Sabtu, 18 November 2017

KPR Tenor Panjang, Apakah Menguntungkan atau Malah Merugikan?

Jumat, 17 Maret 2017 15:00

courtesy https://www.cermati.com/artikel/kpr-tenor-panjang-apakah-menguntungkan-atau-malah-merugikan courtesy https://www.cermati.com/artikel/kpr-tenor-panjang-apakah-menguntungkan-atau-malah-merugikan
Ayo berbagi!

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun lalu mengumumkan rencana perpanjangan tenor kredit kepemilikan rumah (KPR), hal ini bisa menjadi angin segar bagi kita semua. Terutama, bagi masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah yang ingin segera memiliki rumah idaman tapi selalu terkendala dengan masalah penghasilan yang pas-pasan.

Perpanjangan masa tenor sendiri, rencananya akan diperpanjang menjadi 30 tahun, dibanding sebelumnya yang hanya 20 tahun atau 25 tahun maksimal. Dengan tenor hingga mencapai 30 tahun ini, bisa menjadi solusi yang cukup melegakan bagi masyarakat berpenghasilan minim (Rp3 juta per bulan) untuk mengajukan KPR.

Kenapa fitur KPR tenor panjang ini sangat menarik? Karena salah satu manfaat nyata dari layanan ini adalah pembayaran jumlah cicilan per-bulan yang menjadi lebih ringan, walaupun ada konsekuensi yang mungkin dihadapi nasabah yaitu meningkatnya total bunga yang harus dibayarkan. Untuk membahas masalah ini lebih lanjut, kali ini kami akan membahas keuntungan serta kerugian dengan mengambil KPR tenor panjang. Sehingga Anda bisa menimbang-nimbang lebih matang sebelum memanfaatkan layanan ini:

Baca Juga: Pilih sewa rumah, apartemen atau ambil KPR? Mana yang lebih untung ya?

Keuntungan KPR Tenor Panjang

Rumah Bank

Kredit Rumah via shutterstock.com

 

Selain angsuran lebih ringan, KPR yang punya tenor panjang memiliki keuntungan seperti ini:

  1. Pembayaran Jumlah DP Menjadi Lebih Fleksibel

Terkadang, bila kita tidak memiliki dana yang cukup untuk membayar uang Down Paymnet (DP), bank akan memberikan kemudahan berupa pengurangan jumlah uang DP yang mesti dibayar dan masa pelunasan yang lebih panjang. Dalam kaitannya dengan pembahasan kali ini, kehadiran fitur KPR tenor panjang membuat jumlah pembayaran DP KPR menjadi lebih fleksibel. Sebab, bank tidak akan mengambil risiko dengan mengizinkan nasabah membayar uang DP terlalu rendah sementara cicilan yang mesti dibayar sangat besar dan waktu pelunasannya sedikit.

  1. Anda Bisa Lebih Mudah Mengatur Keuangan

KPR tenor panjang bisa dibilang cocok digunakan oleh para pekerja dengan mendapat penghasilan rutin atau bulanan. Pekerja yang memiliki pola gaji seperti ini diantaranya buruh, pegawai kantoran, atau PNS. Walaupun penghasilan mereka banyak yang pas-pasan, tapi secara keseluruhan mereka masih mampu untuk mengambil KPR dengan jangka waktu di atas 15 tahun.

Dengan masa tenor yang panjang, maka ini akan memberikan ruang yang cukup lapang dalam mengatur keuangan sehingga para pekerja itu bisa mengatur keuangan untuk berbagai macam kebutuhan sembari tetap berusaha membayar cicilan KPR secara konsisten. Ingat, KPR dengan tenor panjang sangat menuntut kedisiplinan yang tinggi.

  1. Cicilan Bulanan Lebih Ringan

Bila ditelisik lebih jauh, sebenarnya layanan KPR tenor panjang bisa menjadi strategi bank dalam mencari nasabah dari kalangan masyarakat menengah ke bawah agar tetap bisa menikmati produk KPR. Walaupun sebenarnya fitur ini memberikan risiko kredit macet yang lebih besar dibandingkan dengan tenor pendek.

Baca Juga: Jangan Bayar Uang Muka KPR dengan KTA! Ini Efek Buruknya

Kerugian KPR Tenor Panjang

Rumah Impian

Kredit Rumah via shutterstock.com

 

Seperti yang sudah disebutkan di awal tadi, KPR tenor panjang tidak hanya memberi keuntungan saja. Di balik itu, tetap ada potensi kerugian yang bisa Anda dapat jika menggunakan layanan ini tanpa pikir-pikir panjang dulu. Apa saja kerugian yang bisa didapat? Ini diantaranya:

  1. Adanya Beban Psikologis

Secara psikologis, hampir semua orang pasti ingin segera melunasi utang-utangnya. Tapi, hal berbeda terjadi jika Anda menggunakan KPR tenor panjang. Karena, dengan proses pembayaran utang yang lama, tentu diperlukan adanya kesiapan fisik dan mental. Kenapa begitu? Karena bila terlalu lama menanggung utang, akan memberikan rasa lelah tersendiri bagi Anda dan keluarga. Di mana Anda mesti menyisihkan sebagian uang dalam waktu yang lama. Sebagai contoh, bila Anda mengambil KPR tenor panjang selama 30 tahun pada saat berusia 25 tahun. Maka utangnya baru lunas ketika Anda sudah berusia 55 tahun! Pada saat itu mungkin Anda sudah memiliki cucu, tentu tak terbayangkan bukan lamanya?

Sebenarnya, beban psikologis ini sesungguhnya tidak diperlukan, yaitu dengan cara jangan menganggap bahwa hutang sebagai beban yang memberatkan keuangan keluarga. Dengan perencanaan keuangan yang baik, utang seharusnya menjadi solusi bukan menjadi beban.

  1. Beban Bunga Semakin Besar

Dengan semakin lamanya tenor kredit, berarti akan menambah beban biaya terutama bunga yang harus dibayar setiap bulan. Tidak hanya untuk KPR saja, hal ini juga berlaku untuk kredit-kredit lainnya yang diambil selama masa kredit. Selain bunga, beban lain yang masih perlu ditanggung adalah biaya uang muka, asuransi, dan lain sebagainya. Sebagai contoh, Anda membeli rumah secara KPR seharga Rp500 juta dengan tenor 5 tahun, tentu bunga yang diberikan lebih rendah dibandingkan dengan masa tenor 30 tahun.

  1. Risiko Perubahan Ekonomi dalam Jangka Panjang

Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan, termasuk kondisi ekonomi di negara kita. Risiko yang termasuk dalam hal ini adalah jika suatu saat di negara kita terjadi krisis moneter atau kondisi perekonomian negara tidak stabil yang mengakibatkan banyaknya PHK atau lonjakan bunga KPR. Tentu itu akan memberikan Anda kesulitan. Jika ini terjadi, maka kemungkinan terjadinya kredit macet tentu sangat besar.

Pikirkan Matang-Matang Sebelum Menggunakan KPR Tenor Panjang

Produk KPR tenor panjang memang menawarkan berbagai keuntungan kepada Anda. Tapi di balik itu, tetap ada risiko yang bisa memberikan Anda kesulitan di kemudian hari. Pertimbangkan baik-baik dulu sebelum memanfaatkan layanan ini, jika merasa diri sendiri dan keuangan sudah siap, silakan menggunakan ini dan manfaatkan semaksimal mungkin.

Baca Juga: 3 Langkah Mudah Mengatasi Naiknya Cicilan KPR

 

Artikel disalin secara otomatis, Baca artikel aslinya di Cermati.com

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar