Kamis, 21 Juni 2018 | 17:38 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

Ini kata PBB soal tes rudal terbaru Korea Utara

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
<p>Dewan Keamanan Persatuan Bangsa-Bangsa (DK PBB) "mengutuk keras" uji coba rudal dan mesin rudal balistik Korea Utara terbaru, serta mengecam "perilaku yang semakin tidak stabil" dari Pyongyang.</p><p>Kecaman tersebut muncul saat militer Amerika Serikat mengatakan bahwa mereka mengamati aktivitas di Korea Utara yang menunjukkan Pyongyang kemungkinan bersiap-siap melancarkan uji coba nuklir lagi.</p><p>"Peluncuran dan uji coba mesin merupakan pelanggaran berat terhadap kewajiban internasional Korea Utara," kata DK PBB dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari Kantor Berita AFP.</p><p>"Para anggota Dewan Keamanan menyatakan keprihatinan serius atas perilaku Korea Utara yang semakin tidak stabil dan mencolok serta provokatif dalam menentang Dewan Keamanan," tambahnya.</p><p>Korea Utara sedang berusaha mengembangkan rudal jarak jauh yang mampu menjangkau AS dengan hulu ledak nuklir, dan melakukan dua kali uji coba nuklir serta beberapa peluncuran rudal tahun lalu.</p><p>Meskipun dikenai serangkaian sanksi PBB sejak uji coba perangkat nuklir pertama pada 2006, Pyongyang menegaskan akan tetap melanjutkan programnya.</p><p>Korea Utara berusaha melakukan uji misil lainnya yang gagal pada Rabu, menurut Amerika Serikat dan Korea Selatan, atau berjarak dua pekan setelah Pyongyang meluncurkan empat roket yang disebut sebagai bor untuk menyerang pangkalan Amerika di Jepang.</p><p>Pada hari Minggu, Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un secara pribadi mengawasi dan memuji pengujian "sukses" itu yang disebut Pyongyang sebagai mesin roket baru, yang dapat dengan mudah dialihfungsikan untuk rudal.</p><p>Pernyataan DK PBB itu mengatakan para anggota "menekankan pentingnya Republik Rakyat Demokratik Korea Utara guna menunjukkan komitmen yang tulus untuk mendenuklirisasi dan menekankan pentingnya upaya mengurangi ketegangan di Semenanjung Korea dan sekitarnya." (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Ekonomi | 21 Juni 2018 - 17:34 WIB

Darmin: Rupiah terdampak penyesuaian bunga The Fed

Aktual Luar Negeri | 21 Juni 2018 - 17:22 WIB

Dewan Keamanan Eropa desak Rusia bebaskan sutradara asal Ukraina

Megapolitan | 21 Juni 2018 - 17:07 WIB

Volume sampah di Jakarta menurun selama Lebaran

Hukum | 21 Juni 2018 - 16:57 WIB

Presiden: Tidak ada intervensi SP3 Rizieq

Hukum | 21 Juni 2018 - 16:44 WIB

Anggota DPR dilaporkan atas tuduhan pengeroyokan

Aktual Dalam Negeri | 21 Juni 2018 - 16:35 WIB

Pemudik minta jalur khusus balita di Bakauheni

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

Sabtu, 16 Juni 2018 - 11:27 WIB

Polisi tembak pembunuh nenek di Tapanuli Selatan

Selasa, 12 Juni 2018 - 12:26 WIB

Hari raya Idul Fitri, listrik aman dari pemadaman

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com