Rabu, 20 Juni 2018 | 01:21 WIB

Daftar | Login

Banner Lebaran Banner Lebaran
Top header banner

/

Pascaricuh sopir angkot-driver ojek online, Bima Arya pastikan situasi Bogor aman

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Anggota Polresta Bogor Kota membawa senjata untuk membubarkan massa pengemudi ojek 'online' di Jalan KH. Sholeh Iskandar, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (20/3). Foto: Antara
Anggota Polresta Bogor Kota membawa senjata untuk membubarkan massa pengemudi ojek 'online' di Jalan KH. Sholeh Iskandar, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (20/3). Foto: Antara
<p>Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto memastikan situasi dan kondisi di Kota Bogor aman terkendali pascakericuhan yang terjadi antara sopir angkot dan pengendara ojek "online", Senin (20/3). </p><p>Bima juga mengkonfirmasi tidak ada aksi pembakaran angkot wilayahnya, seperti yang beredar melalui pesan berantai melalui jaringan whatsapp group. </p><p>"Tidak ada pembakaran angkot, saya sudah liat foto-foto yang beredar ada angkot dibakar, wajah korban pengemudi ojek online yang babak belur. Itu tidak benar, tidak terjadi di wilayah Kota Bogor," kata Bima. </p><p>Bima beserta jajaran Kodim 0606 dan Polresta Bogor Kota telah turun ke lapangan dan menjenguk korban pengendara ojek "online" yang diisukan ditabrak oleh sopir angkot. </p><p>Menurut Bima, pengendara ojek "online" tersebut sedang "off" atau tidak sedang beroperasi dan juga tidak menggunakan atribut ojek "online". Tukang ojek itu mengalami kecelakaan saat berkendaraan dan kakinya patah. </p><p>"Ini murni kecelakaan. Jadi tidak benar ada yang sopir angkot yang menabrak," katanya. </p><p>Bima menyebutkan, keributan yang terjadi antara sopir angkot dan ojek "online" terjadi karena beredarnya isu adanya pengendara ojek "online" yang ditabrak sopir angkot. </p><p>Hal tersebut memicu terjadinya aksi bentrok antara sopir angkot dan pengendara ojek "online" di Jl Sholis Iskandar masuk wilayah hukum Kota Bogor. </p><p>"Kami sudah konfirmasi, tidak benar pengendara ojek online ini ditabrak supir, memang benar tertabrak, tapi murni karena kecelakaan bukan ditabrak sopir angkot," katanya. </p><p>Ia mengatakan, keributan terjadi antara angkot trayek 32 yang merupakan angkot wilayah Kabupaten Bogor dan beroperasi di wilayah perbatasan Kota Bogor dengan pengendara ojek "online". </p><p>"Kami sudah melakukan dialog dengan pengemudi ojek online dan mencoba untuk menenangkan situasi. Aparat juga melakukan penyelidikan serta memproses secara hukum," kata Bima. </p><p>Untuk mengantisipasi pemogokan sopir angkot, pihaknya telah mengerahkan armada milik Satpol PP dibantu Kodim 0606 dan Polresta Bogor Kota untuk mengakomodir warga yang tidak terakomodasi oleh angkutan umum. </p><p>"Kami juga sudah menyiapkan antisipasi untuk esok hari. Berkoordinasi dengan Organda kota maupun kabupaten, serta pengemudi online ini," katanya. </p><p>Bima menambahkan, harus ada pengaturan mengenai keberadaan transportasi "online", baik dari pusat hingga ke tingkat daerah. </p><p>"Intinya semua mau diatur, jadi harus ada percepatan pengaturan online ini," katanya.</p><p>Bima juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan foto-foto yang belum terkonfirmasi keaslian sumbernya karena dapat memperkeruh kisruh antara sopir dan pengendara "online".(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aplikasi | 19 Juni 2018 - 20:52 WIB

Instagram akan hadirkan fitur pelacak aktivitas

Aplikasi | 19 Juni 2018 - 20:39 WIB

YouTube Music dan YouTube premium telah resmi dirilis

Megapolitan | 19 Juni 2018 - 20:28 WIB

Jokowi berikan jaket olahraga ke pengunjung KRB

Aktual Dalam Negeri | 19 Juni 2018 - 19:48 WIB

Sistem buka-tutup diberlakukan di Jalur Nagreg

Arestasi | 19 Juni 2018 - 19:37 WIB

Polres Sukabumi tangkap tiga pelaku pembunuhan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com