Kamis, 21 Juni 2018 | 11:22 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

Kemristekdikti gandeng ARISA gelar workshop ‘Monitoring and Evaluation Learning’

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Foto sumber RRI
Foto sumber RRI
<p>Dalam rangka memperkuat jaringan antara lembaga penelitian dan industri di Indonesia, Kemristekdikti dan Australia bekerja sama dalam program ARISA (Applied Research and Innovation Systems in Agriculture) belum lama ini menggelar Workshop Kemitraan RISTEKDIKTI-ARISA. </p><p>Kegiatan yang diselenggarakan di Hotel Millennium ini merupakan tindak lanjut dari roadmap kemitraan Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kemristekdikti dan CSIRO dalam Program ARISA.</p><p>Tidak hanya dihadiri oleh peserta dari lingkungan Kemenristekdikti, workshop yang difasilitasi oleh Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi dan Tim ARISA dihadiri pula oleh perwakilan dari Universitas dan lembaga kebijakan inovasi.</p><p>"Tujuan diadakannya workshop ini adalah sebagai capacity building Monitoring dan Evaluation Learning dan sharing knowledge untuk pengembangan tools Monitoring dan Evaluation Learning (MEL) sebagai piloting program di unit intermediasi universitas," terang Dirjen Penguatan Inovasi Kemristekdikti, Jumain Appe.</p><p>Workshop ini diawali dengan pembukaan Dirjen Penguatan Inovasi dan Group Leader on Agriculture and Innovation, Prof Andy Hall. </p><p>Dirjen Penguatan Inovasi, Jumain Appe mengatakan, dengan melihat pernyataan ARISA yang mengukur dampak terdapat sekitar 30 persen peningkatan pendapatan petani kecil di Jawa Timur, NTT dan NTB pada akhir 2018. </p><p>"Pernyataan ini tidak hanya diungkapkan tetapi juga ada beberapa perhitungan tentang bagaimana untuk menentukan jumlah dampak, diperlukan pula keberlanjutan terhadap program yang telah selesai dilaksanakan," ungkap Jumain..</p><p>Pada dua hari berikutnya, yakni 4 dan 5 April 2017, dilaksanakan pertemuan mengenai pemahaman tentang pengembangan MEL. Dalam perkembangan diskusi penguatan manajemen unit intermediasi dengan studi kasus Universitas Jember, dijabarkan bahwa penguatan fungsi manajemen intermediasi dapat dilakukan melalui pengembangan roadmap yang menekankan pada prioritas kerja sama dengan sektor swasta untuk kepentingan nasional dan masyarakat, proaktif dalam melakukan dialog dengan universitas, perusahaan memanfaatkan teknologi dari universitas, dan peneliti mengembangkan kreativitasnya.</p><p>Tim ARISA (Applied Research and Innovation System in Agriculture) terdiri dari Prof Andy Hall, Dr Andrew Ash, Archie Slamet, Lauren Xie dan Jennifer Kelly.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pilkada Serentak 2018 | 21 Juni 2018 - 11:15 WIB

Kapolres Langkat nobar debat publik paslon Gubsu di Pospam

Pilkada Serentak 2018 | 21 Juni 2018 - 10:57 WIB

Spanduk kontroversi tamasya Almaidah muncul jelang Pilgubsu 2018

Kecelakaan | 21 Juni 2018 - 10:44 WIB

Panglima TNI-Kapolri kunjungi korban KM Sinar Bangun

Ekonomi | 21 Juni 2018 - 10:29 WIB

Rupiah Kamis pagi tercatat Rp14.010

Aktual Dalam Negeri | 21 Juni 2018 - 10:15 WIB

Enam pesan Permampu jelang Pilkada 2018

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

Sabtu, 16 Juni 2018 - 11:27 WIB

Polisi tembak pembunuh nenek di Tapanuli Selatan

Selasa, 12 Juni 2018 - 12:26 WIB

Hari raya Idul Fitri, listrik aman dari pemadaman

Minggu, 10 Juni 2018 - 07:52 WIB

Dishub imbau pemudik waspadai jalur rawan macet

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com