Jumat, 22 Juni 2018 | 01:23 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

Kremlin bantah terlibat dalam serangan siber ke Yahoo

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
<p>Kremlin pada Kamis (16/03) membantah keterlibatan Rusia dalam kejahatan siber setelah Amerika Serikat mendakwa dua agen badan intelijen Rusia (Federal'naya Sluzhba Bezopasnosti/FSB) atas serangan siber di Yahoo yang mengganggu 500 juta akun. </p><p>"Seperti yang telah kami sampaikan berulang kali, tidak perlu diragukan lagi bahwa tidak ada keterlibatan resmi dari badan Rusia, termasuk FSB, dalam tindakan ilegal di dunia siber," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov sebagaimana dikutip kantor berita AFP. </p><p>Kementerian Kehakiman Amerika Serikat pada Rabu mendakwa dua agen intelijen Rusia dan sepasang peretas atas salah satu serangan siber terbesar dalam sejarah, yang dimulai pada 2014 dengan tujuan melakukan spionase dan memperoleh keuntungan finansial.</p><p>Untuk pertama kalinya Washington mengajukan gugatan pidana terhadap pejabat Rusia atas pelanggaran terkait dunia siber, dan dilakukan di tengah penyelidikan terpisah terhadap dugaan campur tangan Rusia dalam pemilu Amerika Serikat.</p><p>Agen-agen Rusia yang dituding mengarahkan serangan yang menyasar pejabat Amerika Serikat dan Rusia diidentifikasi bernama Dmitry Dokuchaev dan Igor Sushchin, keduanya anggota FSB, lembaga penerus KGB Rusia.</p><p>Amerika Serikat menyatakan Dokuchaev adalah pejabat di Pusat Keamanan Informasi FSB, yang dikenal sebagai Center 18, yang ditugasi menyelidiki peretasan.</p><p>Dokuchaev (33) tahun lalu dilaporkan telah ditangkap di Moskow oleh otoritas Rusia dengan tudingan pengkhianatan yang berkaitan dengan Amerika Serikat. </p><p>Dia dituduh mengarahkan peretasan di Yahoo bersama dengan atasannya, Sushchin (43).</p><p>Kedua pejabat itu "melindungi, mengarahkan, memfasilitasi dan membayar peretas kriminal untuk mengumpulkan informasi melalui pengacauan komputer di Amerika Serikat dan tempat lain," kata penjabat asisten jaksa agung Mary McCord kepada wartawan.</p><p>Mereka dituduh menyewa dua peretas, Alexsey Belan dan Karim Baratov, untuk melancarkan serangan yang berlanjut hingga akhir 2016.</p><p>Baratov, yang digambarkan sebagai warga Kanada-Kazakhstan berusia 22 tahun, menurut laporan sudah ditangkap pekan ini di Kanada dengan surat perintah penangkapan Amerika Serikat.&nbsp;(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kecelakaan | 21 Juni 2018 - 21:38 WIB

TNI kerahkan penyelam Marinir cari korban KM Sinar Bangun

Event | 21 Juni 2018 - 21:21 WIB

Messi lebih baik daripada Maradona

Asian Games 2018 | 21 Juni 2018 - 21:12 WIB

Menpora: Prediksi medali Asian Games sudah 80 persen

Pilkada Serentak 2018 | 21 Juni 2018 - 20:57 WIB

Prabowo Subianto semangati kader di Pilkada Sumatera Selatan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

Sabtu, 16 Juni 2018 - 11:27 WIB

Polisi tembak pembunuh nenek di Tapanuli Selatan

Selasa, 12 Juni 2018 - 12:26 WIB

Hari raya Idul Fitri, listrik aman dari pemadaman

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com