Minggu, 26 Maret 2017

Fenomena equinox lintasi Sumbar, kapan dan apa yang terjadi?

Rabu, 15 Maret 2017 14:07

Ilustrasi. Ilustrasi.
Ayo berbagi!

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan fenomena equinox yaitu matahari tepat berada di atas garis khatulistiwa akan melintasi tiga daerah di Sumatera Barat yaitu Kabupaten Limapuluh Kota, Kabupaten Pasaman, dan Kabupaten Pasaman Barat.

"Di Sumatera Barat, matahari mulai kontak dengan garis khatulistiwa pada 20 Maret 2017 pukul 10.51 WIB dan mulai meninggalkan garis khatulistiwa pada tanggal 21 Maret 2017 pukul 16.39 WIB," kata Kepala Stasiun Koordinator BMKG Sumatera Barat, Rahmat Triyono di Padang, Rabu (15/3).

Ia menjelaskan equinox merupakan fenomena astronomi yang terjadi ketika matahari berada tepat diatas garis khatulistiwa sehingga pada saat fenomena ini berlangsung, durasi siang dan malam di seluruh bagian bumi relatif hampir sama, termasuk pada wilayah subtropis di bagian utara maupun selatan.

Fenomena tersebut tidak selalu mengakibatkan peningkatan suhu udara secara drastis, karena equinox bukan merupakan fenomena seperti "heatwave" yang terjadi di Afrika dan Timur Tengah dapat mengakibatkan peningkatan suhu udara secara besar dan bertahan lama, ujarnya.

Rahmat menyampaikan pada 2017, fenomena ini terjadi pada 20 hingga 21 Maret dan 23 September 2017, melintasi beberapa provinsi di wilayah Indonesia mulai dari Ternate, Maluku Utara, Sulawesi Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Barat dan berakhir di Pulau Telo Sumatera Utara.

Ia mengatakan pada 2016 fenomena equinox dirayakan di Provinsi Sumatra Barat dengan istilah perayaan titik kulminasi tepatnya di garis khatulistiwa yakni kabupaten Pasaman.

Perayaan ini di ikuti oleh Stasiun Geofisika Padang Panjang, Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata kabupaten Pasaman. 

"Saat perayaan, Stasiun Geofisika Padang Panjang melakukan pengamatan sinar Matahari menggunakan alat yang disebut Camble Stock," kata dia

Perayaan fenomena Equinox ini merupakan salah satu ikon pariwisata di provinsi Sumatra barat yang diadakan tiap tahun. 

"Biasanya perayaan ini dilakukan pada bulan Maret, namun karena pada bulan Maret dan April merupakan puncak musim hujan sehingga untuk tahun 2017 akan diadakan pada bulan September," katanya. (Ant)

(Der)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-DeN

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar