Kamis, 19 Oktober 2017

Wisata edukasi Puslit Sukosari tambah ilmu pengetahuan

Minggu, 19 Maret 2017 20:15

Foto: Kontributor Elshinta, Effendi Murdiono. Foto: Kontributor Elshinta, Effendi Murdiono.
Ayo berbagi!

Wisata edukasi Pusat Penelitian (Puslit) PT. Perkebunan Nusantara XI di Sukosari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur menjual ilmu kepada pengunjung wisata yang ditunjang keberadaan lab biologi, lab tanah dan lab kultur. 

Demikian disampaikan Kepala Puslit Sukosari Nanik Tri Iswadi kepada Kontributor Elshinta, Efendi Muridono, Sabtu (19/3).

Lebih lanjut Nanik mengatakan "Wisata di Puslit pengunjung dapat menimba ilmu pertanian seperti proses penanaman tebu sesuai dengan besic sebagai pusat penelitian". Pihaknya akan memberikan servis sebaik mungkin kepada pengunjung wisata karena harapannya ilmu yang diperoleh dari hasil kunjungannya bisa menambah pengetahuan.

Budidaya tebu merupakan materi utama kepada pengunjung selain mereka diajak melihat tanaman lain diarea Puslit dan juga mempraktekan langsung cara penanaman tebu.

Bila diperlukan pengunjung ingin mempelajari pengelolaan tanah tenaga atau instrukturnya sudah disiapkan hal itu sebagai servis untuk memuaskan pengunjung wisata. Ungkap Nanik sambil menunjukan lokasi lab dan penangkaran tanaman setelah dikeluarkan dari tabung penyemaian dari ruangan stril.

Selain itu dipaparkan Nanik, ada penyajian materi kultur jaringan bagemana pengembangan tebu dengan metode itu dalam memberikan informasi cara pembibitan dalam memperoleh bibit unggul yang diharapkan.

Informasi terkait analisa pupuk dan rekomendasinya juga sebagai rangkaian dari pengunjung wisata dalam memperoleh pengetahuan terhadap kebutuhan pupuk oleh tanaman.

Harga tiket Rp 15.000/orang dinaikan menjadi Rp 20.000/orang tidaklah mahal dibandingkan ilmu yang diperolehnya di wisata edukasi.

Tanaman buah diaera Puslit sebagai sajian yang bisa dinikmati pengunjung wisata seperti pisang, pepaya, Kelengkeng dan lainya, semua tanaman yang ada sebagai penelitian dan pengembangan ilmu tanaman " mari bertamasya sambil menimba ilmu". Kata Nanik.

Keberadaannya potensi Puslit dikembangkan mulai tahun 2015, kurun 2 tahun berjalan pengunjung terus berdatangan utamanya dari kalangan pelajar.

Masih dikatakan Nanik pihaknya akan memfungsikan sumber mata air yang ada dibelakang are Puslit untuk dijadikan kolam pemandian hal itu dalam merangsang menarik masyarakat datang dalam menambahkan sumber daya manusianya lewat wisata edukasi. Taman bermain yang luas dan rindang dari tanaman beringin sarana memanjakan tamu wisata menikmati panorama disekelilingnya.

Minuman air tebu sebagai bentuk servis kepada pengunjung wisata sambil memberikan informasi minuman yang diteguknya terkait tahapannya sampai menjadi sajian minuman. Pungkas Nanik.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar