Sabtu, 19 Agustus 2017

Imigrasi identifikasi 416 mantan umroh tak kembali ke Indonesia

Senin, 20 Maret 2017 18:14

Ayo berbagi!

Imigrasi Indonesia sedang mengidentifikasi 416 mantan umroh yang tidak pulang ke Indonesia pada periode Januari - Maret 2017. 

Hal ini disampaikan oleh Kepala Humas dan Umum, Ditjen  Imigrasi RI, Agung Sampurno kepada Reporter Elshinta, Ragil Lestari, Senin (20/3). 

Selain identifikasi, kata Agung langkah yang dilakukan oleh petugas imigrasi adalah dengan melakukan verifikasi di Jeddah untuk memastikan data apakah orang tersebut memiliki dokumen yang sah dan berlaku. "Selanjutnya, mendata agen travel yang digunakan," katanya. 

Agung menjelaskan, koordinasi dengan kementerian juga dilakukan, seperti Kementerian Luar Negeri, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Agama, Bareskrim Polri maupun BNP2 TKI. "Masing-masing instasnsi sepakat berperan aktif dengan kewenangan yang ada," ujar Agung.   

Dengan kasus ini, Agung Sampurno mengatakan bahwa imigrasi sudah melakukan upaya semaksimal mungkin termasuk melakukan upaya pencegahan TKI non prosedural yang berpotensi menjadi TKI ilegal melalui motif umroh,  haji khusus,  magang, bursa kerja khusus, kunjungan keluarga dan wisata. 

Hal ini juga sesuai Surat Edaran Dirjen Imigrasi Tahun 2017 tentang Pencegahan TKI Non Prosedural yang ditetapkan pada tanggal 24 Februari 2017 lalu. 

Tujuan pemberlakuan surat edaran dirjen imigrasi ini juga untuk menjadikan petunjuk bagi seluruh jajaran imigrasi pada saat melakukan proses penerbitan paspor dan atau pemeriksaan keimigrasian di tempat pemeriksaan imigrasi.

Penulis: Devi Novitasari.

Editor: Sigit Kurniawan.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-DeN

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar