pendidikan bisa jadi salah satu solusi mahalnya biaya sekolah saat ini. Kepedulian pemerintah untuk menekan biaya bunga sangat diperlukan, sedangkan dari sisi mahasiswa sendiri, keseriusan dalam mengambil studi dan karir juga sangat menentukan apakah program seperti ini bisa berjalan dengan baik di Indonesia.

Baca Juga : Pentingnya Asuransi Pendidikan untuk Anak

 

Artikel disalin secara otomatis, Baca artikel aslinya di Cermati.com

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar