Kamis, 30 Maret 2017

Ahli linguistik:

Ahok gunakan dialek bukan bahasa Indonesia baku

Selasa, 21 Maret 2017 13:39

Foto: Dody Handoko. Foto: Dody Handoko.
Ayo berbagi!

Ahli linguistik dari Universitas Indonesia, Rahayu Surtiati Hidayat mengatakan  Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok menggunakan bahasa Indonesia dialek Betawi saat berpidato di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, September 2016 saat  mengucapkan surat Al Maidah 51.

Menurutnya kalimat 'Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa saja dalam hati kecil bapak ibu gak bisa pilih saya, ya- dibohongin pake surat Al Maidah surat 51 macam-macam itu', jika diubah menjadi bahasa Indonesia yang baku maka ada penambahan 'menggunakan' setelah kata 'dibohongi'.

"Artinya,  dibohongi kalau saya jadikan bahasa Indonesia yang baku itu menjadi, dibohongi menggunakan surat Almadiah 51 macam macam itu'," jelasnya di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (21/3).

Linguistik membedakan antara bahasa dengan dialek. Dialek biasanya digunakan dalam percakapan sehari-hari dan memiliki perbedaan dialek satu dengan dialek lainnya walau sama-sama menggunakan bahasa Indonesia.

Berkaca dari analisis tersebut, maka kalimat tersebut bermakna ada orang yang menggunakan Al Maidah 51 untuk membohongi orang. Surat Almadiah 51 tersebut sendiri tidak bohong karena bersumber dari Al Quran. "Karena itu surat dalam Al Quran tentu tidak mengandung kebohongan, tapi orang bisa gunakan apapun untuk membohongi," paparnya. (Dody/SiK)

Masih ada lagi informasi Kasus dugaan penistaan agama menarik untuk anda, klik disini.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-SiK

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar