Sabtu, 27 Mei 2017

Pasokan Bahan Makanan Segar dari Pinggiran Sydney Berkurang

Selasa, 21 Maret 2017 12:40

(Courtesy: AustraliaPlus) Ed Biel, petani buah-buahan berbiji seperti buah persik, plum, nektarin dan aprikot di pinggiran Kota Sydney selama 30 tahun. (Courtesy: AustraliaPlus) Ed Biel, petani buah-buahan berbiji seperti buah persik, plum, nektarin dan aprikot di pinggiran Kota Sydney selama 30 tahun.
Ayo berbagi!

Ketika Ed Biel memulai perkebunan buahnya 30 tahun lalu di Oakdale, wilayah itu sedang marak dengan perkebunan apel dengan sekitar 70 perkebunan di pinggiran Sydney, Australia. Saat ini, hanya tinggal dua perkebunan yang tersisa.

Dia menuding kondisi ini disebabkan berubahnya industri, seperti penggunaan tempat penyimpanan yang atmosfernya terkontrol, perubahan musim produksi apel dan meningkatnya biaya.

Alasan kedua adalah semakin meningkatnya nilai properti dan developer cerdik yang mendorong kenaikan harga serta diperparah dengan krisis keuangan di kalangan petani.

"Harga terus meroket," kata Biel kepada ABC.

"Saya ingat kembali harga yang saya dibayar untuk lahan 40 acre ini, sekarang harganya 30 kali daripada yang saya bayar waktu itu," katanya.

Rural land with a for sale sign
Ed Biel mengatakan pengusaha developer menawar jutaan dollar untuk lahan pertanian mereka.

ABC Radio Sydney: Sarah Gerathy

"Sayangnya pengembalian nilai itu tidak membenarkan tingkat investasi," jelasnya.

Biel mengatakan sebagian besar tetangga dan sesama petani di sana memilih untuk menjual lahannya dan pergi.

Persediaan makanan di Sydney

Daerah yang dulunya kawasan pedesaan tenang, sekarang Camden dan Oakdale sudah terasa seperti perkotaan dan kemungkinan berkembang lebih jauh karena pusat kota diperluas.

Wilayah barat dari Sydney diperkirakan menanggung beban lebih dari setengah dari pertumbuhan penduduk di Sydney dalam 20 tahun ke depan.

Daerah yang secara tradisional digunakan untuk menanam bahan makanan sekarang dijadikan perumahan, khususnya di sekitar wilayah Camden yang penduduknya diperkirakan tumbuh dari 88.000 pada 2017 menjadi lebih dari 226.000 pada tahun 2036.

Biel mengatakan ketika ia memulai bisnisnya tiga dekade lalu, hanya ada 18.000 orang yang tinggal di daerah tersebut.

Pencarian online di salah satu situs real estate menunjukkan adanya 16 perumahan baru di wilayah Prestons, Leppington, Campbelltown, Oran Taman dan Spring Farm.

Penelitian yang dipublikasikan tahun lalu oleh University of Technology Sydney (UTS) menemukan bahwa jika kota terus mengembangkan diri ke lahan pertanian, wilayah itu bisa kehilangan lebih dari 90 persen dari produksi sayuran segar.

Total produksi pangan sendiri dapat menyusut hingga 60 persen.

A Paddock next to a land site being developed
Lokasi pembangunan perumahan semakin mendesak lahan pertanian di wilayah Oakdale.

ABC Radio Sydney: Sarah Gerathy

Pada tahun 2016, persediaan makanan di Sydney memiliki kemampuan untuk memberi makan 20 persen dari penduduk kota, namun penelitian UTS menunjukkan angka itu bisa anjlok hingga 6 persen.

"Saya pikir mempertahankan pertanian... nilai nya berupa adanya semacam sistem di pinggiran kota yang memberikan pasokan makanan segar," kata Biel.

"Saya bisa memetik buah di pagi hari dan mengirimkannya ke pasar Flemington malam ini dan Anda dapat membelinya besok," katanya.

"Bukan hanya kesegaran makanan, tapi kota akan kehilangan koneksi dengan asal-usul agrarianya," kata Biel.

Sulit menolak

Meskipun Biel belum didatangi pengembang untuk membeli tanahnya, namun bekas tetangganya tidak bisa menolak tawaran yang membuat mereka mereka mengantongi harga jutaan dolar per acre.

Dia mengatakan tidak menyalahkan mereka yang terjual lahannya.

"Mereka bekerja tujuh hari seminggu, 14, 18 jam sehari kadang-kadang demi keuntungan yang sangat kecil. Jadi jika pengembang datang mengetuk pintu dengan membawa uang besar, saya pun akan tergoda," ujarnya.

"Yah saya sedikit gila tapi sangat bersemangat dengan apa yang saya lakukan ini," kata Biel.

"Saya menyediakan bahan makanan bagi warga Sydney," katanya.

"Saya melakukannya karena saya menyukainya dan merasa melakukan sesuatu yang berharga," tambahnya.

Diterbitkan Pukul 12:30 AEST 20 Maret 2017 oleh Farid M. Ibrahim dari artikel berbahasa Inggris.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar