Sabtu, 25 November 2017

YLKI: Masyarakat waspadai peredaran mie formalin

Minggu, 19 Maret 2017 21:44

Ayo berbagi!

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Sumatera Utara meminta masyarakat agar mewaspadai peredaran mie kuning yang bercampur formalin yang kemungkinan banyak beredar dan dipasarkan di Kota Medan.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumatera Utara Abubakar Siddik di Medan, Minggu (19/3), menanggapi Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan, menggerebek sebuah industri rumah yang mengolah mie bercampur bahan formalin, di Kecamatan Medan Deli.

Menurut dia, ditemukannya mie kuning bercampur formalin itu, akibat kelemahan Dinas Perindustrian Kota Medan yang mengawasi industri rumah tangga mengolah bahan makanan tersebut.

Selain itu, industri pengolahan mie kuning tersebut, juga tidak didaftarkan ke Dinas Peridustrian Kota Medan, sehingga tidak dapat dilakukan pengawasan oleh pemerintah.

"Jadi, apa yang dilakukan industri rumah tangga itu, sangat membahayakan kesehatan bagi masyarakat dan juga konsumen yang sering membeli mie bercampur bahan kimiawi itu," ujar Abubakar.

Ia menyebutkan, ironisnya pengolahan makanan mie yang ilegal itu, telah berlangsung selama dua tahun, namun baru kali ini berhasil dibongkar oleh BBPOM Medan.

"Hal tersebut, membuktikan bahwa pihak BBPOM Medan juga lengah dalam mengawasi industri rumah tangga yang memproduksi bahan makanan mie kuning itu," ucapnya.

Abubakar menambahkan, Dinas Perindustrian dan BBPOM harus dapat bekerja sama melakukan pengawasan industri makanan/minuman yang menggunakan formalin, serta bahan pengawet kimiawi yang bisa menimbulkan penyakit berbahaya seperti, kanker, ginjal dan lainnya.

Sehubungan dengan itu, Petugas BBPOM Medan harus proaktif melakukan pemantauan atau razia terhadap produksi makanan dan minuman yang dianggap bermasalah, serta merugikan masyarakat.

Kemudian, bagi warga yang mengetahui adanya industri makanan/minuman yang malanggar ketentuan hukum itu, segera melaporkan ke Kepolisian dan petugas BBPOM untuk diambil tindakan tegas.

"Bagi pelaku yang terbukti yang melanggar hukum itu, harus dihukum berat sehingga dapat memberikan efek jera bagi mereka," kata Ketua YLKI itu.

Sebelumnya, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan, Sumatera Utara, Rabu (15/3) menggerebek sebuah industri rumah tangga di Kecamatan Medan Deli, dan menyita barang bukti seberat 500 kilogram mie kuning campur formalin.

Dari 500 kg mie kuning tersebut, yakni 20 kg siap edar, dan 300 kg adonan mie yang akan diolah.

Selain itu, petugas BBPOM Medan juga menemukan satu botol formalin yang juga ikut disita.

Pemilik juga mengaku memproduksi mie kuning tersebut selama 2 tahun, dan kemudian diperjualbelikan ke sejumlah pasar di Medan. (Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar