Kamis, 30 Maret 2017

Kesalahan Membeli Asuransi Jiwa yang Banyak Dilakukan

Senin, 20 Maret 2017 14:00

courtesy https://www.cermati.com/artikel/kesalahan-membeli-asuransi-jiwa-yang-banyak-dilakukan courtesy https://www.cermati.com/artikel/kesalahan-membeli-asuransi-jiwa-yang-banyak-dilakukan
Ayo berbagi!

Bicara soal asuransi, barangkali asuransi jiwa adalah asuransi yang masih kalah populer dibandingkan asuransi kesehatan atau asuransi unit link. Jika merujuk data yang dimiliki Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), jumlah nasabah se-Indonesia yang memiliki asuransi jiwa terbilang rendah. Walaupun begitu, industri asuransi terus bertumbuh tiap tahunnya.

Setidaknya gejala positif ini menjadi tanda bahwa orang-orang perlahan-lahan mulai sadar akan manfaat asuransi jiwa. Sebab bertambahnya usia dan beratnya pekerjaan, bertambah pula risiko kematian yang mungkin saja bisa dialami. Terlebih lagi yang tinggal di kota-kota besar. Karena itu, orang-orang mulai tertarik mendaftarkan diri untuk memiliki asuransi jiwa.

Sayangnya, dalam membeli asuransi, beberapa orang masih melakukan kesalahan. Kasus yang terjadi orang-orang kurang memahami ketentuan asuransi yang berlaku. Tentu saja hal ini berakibat fatal karena manfaat yang ingin didapat tidak sesuai dengan harapan si tertanggung. Jika sudah begini, penggunaan asuransi akan sia-sia belaka. Berikut ini adalah beberapa kesalahan yang kerap dilakukan dalam pembelian asuransi.

Baca Juga: 4 Alasan Kenapa Asuransi Jiwa Penting Untuk Anda

1. Berpikir Uang Pertanggungan Cukup untuk Kebutuhan Hidup. Ternyata?

Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa

Ilustrasi Uang Pertanggungan Asuransi via savingmoney.thefuntimesguide.com

 

Inilah manfaat yang akan didapatkan dari penggunaan asuransi jiwa. Artinya, sangat penting untuk mengetahui dengan baik berapa sebenarnya jumlah uang pertanggungan yang akan diterima ahli waris jika sewaktu-waktu terjadi risiko kematian atas diri tertanggung. Apakah jumlah uang pertanggungan itu mencukupi kebutuhan ahli waris dengan baik atau justru jauh dari kata cukup?

Perlu diketahui adalah salah kalau berpikir uang pertanggungan asuransi jiwa akan mencukupi kebutuhan hidup keluarga yang ditinggalkan dalam jangka waktu yang panjang. Angka inflasi yang fluktuatif dan bertambahnya kebutuhan hidup akan memengaruhi nilai uang pertanggungan yang didapat.

Untuk itu, harus diketahui bagaimana menghitung uang pertanggungan asuransi jiwa. Ada tiga rumus yang digunakan untuk menghitung uang pertanggungan: metode human life value, Income Based Value, dan Financial Needs Based Value. Pilihlah asuransi jiwa yang rumus perhitungannya menguntungkan menurut Anda dan keluarga.

2. Terpaku pada Nilai Investasi, Bukan Nilai Pertanggungan

Investasi Terbaik 2017

Lebih Baik Fokus pada Satu Tujuan: Asuransi atau Investasi via savingmoney.thefuntimesguide.com

 

Banyak pengguna asuransi jiwa yang lebih fokus pada manfaat investasi yang terdapat pada produk asuransi yang mereka beli dan bukan pada manfaat perlindungan jiwa yang terdapat di dalamnya. Sementara di dalam investasi, nilai investasi bisa saja turun dan juga memiliki risiko yang cukup tinggi.

Jika pembayaran premi didasarkan pada hasil investasi tersebut, bisa saja nilai pertanggungan yang diterima tidak maksimal, terutama ketika nilai investasi mengalami penurunan yang signifikan. Kasus seperti rata-rata dialami nasabah yang membeli asuransi jiwa unit link.

Untuk itu, pilihlah asuransi jiwa murni alias asuransi tanpa menyertakan manfaat investasi. Ini lebih baik bagi Anda yang ingin merasakan manfaat asuransi secara menyeluruh. Perihal investasi bisa Anda lakukan dengan menanamkan uang ke beberapa instrumen. Salah satunya dengan memanfaatkan deposito.

3. Mengartikan Asuransi Jiwa Memberi Proteksi Diri, Ternyata?

Asuransi Jiwa Termurah

Ilustrasi Asuransi Jiwa via forbes.com

 

Tidak semua orang membutuhkan asuransi jiwa. Sebab asuransi ini memiliki manfaat untuk ahli waris saja, yakni mereka yang berada dalam tanggungan si tertanggung. Artinya, uang pertanggungan hanya diberikan kepada ahli waris. Masa iya, tertanggung yang tiada menerima uang pertanggungan? Jadi, jangan beli asuransi jiwa bila proteksi diri atau uang pertanggungan diterima diri sendiri yang diharapkan.

4. Salah Mengartikan Tertanggung di Polis

Polis Asuransi Jiwa

Cermati Setiap Ketentuan dalam Polis via kotakmoneywatch.com

 

Yang menjadi tertanggung di dalam polis asuransi jiwa adalah mereka yang menjadi tulang punggung keluarga/orang yang memiliki tanggungan. Artinya, apabila dia meninggal, keluarganya akan kehilangan pemberi nafkah. Siapa pun yang bekerja dan menghasilkan uang lebih besar dalam keluarga mesti menjadi tertanggung dalam asuransi jiwa. Tidak perlu membeli asuransi jiwa bagi mereka yang bukan pencari nafkah, misalnya istri, anak, atau orang tua yang sudah tidak bekerja.

5. Mengharapkan Untung Maksimal dari Asuransi Jiwa Unit Link. Ternyata?

Asuransi Jiwa Unit Link

Ilustrasi Asuransi Unit Link via libertyseguros.es

 

Banyak orang mulai menggunakan asuransi jiwa karena ada manfaat investasi di dalamnya. Sudah pasti asuransi yang mereka beli adalah asuransi jiwa unit link. Mereka beranggapan bahwa mereka sedang berinvestasi dan mendapatkan manfaat perlindungan asuransi jiwa sekaligus dalam investasi tersebut.

Anggapan tidaklah keliru, tetapi manfaat dari asuransi dan investasi tersebut kurang maksimal. Mengapa? Sebab sewaktu membayar premi asuransi maka otomatis premi tersebut dibagi untuk asuransi dan investasi. Ada baiknya membeli asuransi jiwa murni supaya maksimal manfaat pertanggungan yang didapatkan.

6. Membeli Rider Pada Saat yang Kurang Tepat

Asuransi Tambahan Riders

Pahami dengan Tepat Sebelum Membeli Asuransi Tambahan via investigatormarketing.com

 

Membeli cukup banyak asuransi tambahan bukanlah masalah jika ternyata hal tersebut memang dibutuhkan. Namun, bagaimana andaikan ternyata rider ini dibeli pada saat yang kurang tepat? Manfaat yang ingin dirasakan tidak dirasakan. Mubazir, bukan?

Biaya rider terbilang cukup mahal. Jadi sangat penting untuk mempertimbangkannya dengan matang. Tidak perlu membeli rider yang belum dibutuhkan. Misalnya, asuransi penyakit kritis yang hanya dapat diklaim jika penyakit tertanggung telah berada pada fase kritis (stadium 4).

Baca Juga: Jenis-Jenis Asuransi Jiwa yang Mesti Anda Ketahui

Belilah dengan Tujuan yang Jelas

Asuransi jiwa berbeda dengan jenis asuransi lainnya. Produk ini dikhususkan untuk membantu ahli waris tertanggung jika ditinggalkan tertanggung. Untuk itu, asuransi jiwa disarankan bagi Anda yang sudah berkeluarga. Terlebih sudah memiliki anak. Setelah mengetahui apa saja yang menjadi kesalahan dalam membeli asuransi jiwa, tetapkan tujuan dengan jelas dan belilah menurut tujuan tersebut.

Baca Juga: Tips Memilih Asuransi Jiwa Yang Tepat

 

Artikel disalin secara otomatis, Baca artikel aslinya di Cermati.com

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar