Selasa, 19 Juni 2018 | 12:10 WIB

Daftar | Login

Banner Lebaran Banner Lebaran
Top header banner

/

Prabowo Subianto ajak cendekiawan berani dan jujur

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
<p>Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengajak para cendekiawan untuk berani dan jujur melihat persoalan ekonomi yang tengah mendera bangsa Indonesia saat ini.</p><p>Hal itu disampailan Prabowo saat menjadi pembicara dalam dialog bertajuk "Kepemimpinan Bangsa Yang Bermartabat dan Berkeadilan" yang diselenggarakan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI), di Jakarta, Senin (17/4) malam.</p><p>"Saya mohon cendekiawan punya keberanian dan kejujuran hati, katakan yang benar adalah benar, dan yang salah adalah salah. Berani melihat fakta, jangan tunggu pihak asing mengajarkan kita," kata Prabowo.</p><p>Prabowo menjelaskan dirinya bukanlah ahli ekonomi, namun sebagai mantan prajurit militer dirinya dekat dan sudah lama mempelajari pertahanan negara. </p><p>Dalam studi pertahanan yang dilakoninya, dia menemukan dua kesimpulan besar, pertama bahwa faktor utama pertahanan negara terletak pada kekuatan ekonomi. Kedua, setiap peperangan selalu bermuara pada perebutan sumber daya alam.</p><p>"Amerika Serikat masuk ke Irak katanya untuk membawa demokrasi tapi kenapa dia tidak mikir masuk ke Zimbabwe yang tidak demokratis, itu karena Zimbabwe tidak ada minyak. Saya pelajari perang, saya dapat pencerahan bahwa pertahanan tidak bisa tanpa ekonomi dan ternyata benar," kata Prabowo. </p><p>Berbicara tentang perekonomian nasional sebagai landasan pertahanan bangsa, Prabowo menyampaikan bahwa filosofi ekonomi yang dianut bangsa Indonesia selama ini bertentangan dengan Pancasila. </p><p>Dia mempertanyakan sekaligus sedih, mengapa ahli ekonomi dan para guru besar tidak mau mengungkap hal tersebut.</p><p>"Tapi Alhamdulillah setelah sekian belas tahun akhirnya saya dipanggil tokoh-tokoh FE UI, dan mereka mengakui apa yang saya sampaikan benar. Bahwa ekonomi neoliberal sebuah sistem yang salah," ujar dia. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Juni 2018 - 12:08 WIB

Menhub kirim tim investigasi KM Sinar Bangun

Aktual Dalam Negeri | 19 Juni 2018 - 11:48 WIB

KAI perpanjang potongan harga tiket Kuala Stabas Premium

Musibah | 19 Juni 2018 - 11:36 WIB

Dua wisatawan tenggelam di objek wisata Sukabumi

Aktual Dalam Negeri | 19 Juni 2018 - 11:24 WIB

Kendaraan dari Gadog menuju Puncak terus meningkat

Aktual Dalam Negeri | 19 Juni 2018 - 11:12 WIB

Damri tambah bus antisipasi lonjakan penumpang arus balik Lebaran

Asia Pasific | 19 Juni 2018 - 10:51 WIB

Satu keluarga jemaah umrah jadi korban kecelakaan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com