Kamis, 21 Juni 2018 | 13:14 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

Mahkamah Eropa izinkan larangan berhijab di tempat kerja

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mario Vau    |    Editor : Administrator
Ilustrasi (sumber: Animasi Unik)
Ilustrasi (sumber: Animasi Unik)
<p>Dalam sebuah putusannya, pengadilan tertinggi di Uni Eropa yaitu Mahkamah Eropa menetapkan bahwa larangan penggunaan lambang-lambang keagamaan di tempat kerja diperbolehkan. Putusan ini dapat dianggap sebagai langkah mundur bagi kebebasan mengutarakan pendapat dan kebebasan beragama. Menurut pengadilan, melarang lambang yang mewakili sebuah keyakinan, ideologi atau falsafah bukanlah merupakan sebuah bentuk diskriminasi. </p><p>Seperti dilansir <i>The Guardian</i>, pemberi kerja diizinkan diperbolehkan untuk melarang stafnya mengenakan tanda-tanda keagaaman yang terlihat. Ini merupakan putusan pertama dari Mahkamah Eropa terkait penggunaan hijab di tempat kerja. Akan tetapi, hal ini tidak berarti bahwa permintaan dari pelanggan menjadi dasar untuk itu,&nbsp;</p><p>Putusan ini berpotensi menuai kontroversi, terutama di Belanda - yang dalam waktu dekat akan melaksanakan pemilihan umum; persoalan imigrasi khususnya dari negara-negara berpenduduk Muslim telah menjadi satu tema yang diperdebatkan. Mahkamah Eropa mengeluarkan putusan terkait dua kasus yang menimpa perempuan di Prancis dan Belgia, dimana mereka mengalami penghentian hubungan kerja setelah menolak melepas hijab mereka di tempat kerja.&nbsp;</p><p>"Sebuah peraturan perusahaan internal yang melarang penggunaan lambang politik, filosofis ataupun keagamaan bukanlah merupakan sebuah bentuk diskriminasi langsung," menurut pernyataan dari pengadilan.&nbsp;</p><p>"Akan tetapi, jika tidak adanya suatu peraturan, bukan merupakan suatu keharusan seorang pekerja untuk mengindahkan keinginan pelanggan untuk tidak&nbsp;dilayani oleh pekerja yang menggunakan penutup kepala Islami tersebut. Hal ini bukanlah suatu keharusan pekerjaan."&nbsp;</p><p>Mahkamah Eropa membuat putusan yang sensitif ini dengan pertimbangan wajarnya&nbsp;sebuah usaha hendak memberikan citra yang netral dan memberikan kebebasan bagi perusahaan untuk menentukan aturannya sendiri.&nbsp;</p><p>Kasus pertama melibatkan seorang perempuan bernama Samira Achbita yang bekerja di cabang perusahaan keamanan G4S di Belgia. Setelah bekerja tiga tahun, dia&nbsp; memutuskan untuk memakai hijab di tempat kerja karena alasan keagamaan. Achbita dipecat karena menolak melepaskan hijabnya di tempat kerja. Perusahaan menyatakan bahwa dia melanggar aturan tidak tertulis untuk tidak memakai lambang-lambang keagamaan.&nbsp;</p><p>Sedangkan kasus kedua menimpa insinyur bernama Asma Bougnaoui yang dipecat dari perusahaan teknologi informasi bernama Micropole, setelah keluhan dari seorang pelanggan yang mengklaim stafnya "dipermalukan" oleh hijab yang dikenakan Bougnaoui ketika tengah melakukan konsultasi di kantor kliennya itu. Sebelum mengambil pekerjaan tersebut, dia telah diperingatkan bahwa memakai hijab dapat menjadi masalah bagi pelanggannya.&nbsp;</p><p>Sementara dalam kasus pertama, Mahkamah Eropa tidak mengganggap terjadinya diskriminasi, dalam kasus kedua Mahkamah Eropa menyetujui bahwa telah terjadi sebuah proses diskriminasi.&nbsp;</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Ekonomi | 21 Juni 2018 - 12:58 WIB

Darmin: Perbaikan struktur ekspor atasi perang dagang

Aktual Dalam Negeri | 21 Juni 2018 - 12:48 WIB

Kemenkes masih siagakan petugas kesehatan di sejumlah titik

Aktual Dalam Negeri | 21 Juni 2018 - 12:33 WIB

Presiden Jokowi ulang tahun ke-57 hari ini

Aktual Dalam Negeri | 21 Juni 2018 - 12:27 WIB

KPK panggil tujuh anggota DPRD Kota Malang

Aktual Dalam Negeri | 21 Juni 2018 - 12:12 WIB

AHY kritik pengangkatan M Iriawan jadi Pj Gubernur Jabar

Sosbud | 21 Juni 2018 - 11:52 WIB

Kearifan lokal Koto Gadang masih tetap terjaga

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

Sabtu, 16 Juni 2018 - 11:27 WIB

Polisi tembak pembunuh nenek di Tapanuli Selatan

Selasa, 12 Juni 2018 - 12:26 WIB

Hari raya Idul Fitri, listrik aman dari pemadaman

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com