Sabtu, 22 Juli 2017

Aksi militer atas Korea Utara sebagai pilihan, tegas Menlu AS

Jumat, 17 Maret 2017 21:00

BBC Indonesia BBC Indonesia
Ayo berbagi!

Amerika Serikat menyatakan kebijakan 'kesabaran strategis' atas Korea Utara sudah berakhir dan mengisyaratkan kemungkinan menempuh aksi militer 'pencegahan'.

Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson, mengatakan 'pilihan itu tersedia' jika ancaman dari program nuklir negara itu mencapai tingkat yang membutuhkan aksi militer.

Hal tersebut diungkapkannya dalam kunjungan ke Korea Selatan, Jumat (17/03), yang juga membahas berbagai masalah ekonomi maupun diplomasi.

Dia membela pengerahan sistem rudal AS yang disebut Thaad di Korsel, yang memicu kemarahan Cina. Pemerintah Washington dan Seoul menegaskan sistem tersebut dibutuhkan untuk mempertahankan diri dari Korea Utara.

Tiba di Korea Selatan setelah menyelesaikan lawatan di Jepang, Tillerson juga mengunjungi kawasan demiliterisasi yang memisahkan Korea Utara dan Selatan.

Menurutnya, upaya selama 20 tahun untuk membujuk Pyongyang agar mengabaikan ambisi nuklirnya telah gagal.

Ketika ditanya apakah ada kemungkinan untuk aksi militer, Tillerson menjawab, "Jelas kami tidak menginginkan hal-hal untuk masuk dalam konflik milter."

"Namun jika mereka meningkatkan ancaman dari program senjatanya ke tingkat yang kami yakini memerlukan aksi, maka pilihan itu tersedia."

Korea Utara menggelar uji coba rudal dan nuklir dalam beberapa tahun belakangan dan mengatakan sudah mendekati uji coba rudal jarak jauh yang mampu membawa hulu ledak nuklir yang bisa menjangkau AS.

Amerika Serikat menuduh Cina tidak cukup bertindak untuk mengendalikan Korea Utara, yang merupakan sekutu dekatnya. Namun Beijing mengkhawatirkan tindakan yang bisa mendestabilkan rezim Pyongyang dengan kemungkinan mengakibatkan kekacauan di perbatasannya.

Dan di Seoul, Tillerson meminta Cina untuk sepenuhnya menerapkan sanksi PBB sebagai tanggapan atas uji coba nuklir dan rudal Korea Utara.

"Saya yakin kita tidak akan pernah mencapai tingkat tindakan yang maksimal yang bisa diambil berdasarkan resolusi Dewan Keamanan tanpa partisipasi penuh dari semua negara," tuturnya.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar