Minggu, 26 Maret 2017

Gunakan Langkah-Langkah Ini untuk Antisipasi Naiknya Bunga KPR

Senin, 20 Maret 2017 12:00

courtesy https://www.cermati.com/artikel/gunakan-langkah-langkah-ini-untuk-antisipasi-naiknya-bunga-kpr courtesy https://www.cermati.com/artikel/gunakan-langkah-langkah-ini-untuk-antisipasi-naiknya-bunga-kpr
Ayo berbagi!

Kebijakan nasional berkaitan erat dengan kondisi global yang sedang terjadi. Ambil contoh lonjakan harga minyak dunia yang telah memengaruhi inflasi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) mengambil sikap dan kebijakan dengan menaikkan suku bunga acuan atau BI 7-Day Repo Rate sebagai langkah mengimbangi kenaikan inflasi.

Naiknya inflasi yang diikuti naiknya BI 7-Day Repo Rate berdampak pada Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK). Perlu digarisbawahi SBDK menjadi acuan penetapan bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Dengan naiknya BI 7-Day Repo Rate, SBDK juga ikut naik dan nantinya menaikkan bunga KPR. Tentu saja bagi yang mengambil rumah secara KPR, situasi tersebut menjadi salah satu kendala selama masa pembayaran cicilan

Baca Juga: 3 Langkah Mudah Mengatasi Naiknya Cicilan KPR

Inilah Langkah-Langkah Antisipasi Kenaikan Bunga KPR

Bunga KPR Naik

Waspadai Naiknya Bunga KPR via australiannationalreview.com

 

Naiknya bunga KPR akibat naiknya BI 7-Day Repo Rate memang mustahil dihindari. Namun, bukan berarti tidak ada cara yang bisa dilakukan untuk menyiasatinya. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan supaya kenaikan cicilan rumah tidak terlalu memberatkan.

Begitu mengetahui inflasi naik secara signifikan, Anda masih punya waktu untuk mempersiapkan langkah-langkah antisipasi. Berikut ini adalah uraian mengenai langkah-langkah mengantisipasi kenaikan bunga KPR dan bagaimana menjalankannya.

1. Jalankan Program Efisiensi dan Kontrol Pengeluaran

Hitung kembali dan susun apa saja pengeluaran Anda dan berapa besarannya. Tujuannya adalah untuk mengetahui mana yang termasuk pengeluaran prioritas dan mana yang bukan. Jika tak ada penambahan pemasukan, pengeluaran yang tak terlalu penting harus dipangkas terlebih dahulu.

Penyesuaian pengeluaran dilakukan selama cicilan KPR masih dalam status memberatkan. Atau Anda telah menemukan cara untuk meningkatkan pemasukan. Itu lebih baik setidaknya Anda tak perlu pusing-pusing memilih mana yang mesti dipangkas. Bersabarlah selama program efisiensi berjalan jika pemasukan Anda masih stagnan dan bunga KPR masih tinggi.

2. Buat Estimasi Kenaikan Cicilan untuk Memudahkan Alokasi Anggaran

Beruntungnya Anda bila cicilan KPR dihitung menurut sistem bunga flat. Lain halnya kalau cicilan KPR Anda menurut sistem bunga floating. Cicilan KPR dengan bunga mengambang/floating rate akan naik cicilannya akibat kenaikan SBDK. Nah, bagi Anda yang masih dalam periode bunga tetap /fixed rate selama periode waktu tertentu, momen kenaikan bunga KPR bisa jadi pembelajaran untuk mempersiapkan langkah-langkah antisipasi lebih matang.

Kembali ke langkah antisipasi kenaikan cicilan, mulailah untuk menghitung berapa kenaikkan dari cicilan KPR menurut bunga floating. Anda dapat melakukan konsultasi dengan bank tempat di mana Anda mengambil KPR atau orang yang spesialis dalam bidang tersebut. Dengan begitu, Anda akan bisa melakukan estimasi penyesuaian anggaran keuangan

Belum Efektif? Gunakan Langkah-Langkah Alternatif Berikut Ini

Antisipasi Naiknya Bunga KPR

Antisipasi Naiknya Bunga KPR dengan Langkah-Langkah Jitu via blog.vendhq.com

 

Jika program efisiensi di atas belum memberi dampak positif yang diharapkan, ada beberapa cara alternatif yang bisa dilakukan untuk menghadapi kenaikan bunga floating. Berikut ini langkah-langkah alternatif yang bisa Anda gunakan.

1. Buat Perbandingan dan Jika Menguntungkan, Segera Lakukan Take Over

Dengan memilih KPR Take Over, Anda dikategorikan sebagai nasabah baru di bank  yang baru. Umumnya bunga untuk nasabah baru adalah bunga tetap/fixed rate yang lebih rendah dibandingkan dengan bunga floating. Ada baiknya mempertimbangkan dengan matang sebelum memutuskan take over.

Sebab terdapat rangkaian proses yang mesti dihadapi untuk menentukan apakah Anda layak mengambil KPR Take Over atau tidak. Sebagai informasi, Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) per November 2016 dari data BI rata-rata sekitar 10%. Dan bunga KPR tidak jauh-jauh dari angka SBDK. Walaupun begitu, ada yang menawarkan bunga KPR Take Over 8%. Tentu bunga tersebut lebih rendah daripada bunga KPR rata-rata yang berlaku.

2. Pertimbangkan untuk Memilih Pinjaman Syariah

Menurut skema syariah, jumlah dari cicilan pinjaman nominalnya selalu tetap sama selama masa kredit. Untuk para karyawan yang mempunyai penghasilan yang cenderung stabil, skema syariah akan sangat membantu. Sebab tidak dipusingkan dengan kenaikan cicilan KPR yang disebabkan kenaikan BI 7-Day Repo Rate.

Tinjau Rasio Kredit dengan Langkah-Langkah Ini

Rasio Kredit KPR

Tinjau Kembali Rasio Kredit Anda via creditkick.com

 

Cicilan KPR akan lebih besar dari sebelumnya begitu bunga KPR naik. Anda harus menghitung ulang mengenai rasio kredit Anda. Caranya, gunakan rumus: total utang/pemasukan lalu x 100%. Bank cenderung menyukai rasio kredit <20%. Bila rasio kredit Anda <20%, pengajuan KPR Take Over sudah pasti disetujui. Namun bila rasio kredit Anda >50%, jangan harap pengajuan KPR Take Over Anda disetujui.

Usahakan rasio kredit Anda berada pada angka 20-36%. Sebab angka persentase tersebut termasuk yang aman dan paling mungkin mendapat persetujuan bank. Berikut ini adalah beberapa langkah yang harus dipertimbangkan untuk mencapai rasio kredit yang ideal.

1. Memperbesar DP untuk KPR Baru atau Mengurangi Pokok Pinjaman untuk KPR Lama

Penggunaan uang muka yang lebih besar bisa mengurangi jumlah pinjaman yang menyebabkan cicilan menjadi lebih kecil. Hal ini memang bukanlah cara yang mudah. Sebab biasanya jumlah uang muka juga terbatas. Bagi nasabah KPR lama, biasanya bank memiliki sistem pengurangan pokok pinjaman dengan setor uang tunai sesuai jumlah yang diberikan. Tujuannya adalah untuk mengurangi cicilan.

2. Pilih Rumah dengan Harga Termurah atau Pilih Rumah Bekas untuk KPR Baru

Karena naiknya suku bunga, kondisi pasar properti menjadi tertekan. Harga dari rumah bekas pada umumnya akan terkoreksi ke bawah karena menyesuaikan dengan turunnya permintaan. Hal tersebut merupakan kesempatan untuk Anda dalam mencari rumah dengan harga terjangkau.

Baca Juga: Ragam Biaya Tambahan KPR yang Sering Terabaikan

Lakukan dengan Sebaik-Baiknya

Kenaikan bunga KPR memang menjadi beban tersendiri bagi nasabah. Pada umumnya, masih ada jangka waktu bagi Anda yang sedang mencicil KPR untuk melakukan penyesuaian anggaran keuangan sebelum bunga KPR dinaikkan. Penjelasan yang telah disampaikan di atas merupakan cara-cara yang bisa Anda lakukan untuk mengantisipasinya. Lakukan cara-cara tersebut dengan sebaik-baiknya supaya pembayaran cicilan KPR yang naik tidak membebani keuangan Anda.

Baca Juga: Cermati Keuntungan dan Kerugian KPR Tenor Panjang

 

Artikel disalin secara otomatis, Baca artikel aslinya di Cermati.com

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar