Rabu, 20 Juni 2018 | 22:07 WIB

Daftar | Login

Banner Lebaran Banner Lebaran
Top header banner

/

Perusahaan Energi di Australia Barat Diakuisisi Perusahaan China

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
(Courtesy: AustraliaPlus) Alinta Energy dibeli oleh perusahaan China, Chow Tai Fook Enterprises Limited (CTFE) yang berbasis di Hong Kong.
(Courtesy: AustraliaPlus) Alinta Energy dibeli oleh perusahaan China, Chow Tai Fook Enterprises Limited (CTFE) yang berbasis di Hong Kong.
<p>Perusahaan ritel gas terbesar di Australia Barat (WA), Alinta Energy, dijual ke perusahaaan China setelah setelah tiba-tiba membatalkan rencana untuk melakukan penawaran saham perdana (IPO) di pasar modal.</p><p>Perusahaan Chow Tai Fook Enterprises Limited (CTFE) yang berbasis di Hong Kong menggelontorkan dana dengan nilai yang tidak diungkap untuk mengambil alih kepemilikan Alinta Energy. Sebelumnya, Alinta Energy telah berencana melakukan IPO di Bursa Efek Australia (ASX) untuk mendapatkan dana sekitar $4 miliar (atau setara Rp 40 triliun).<br/>Alinta Energy saat ini dimiliki oleh sekelompok perusahaan pengelola aset dan perusahaan investasi.<br/>Dalam sebuah pernyataan, perusahaan yang bermarkas di Sydney ini mengatakan, kesepakatan ini akan menjadi investasi signifikan pertama yang dilakukan CTFE di pasar energi Australia.<br/>"[CTFE] berkomitmen untuk memastikan kebutuhan energi pelanggan Alinta terus dipenuhi, dan berniat untuk mengembangkan bisnis dengan mengejar peluang investasi yang bisa memberi nilai tambah di pasar energi Australia seiring dengan berkembangnya pasar ini," kata Alinta dalam sebuah pernyataan.<br/>CEO Alinta Energy, Jeff Dimery, akan tetap menduduki posisinya saat ini, bersama dengan tim manajemen senior.<br/>CTFE adalah sebuah perusahaan swasta dengan investasi di lebih dari 50 negara.<br/>Kesepakatan ini tunduk pada persetujuan dari Dewan Kajian Investasi Asing Australia (FIRB).<br/>Menteri Utama Australia Barat terpilih, Mark McGowan, yang pemerintahannya akan dilantik besok dengan Ben Wyatt sebagai menteri energi, mengatakan, adalah kewenangan FIRB untuk menentukan apakah Alinta akan dijual.<br/>Namun, McGowan membandingkan kesepakatan Alinta dengan usulan kesepakatan penjualan sebagian yang usulkan oleh Pemerintahan Barnett terhadap perusahaan energi plat merah di negara bagian itu, Western Power.<br/>"Itu salah satu alasan saya tidak mendukung penjualan Western Power, karena mau tidak mau mereka akan berakhir pada kepemilikan asing," katanya.</p><p><em>Diterjemahkan pada pukul 14:45 WIB, 16/3/2017 oleh Iffah Nur Arifah dari artikel Bahasa Inggris <a class="external" href="http://www.abc.net.au/news/2017-03-16/alinta-energy-sold-to-chinese-after-ipo-about-face/8360374" target="_self" title="">disini</a>.</em></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Event | 20 Juni 2018 - 21:59 WIB

Messi akan tebus kesalahan saat lawan Kroasia

Event | 20 Juni 2018 - 21:47 WIB

Panama nilai Belgia lebih berbahaya daripada Inggris

Aktual Dalam Negeri | 20 Juni 2018 - 21:37 WIB

Simpang Gadog mulai lancar

Aktual Dalam Negeri | 20 Juni 2018 - 21:28 WIB

Dishub awasi kapal cepat lebihi kapasitas

Aktual Dalam Negeri | 20 Juni 2018 - 21:16 WIB

Kemenhub imbau maskapai dalam negeri akses penerbangan perintis

Aktual Dalam Negeri | 20 Juni 2018 - 21:05 WIB

Kemenhub sambut positif pencabutan `EU Flight Ban`

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com