Senin, 11 Desember 2017

Menristek dorong perguruan tinggi kecil lakukan 'merger'

Sabtu, 18 Maret 2017 19:14

Ayo berbagi!

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M. Nasir mendorong kalangan perguruan tinggi berskala kecil untuk melakukan "merger" agar lebih kuat dan berkualitas.

"Silakan perguruan tinggi yang kecil-kecil lakukan 'merging' sendiri. Silakan itu dilakukan supaya lebih kuat, 'resource'-nya juga akan lebih baik," katanya di Semarang, Sabtu (18/3).

Hal itu diungkapkannya di sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABP-PTSI) yang berlangsung di Hotel Semesta, Semarang.

Menurut dia, perguruan tinggi swasta (PTS) yang masih dalam satu naungan yayasan bisa melakukan upaya serupa, yakni penggabungan secara baik agar kualitasnya juga makin baik.

"Ini bukan perintah, tetapi kami mendorong, kami mengimbau. Kenapa? Sebab PTS yang ada di Indonesia jumlahya 4.521 unit," kata mantan Rektor terpilih Universitas Diponegoro Semarang itu.

Nasir membandingkan dengan jumlah perguruan tinggi yang ada di Tiongkok hanya sebanyak 2.824 unit dengan jumlah penduduk di Negeri Tirai Bambu yang mencapai 1,4 miliar jiwa.

"Jumlah penduduk Indonesia 255 juta jiwa, tetapi perguruan tingginya dua kali lipat dari mereka (Tiongkok, red.). Jumlah penduduk mereka enam kali lipat dari kita," katanya.

Ke depannya, ia berharap jumlah perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta di Indonesia tidak bertambah banyak, tetapi makin berkualitas dengan cakupan yang semakin luas.

Peningkatan kualitas juga dilakukan melalui pembinaan, termasuk mendorong peningkatan akreditasi, dari yang semula terakreditasi A meningkat jadi B, kemudian yang C menjadi B.

Ia mengatakan perguruan tinggi akan diberikan pendampingan untuk meningkatkan akreditasi, serta akan dibantu mengurai permasalahan dan hambatan yang selama ini mereka hadapi.

"Kalau mutu perguruan tinggi meningkat, automatis animo masyarakat makin tinggi, rekrutmen dosen makin baik, daya tampungnya makin besar, dan perguruan tinggi makin sehat," tegasnya.

Untuk moratorium pendirian perguruan tinggi baru juga sudah dilakukan Kemenristek Dikti, kata dia, baik pendirian PTS baru maupun penegerian dari PTS menjadi perguruan tinggi negeri.

"Yang sudah lama mengajukan (izin perguruan tinggi, red.), kami proses. Namun, yang baru kami moratorium dulu. Kami 'ngerem' perguruan tinggi supaya makin berkualitas," pungkas Nasir. (Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar