Minggu, 24 Juni 2018 | 06:37 WIB

Daftar | Login

/

YLKI: Masyarakat waspadai peredaran mie formalin

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
<p>Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Sumatera Utara meminta masyarakat agar mewaspadai peredaran mie kuning yang bercampur formalin yang kemungkinan banyak beredar dan dipasarkan di Kota Medan.</p><p> Hal tersebut diungkapkan Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumatera Utara Abubakar Siddik di Medan, Minggu (19/3), menanggapi Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan, menggerebek sebuah industri rumah yang mengolah mie bercampur bahan formalin, di Kecamatan Medan Deli.</p><p> Menurut dia, ditemukannya mie kuning bercampur formalin itu, akibat kelemahan Dinas Perindustrian Kota Medan yang mengawasi industri rumah tangga mengolah bahan makanan tersebut.</p><p> Selain itu, industri pengolahan mie kuning tersebut, juga tidak didaftarkan ke Dinas Peridustrian Kota Medan, sehingga tidak dapat dilakukan pengawasan oleh pemerintah.</p><p> "Jadi, apa yang dilakukan industri rumah tangga itu, sangat membahayakan kesehatan bagi masyarakat dan juga konsumen yang sering membeli mie bercampur bahan kimiawi itu," ujar Abubakar.</p><p> Ia menyebutkan, ironisnya pengolahan makanan mie yang ilegal itu, telah berlangsung selama dua tahun, namun baru kali ini berhasil dibongkar oleh BBPOM Medan.</p><p> "Hal tersebut, membuktikan bahwa pihak BBPOM Medan juga lengah dalam mengawasi industri rumah tangga yang memproduksi bahan makanan mie kuning itu," ucapnya.</p><p> Abubakar menambahkan, Dinas Perindustrian dan BBPOM harus dapat bekerja sama melakukan pengawasan industri makanan/minuman yang menggunakan formalin, serta bahan pengawet kimiawi yang bisa menimbulkan penyakit berbahaya seperti, kanker, ginjal dan lainnya.</p><p> Sehubungan dengan itu, Petugas BBPOM Medan harus proaktif melakukan pemantauan atau razia terhadap produksi makanan dan minuman yang dianggap bermasalah, serta merugikan masyarakat.</p><p> Kemudian, bagi warga yang mengetahui adanya industri makanan/minuman yang malanggar ketentuan hukum itu, segera melaporkan ke Kepolisian dan petugas BBPOM untuk diambil tindakan tegas.</p><p> "Bagi pelaku yang terbukti yang melanggar hukum itu, harus dihukum berat sehingga dapat memberikan efek jera bagi mereka," kata Ketua YLKI itu.</p><p> Sebelumnya, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan, Sumatera Utara, Rabu (15/3) menggerebek sebuah industri rumah tangga di Kecamatan Medan Deli, dan menyita barang bukti seberat 500 kilogram mie kuning campur formalin.</p><p> Dari 500 kg mie kuning tersebut, yakni 20 kg siap edar, dan 300 kg adonan mie yang akan diolah.</p><p> Selain itu, petugas BBPOM Medan juga menemukan satu botol formalin yang juga ikut disita.</p><p> Pemilik juga mengaku memproduksi mie kuning tersebut selama 2 tahun, dan kemudian diperjualbelikan ke sejumlah pasar di Medan. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Juni 2018 - 19:25 WIB

Bus AKAP dominasi arus balik ke sejumlah kota besar

Ekonomi | 23 Juni 2018 - 19:14 WIB

Penurunan PPh UMKM akan perkuat pertumbuhan usaha

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 22 Juni 2018 - 17:27 WIB

Aceh, Sumsel, Jawa, siaga kebakaran

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com