Rabu, 28 Juni 2017

Pakar: Rekam bunuh diri karena depresi atau impulsif

Sabtu, 18 Maret 2017 13:50

Ilustrasi. Foto: Istimewa Ilustrasi. Foto: Istimewa
Ayo berbagi!

Merekam aksi bunuh diri di media sosial menurut psikolog klinis Liza Marielly Djaprie bisa saja karena frustasi dengan keadaan hidup dan merasa tidak ada jalan keluar untuk mengatasi masalahnya.

“Umumnya, pelaku bunuh diri karena depresi kronis atau sangat impulsif,” kata Liza, Sabtu (18/3).

Menurut Liza, perilaku merekam aksi bunuh diri bukan tergolong narsisme atau eksibisionisme, rasa ingin pamer yang berlebihan, namun depresi atau sikap impulsif berlebihan.

Meski pun tidak mengetahui permasalahan yang dialami orang yang siaran langsung bunuh diri di Facebook disebabkan depresi atau tindakan impulsif yang berlebihan, ia sangat menyayangkan aksi tersebut.

“Amat sangat disayangkan karena dia masih ada anak,” kata Liza, psikolog klinis Sanatorium Dharmawangsa ini.

Orang yang mengalami depresi kronis, akibat akumulasi tekanan hidup, umumnya tidak mencari perhatian ketika ingin mengakhiri hidupnya.

Berbeda dengan orang yang mengalami gangguan impulsif, melakukan sesuatu tanpa memikirkan dampak dari perilakunya, ia bisa melakukan aksi seperti itu karena ingin mencari perhatian. (Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MuI

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar