Sabtu, 22 Juli 2017

Kemristekdikti gandeng ARISA gelar workshop ‘Monitoring and Evaluation Learning’

Senin, 10 April 2017 21:37

Foto sumber RRI Foto sumber RRI
Ayo berbagi!

Dalam rangka memperkuat jaringan antara lembaga penelitian dan industri di Indonesia, Kemristekdikti dan Australia bekerja sama dalam program ARISA (Applied Research and Innovation Systems in Agriculture) belum lama ini menggelar Workshop Kemitraan RISTEKDIKTI-ARISA.

Kegiatan yang diselenggarakan di Hotel Millennium ini merupakan tindak lanjut dari roadmap kemitraan Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kemristekdikti dan CSIRO dalam Program ARISA.

Tidak hanya dihadiri oleh peserta dari lingkungan Kemenristekdikti, workshop yang difasilitasi oleh Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi dan Tim ARISA dihadiri pula oleh perwakilan dari Universitas dan lembaga kebijakan inovasi.

"Tujuan diadakannya workshop ini adalah sebagai capacity building Monitoring dan Evaluation Learning dan sharing knowledge untuk pengembangan tools Monitoring dan Evaluation Learning (MEL) sebagai piloting program di unit intermediasi universitas," terang Dirjen Penguatan Inovasi Kemristekdikti, Jumain Appe.

Workshop ini diawali dengan pembukaan Dirjen Penguatan Inovasi dan Group Leader on Agriculture and Innovation, Prof Andy Hall.

Dirjen Penguatan Inovasi, Jumain Appe mengatakan, dengan melihat pernyataan ARISA yang mengukur dampak terdapat sekitar 30 persen peningkatan pendapatan petani kecil di Jawa Timur, NTT dan NTB pada akhir 2018.

"Pernyataan ini tidak hanya diungkapkan tetapi juga ada beberapa perhitungan tentang bagaimana untuk menentukan jumlah dampak, diperlukan pula keberlanjutan terhadap program yang telah selesai dilaksanakan," ungkap Jumain..

Pada dua hari berikutnya, yakni 4 dan 5 April 2017, dilaksanakan pertemuan mengenai pemahaman tentang pengembangan MEL. Dalam perkembangan diskusi penguatan manajemen unit intermediasi dengan studi kasus Universitas Jember, dijabarkan bahwa penguatan fungsi manajemen intermediasi dapat dilakukan melalui pengembangan roadmap yang menekankan pada prioritas kerja sama dengan sektor swasta untuk kepentingan nasional dan masyarakat, proaktif dalam melakukan dialog dengan universitas, perusahaan memanfaatkan teknologi dari universitas, dan peneliti mengembangkan kreativitasnya.

Tim ARISA (Applied Research and Innovation System in Agriculture) terdiri dari Prof Andy Hall, Dr Andrew Ash, Archie Slamet, Lauren Xie dan Jennifer Kelly.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar