Senin, 18 Juni 2018 | 14:39 WIB

Daftar | Login

Banner Lebaran Banner Lebaran
Top header banner

/

Disnakertrans belum terima rencana mogok karyawan Freeport

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
<p>Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Perumahan Rakyat Kabupaten Mimika, Provinsi Papua belum menerima laporan soal rencana aksi mogok kerja karyawan PT Freeport Indonesia terkait masalah efisiensi pekerja di lingkungan perusahaan itu.</p><p> Kepala Disnakertrans-PR Mimika Septinus Soumilena di Timika, Selasa, mempertanyakan apa yang menjadi dasar dibalik rencana aksi mogok kerja tersebut.</p><p> "Dasarnya apa? Harus disampaikan secara resmi. Mogok kerja terjadi jika terjadi kegagalan antara para pihak dalam perundingan. Kalau kondisi yang terjadi sekarang menjadi dasar dibalik aksi mogok maka itu bukan karena kesalahan manajemen semata," kata Septinus.</p><p> Ia mengatakan situasi dan kondisi di Freeport yang terjadi semenjak Februari dimana terdapat ribuan pekerja yang dirumahkan (forelock) bahkan karyawan perusahaan subkontraktor Freeport mengalami Pemutusan Hubungan Kerja/PHK karena terkait kebijakan negara yang memaksa semua perusahaan tambang asing termasuk Freeport wajib tunduk dan taat kepada aturan hukum Indonesia dalam hal ini UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara.</p><p>Hampir semua manajemen menyadari bahwa kondisi yang terjadi begitu cepat sekarang ini bukan karena disengaja atau karena perusahaan dalam kondisi kolaps atau karena buruh melakukan pelanggaran. Bukan itu penyebabnya. Ini terjadi karena kebijakan negara. Karena itu, mogok kerja bukan jalan keluar terbaik. Kalau ada masalah, mari berembuk bersama untuk mencari jalan keluar terbaik, imbau Septinus.</p><p> Menurut dia, merupakan sesuatu yang tidak mungkin jika pekerja menuntut perusahaan agar memberikan hak-hak seperti ketika perusahaan tersebut dalam kondisi normal.</p><p>Menuntut sesuatu itu harus wajar dan patut, tidak serta-merta mempersalahkan perusahaan, ujar Septinus.</p><p> Sesuai laporan yang diterima Disnakertrans-PR Mimika, total karyawan PT Freeport dan perusahaan-perusahaan subkontraktornya yang telah dirumahkan (forelock) dan di-PHK oleh perusahaan tempat mereka bekerja sebanyak 4.647 orang.</p><p> Rinciannya yaitu karyawan permanen Freeport sebanyak 1.190 orang yang terdiri atas karyawan Papua sebanyak 59 orang dan karyawan non Papua sebanyak 1.096 orang serta tenaga kerja asing (expatriat) sebanyak 35 orang. Ribuan karyawan Freeport (karyawan Indonesia) itu dikenakan program dirumahkan (forelock), sedangkan bagi tenaga kerja asing langsung dinyatakan PHK.</p><p> Adapun bagi karyawan perusahaan-perusahaan subkontraktor Freeport dikenakan kebijakan PHK dengan total mencapai 2.457 orang terdiri atas karyawan Indonesia sebanyak 2.370 orang dan tenaga kerja asing sebanyak 87 orang.</p><p> Septinus mengatakan kebijakan yang ditempuh manajemen Freeport dalam hal efisiensi pekerja yaitu menawarkan program pengakhiran hubungan kerja secara sukarela bagi para pekerja yang akan memasuki masa persiapan pensiun.</p><p> Disnakertrans-PR Mimika menilai program tersebut cukup positif lantaran mengakomodasi hak-hak pekerja dengan mempertimbangkan masa kerja mereka serta situasi dan kondisi perusahaan.</p><p> Saya sudah menghitung nilai manfaat yang diterima oleh pekerja yang mengikuti program itu jauh lebih besar dibanding jika mereka terima hak-haknya saat pensiun dalam kondisi normal. Kami mengimbau agar manajemen pada level masing-masing dan buruh agar hendaknya bijaksana, bukan saling gontok-gontokan, ujar Septinus. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 18 Juni 2018 - 14:25 WIB

Sebabkan kemacetan, jalan tembus jalur Puncak ditutup

Musibah | 18 Juni 2018 - 14:14 WIB

Pelajar asal Bondowoso tenggelam di Pantai Payangan

Aktual Dalam Negeri | 18 Juni 2018 - 13:59 WIB

Mendagri: Pelantikan Iriawan tidak langgar Undang-Undang

Lingkungan | 18 Juni 2018 - 13:35 WIB

Sampah wisatawan kotori jalur wisata Anyer-Tanjung Lesung

Musibah | 18 Juni 2018 - 13:23 WIB

Bocah perempuan tewas terseret arus di lokasi wisata

Event | 18 Juni 2018 - 13:12 WIB

Panama: Kami bukan favorit tapi apa pun bisa terjadi

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com