Jumat, 28 Juli 2017

Inilah masyarakat dengan kesehatan jantung terbaik di dunia

Selasa, 21 Maret 2017 12:22

Perempuan dari suku Tsimane, Bolivia (sumber: The Daily Telegraph) Perempuan dari suku Tsimane, Bolivia (sumber: The Daily Telegraph)
Ayo berbagi!

Sebuah penelitian baru menemukan adanya seorang berusia 80 tahun yang memiliki kesehatan jantung yang setara dengan seseorang di usia 50 tahun. Tingkat penuaan vaskuler terjadi seiring dengan terjadinya pengerasan pada pembuluh darah (aterosklerosis koroner); dalam hal ini lima kali lebih kecil dibanding di Amerika Serikat.

Warga senior tersebut berasal dari suku Tsimane di wilayah Amazon, Bolivia yang merupakan sekelompok penduduk asli yang mengembara dan juga bercocok tanam. Rendahnya tingkat pengerasan pada pembuluh darah dalam masyarakat tersebut dilaporkan dalam jurnal The Lancet. 

Menurut penelitian tersebut, perubahan gaya hidup masyarakat modern, dan pola makan yang berlebihan dapat dikategorikan sebagai risiko baru dalam kesehatan jantung. Faktor-faktor utama adalah usia, kebiasaan merokok, kolesterol dan tekanan darah tinggi, kurang aktif, obesitas serta diabetes. 

"Studi kami menunjukkan bahwa suku Tsimane di Amerika Selatan memiliki prevalensi aterosklerosis terendah dari semua populasi yang telah kami pelajari," ungkap antropolog senior, Profesor Hillard Kaplan dari University of New Mexico. "Gaya hidup mereka yang cenderung mengkonsumi lemak tidak jenuh dan karbohidrat berserat tinggi yang tidak diproses serta makan hewan-hewan buruan serta ikan, juga tidak merokok  dan aktif sepanjang hari adalah indikasi cara mencegah pengerasan pembuluh darah," lanjutnya. 

Meskipun gaya hidup suku Tsimane ini sangat berbeda dengan masyarakat lainnya, namun unsur-unsur tertentu dapat dianut juga untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskuler. 

Sementara dalam masyarakat industri lebih dari separuh waktu dihabiskan dengan kurang bergerak (sekitar 54 persen dari total), suku Tsimane hanya menghabiskan sekitar 10 persen dari waktunya dengan kurang bergerak. Mereka juga mengkonsumsi makanan sesuai kemampuannya mengumpulkannya, yaitu dengan berburu, mengumpulkan makanan, memancing dan bercocok-tanam. Para pria rata-rata menggunakan waktunya selama 6-7 jam sehari bergerak dengan aktif sementara kaum perempuan sekitar 4-6 jam sehari. 

Meski makanan utama mereka merupakan karbohidrat (72 persen total), namun jenisnya adalah yang tidak diproses dan kaya serat seperti nasi, pisang raja, ubi kayu, jagung dan buah-buahan tertentu. Protein merupakan 14 persen dari total konsumsi mereka dari daging hewan. Yang menarik, komposisi lemak dalam pola makan mereka juga sangat rendah dengan angka 14 persen, atau setara 38 gram lemak setiap harinya, termasuk hanya 11 persen lemak jenuh. 

Dalam penelitian yang berlangsung sepanjang tahun 2014-15 ini, sebanyak 85 perkampungan suku Tsimane dikunjungi. Menggunakan tomografi terkomputasi (CT Scan) sebanyak 705 orang dewasa berusia antara 40-94 tahun diambil rekamannya. Data yang direkam mencakup tingkat pengerasan pembuluh darah, tinggi, berat badan, detak jantung, tekanan darah, kolesterol, gula darah dan peradangan. 

Dari hasilnya, sekitar 85 persen sampel tidak memiliki risiko penyakit kardiovaskuler. Hanya 13 persen memiliki risiko rendah dan 3 persen berisiko sedang atau tinggi. Faktor usia juga tindak terlalu mempengaruhi tingkat pengerasan pada pembuluh darah; mereka yang berusia 75 tahun ke atas ternyata 65 persen di antaranya nyaris tidak memiliki risiko penyakit kardiovaskuler. Ini adalah hasil terendah yang telah dilaporkan di dunia hingga kini. 

Sebagai perbandingan untuk masyarakat modern seperti di Amerika, terdapat risiko 50 persen atau lebih pada sebuah sampel orang berusia antara 48 hingga 84 tahun mendapatkan penyakit serupa. Hanya 14 persen dari orang Amerika yang disampel memiliki risiko rendah. 

Dalam masyakarat Tsimane, detak jantung, tekanan darah, kolesterol dan gula darah juga rendah, dianggap sebagai konsekuensi dari gaya hidup mereka yang lebih aktif. Yang menarik, meski terjadi tingkat peradangan cukup tinggi  (sekitar 51 persen) pada masyarakat Tsimane namun risiko aterosklerosis koroner tetap rendah.

"Penelitian ini mengindikasikan bahwa aterosklerosis koroner dapat dihindari jika masyarakat mengadopsi beberapa unsur gaya hidup orang Tsimane termasuk menjaga tingkat kolesterol LDL (yang lebih dikenal sebagai kolesterol jahat), tekanan darah dan gula darah sangat rendah, tidak merokok dan selalu menjalani gaya hidup aktif," kata Dr. Gregory Thomas dari Long Beach Memorial Medical Centre.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-Ma

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar