Selasa, 17 Juli 2018 | 13:06 WIB

Daftar | Login

Macro Ad

Luar Negeri / Eropa

PM Swedia: Kekuatan asing ancam Pemilu 2018

Kamis, 01 Januari 1970 - 07:00 WIB    |    Penulis : Muhammad Iqbal Fauzan    |    Editor : Dewi Rusiana
Perdana Menteri (PM) Swedia Stefan Lofven
Perdana Menteri (PM) Swedia Stefan Lofven

Perdana Menteri (PM) Swedia Stefan Lofven mengatakan "kekuatan-kekuatan asing" kemungkinan sedang berupaya mencampuri proses pemilihan umum (Pemilu) 2018 di negerinya.

"Sekarang semakin terlihat bahwa kekuatan-kekuatan asing sedang berusaha mempengaruhi pemilihan di seluruh dunia," ujarnya.

Oleh karena itu, ia mengemukakan bahwa pertahanan keamanan dunia maya Swedia akan diperkuat.

"Swedia tidak kebal," ujarnya kepada para wartawan. 

Ia menimpali, "Kami mencatat ada operasi-operasi yang dilancarkan untuk mempengaruhi Pemilu Swedia, dan kami memperkirakan bahwa operasi semacam itu mengincar pemilihan tahun depan."

Lofven mengatakan Badan Darurat Sipil Swedia akan mendapatkan tambahan alokasi dana senilai 10 juta kroner (sekitar Rp14,8 miliar) bagi langkah baru untuk menjaga keamanan dunia maya. 

Angkatan bersenjata dan badan kontraintelijen Swedia, Sapo, juga telah diperintahkan untuk memperkuat tugas yang berhubungan dengan pemilu pada September 2018. 

Sapo mengatakan pihaknya telah melakukan penyelidikan terhadap serangan-serangan yang mengincar berbagai target, seperti perusahaan energi, telekomunikasi, sektor keuangan dan pemerintah pada 2016. 

Badan intelijen itu mengemukakan meyakini bahwa serangan-serangan itu dilakukan oleh seorang pelaku yang didukung suatu pemerintahan, tapi Sapo tidak mau menyebutkan negara yang dimaksud.

Namun, pihak Swedia mengarahkan identifikasinya ke Rusia sebagai ancaman terbesar secara umum terhadap keamanan. 

Di Amerika Serikat (AS), pihak berwenang sedang melakukan investigasi terhadap dugaan bahwa Rusia berupaya membantu Donald Trump memenangi pemilihan presiden pada 2016. 

Sementara itu, Jerman juga telah meningkatkan tingkat kewaspadaan terhadap serangan dunia maya menjelang pemilihan di negara itu pada September 2017, demikian laporan Reuters. (Ant)

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Politik | 17 Juli 2018 - 12:58 WIB

PWNU Jambi dukung Said Aqil jadi cawapres Jokowi

Politik | 17 Juli 2018 - 12:36 WIB

Gerindra-PKS-PAN susun rancangan kabinet sejak dini

Aktual Dalam Negeri | 17 Juli 2018 - 12:12 WIB

Menhub: Kendaraan bermuatan lebih akibatkan ekonomi biaya tinggi

Pemilihan Presiden 2019 | 17 Juli 2018 - 12:01 WIB

Gerindra: Prabowo peroleh `tiket` capres

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com