Rabu, 26 April 2017

Ahli hukum pidana katakan ada keraguan dalam dakwaan pada Ahok

Selasa, 21 Maret 2017 12:12

Foto: elshinta.com/Dody Foto: elshinta.com/Dody
Ayo berbagi!

Ahli hukum pidana UGM, Edward Omar Sharif Hiariej mengatakan, ada keraguan dalam penggunaan pasal alternatif di dakwaan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tentang penggunaan pasal 156 a KUHP. 

"Kalau dakwaan di pasal alternatif adanya keraguan pasal yang fix seperti apa. Kedua, seperti yang dijelaskan, ketika ada penistaan agama ada pasal 156 a, kecuali PNPS sudah dicabut bisa gunakan 156," katanya dalam sidang lanjutkan kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama di Auditorium Kementan, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (21/3).

Ia menjelaskan, penodaan agama itu bisa dibagi menjadi dua, di antaranya melakukan tindakan menyobek atau menginjak kitab suci. "Dibagi jadi dua, pasal 1-2 kitab suci atau keagamaan. Penistaan atau penodaan seperti menyobek atau injak kitab suci," jelasnya.

Ia menerangkan, perlu mengundang ahli-ahli yang berkaitan tentang tuduhan penistaan agama yang berlandaskan video dengan durasi 13 detik.

"Ketika melihat rekaman video atau baca buku bahwa itu penistaan agama. Apakah pelaku melakukan penistaan agama atau tidak diperlukan ahli-ahli berkaitan untuk membuktikan harus dilihat kesehariannya," katanya.

Ahok didakwa dengan Pasal 156 a huruf a dan/atau Pasal 156 KUHP, melakukan penodaan agama karena menyebut dan mengaitkan Surat Al-Maidah 51 dengan Pilkada DKI. (dody/Der) 

Masih ada lagi informasi Kasus dugaan penistaan agama menarik untuk anda, klik disini.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-der

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar