Minggu, 24 Juni 2018 | 06:38 WIB

Daftar | Login

/

Ini lima bandara yang diserahkan Kemenhub kepada Angkasa Pura

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Foto: Antara
Ilustrasi. Foto: Antara
<p>Kementerian Perhubungan akan menyerahkan pengelolaan lima bandar udara yang telah berstatus Badan Layanan Umum (BLU) kepada BUMN fasilitas penerbangan PT Angkasa Pura (AP) I dan II.</p><p>Lima bandara yang diserahkan kepada AP I dan II tersebut meliputi Bandara Internasional Sentani, Bandara Juwata Internasional Tarakan, Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie Palu, Radin Inten II Lampung dan Bandara H.A.S Hananjoeddin Belitung.</p><p>"Ada beberapa bandara yang sekarang sudah menjadi BLU yang siap bekerja sama dengan Angkasa Pura, yakni di Sentani, Tarakan, Palu, Lampung, dan Belitung," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso usai memberikan pengarahan keselamatan di Kantor Kementerian Perhubungan Jakarta, Jumat (17/3).</p><p>Agus menjelaskan pembagian pengelolaan tersebut berdasarkan wilayah, yakni PT AP I akan mengelola bandara di Indonesia bagian tengah sampai timur, seperti Sentani dan Tarakan, sedangkan PT AP II akan mengelola bandara di Indonesia bagian barat, seperti Palu, Lampung dan Belitung.&nbsp;</p><p>Sebenarnya tidak harus BUMN yang mengelola bandara-bandara itu, dan swata pun bisa asal memenuhi persyaratan sebagai badan usaha bandar udara (BUBU).</p><p>Sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi bagi pengelola bandara, antara lain bidang SDM yang tercukupi, manajemen yang harus komitmen terhadap aspek keselamatan dan mumpuni dari segi keuangan.</p><p>"Semua lembaga di Indonesia yang memiliki spesialisasi BUBU ini boleh mengoperasikan bandar udara dengan catatan dia sebagai BUBU holder atau mempunyai sertifikat mengelola bandara. Ini yang menjadi persyaratan," kata Agus.</p><p>Ia menambahkan proses pengelolaan bandara berstatus BLU tersebut akan menggunakan kerja sama operasi (KSO) dengan PT Angkasa Pura.</p><p>Dengan sistem KSO tersebut, Kementerian Perhubungan berharap perusahaan swasta dapat berkembang mengelola bandara yang akan meningkatkan sektor pariwisata di daerah tersebut.(Ant)</p><p><br></p><p>(Sik)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Juni 2018 - 19:25 WIB

Bus AKAP dominasi arus balik ke sejumlah kota besar

Ekonomi | 23 Juni 2018 - 19:14 WIB

Penurunan PPh UMKM akan perkuat pertumbuhan usaha

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 22 Juni 2018 - 17:27 WIB

Aceh, Sumsel, Jawa, siaga kebakaran

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com