Senin, 10 Desember 2018 | 08:10 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

CISS: Pilkada DKI Jakarta diharapkan berlangsung aman

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Foto: Istimewa.
Foto: Istimewa.
<p>Direktur Eksekutif Center of Intelligence and Strategic Studies (CISS), Ngasiman Djoyonegoro, menyerukan agar Pilkada DKI Jakarta putaran kedua yang digelar Rabu (19/4) besok berjalan damai tanpa halangan suatu apapun. Sosok yang akrab disapa Simon ini juga mendukung pertemuan Presiden, Wakil Presiden, Menkopolhukam, Kapolri, Panglima TNI, Kepala BIN beberapa waktu lalu. Pertemuan tersebut membahas isu-isu menjelang Pilkada DKI Jakarta.</p><p><br></p><p>“Kami berharap Pilkada DKI Jakarta putaran kedua yang digelar besok berjalan damai dan lancar. Pertemuan Presiden, Wakil Presiden, Menkopolhukam, Kapolri, Panglima TNI, Kepala BIN beberapa waktu lalu tentu untuk mengantisipasi adanya hal-hal yang tidak diinginkan di pilkada besok,” kata Simon yang juga penulis buku TNI &amp; Ancaman Baru Dunia Pertahanan itu.</p><p><br></p><p>Simon mengatakan bahwa warga DKI Jakarta tidak perlu panik dengan adanya isu bahwa dalam pelaksanaan pilkada nanti ada pihak-pihak yang melakukan mobilisasi massa dan intimidasi. Sebab, menurut kandidat doktor dari Universitas Brawijaya ini, pilkada putaran kedua dipastikan aman. Apalagi nanti di setiap TPS akan dikawal minimal satu TNI dan satu polisi.</p><p><br></p><p>“Warga DKI Jakarta tidak perlu panik dengan adanya isu bahwa dalam pelaksanaan pilkada nanti ada pihak-pihak yang melakukan mobilisasi massa dan intimidasi. Pilkada putaran kedua dipastikan aman. Apalagi nanti di setiap TPS akan dikawal minimal satu TNI dan satu polisi,” tambah Simon dalam rilisnya yang diterima <i>redaksi elshinta.com, </i>Selasa (18/4).</p><p><br></p><p>Simon mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara demokrasi yang sudah dewasa. Artinya, segala perbedaan pendapat dan pilihan menjadi hal biasa dan lazim. Selain negara demokrasi yang sudah dewasa, tambah Simon, Indonesia juga negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Tentu Islam Indonesia harus menjadi contoh negera-negara lainnya bahwa umat Islam bisa menerima pemimpin dengan latar belakangan apapun—agama, suku, golongan, dll—yang telah dijamin konstitusi melalui proses demokrasi yang sah.</p><p><br></p><p>“Indonesia merupakan negara demokrasi yang sudah dewasa. Segala perbedaan pendapat dan pilihan menjadi hal biasa. Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Islam Indonesia harus menjadi contoh negera-negara lainnya bahwa umat Islam bisa menerima pemimpin dengan latar belakangan apapun yang telah dijamin konstitusi melalui proses demokrasi yang sah,” terang Simon.</p><p><br></p><p>Karena itu, mantan aktivis pergerakan PMII ini juga mengimbau kepada semua stakholders, partai politik, tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat dan lembaga-lembaga masyarakat, pendukung pasangan calon dan masyarakat secara luas agar bersama-sama menjaga kedamaian dan kesejukan dalam pesta demokrasi di DKI Jakarta.</p><p><br></p><p>“Kita mengajak semua stakholders, partai politik, tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat dan lembaga-lembaga masyarakat, pendukung pasangan calon dan masyarakat secara luas agar bersama-sama menjaga kedamaian dan kesejukan dalam pesta demokrasi di DKI Jakarta besok,” tutup Direktur Eksekutif CISS itu.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pemilihan Presiden 2019 | 10 Desember 2018 - 08:05 WIB

Sandiaga: Data pertanian harus dibenahi

Megapolitan | 10 Desember 2018 - 07:53 WIB

Jakarta berpotensi hujan lebat disertai petir

Aktual Dalam Negeri | 10 Desember 2018 - 07:42 WIB

Zawawi Imron: Memajukan Indonesia butuh hati yang indah

Bencana Alam | 10 Desember 2018 - 07:19 WIB

Waspadai! Pakar: Geopark Ciletuh rawan gempa dan tsunami

<p>Direktur Eksekutif Center of Intelligence and Strategic Studies (CISS), Ngasiman Djoyonegoro, menyerukan agar Pilkada DKI Jakarta putaran kedua yang digelar Rabu (19/4) besok berjalan damai tanpa halangan suatu apapun. Sosok yang akrab disapa Simon ini juga mendukung pertemuan Presiden, Wakil Presiden, Menkopolhukam, Kapolri, Panglima TNI, Kepala BIN beberapa waktu lalu. Pertemuan tersebut membahas isu-isu menjelang Pilkada DKI Jakarta.</p><p><br></p><p>“Kami berharap Pilkada DKI Jakarta putaran kedua yang digelar besok berjalan damai dan lancar. Pertemuan Presiden, Wakil Presiden, Menkopolhukam, Kapolri, Panglima TNI, Kepala BIN beberapa waktu lalu tentu untuk mengantisipasi adanya hal-hal yang tidak diinginkan di pilkada besok,” kata Simon yang juga penulis buku TNI &amp; Ancaman Baru Dunia Pertahanan itu.</p><p><br></p><p>Simon mengatakan bahwa warga DKI Jakarta tidak perlu panik dengan adanya isu bahwa dalam pelaksanaan pilkada nanti ada pihak-pihak yang melakukan mobilisasi massa dan intimidasi. Sebab, menurut kandidat doktor dari Universitas Brawijaya ini, pilkada putaran kedua dipastikan aman. Apalagi nanti di setiap TPS akan dikawal minimal satu TNI dan satu polisi.</p><p><br></p><p>“Warga DKI Jakarta tidak perlu panik dengan adanya isu bahwa dalam pelaksanaan pilkada nanti ada pihak-pihak yang melakukan mobilisasi massa dan intimidasi. Pilkada putaran kedua dipastikan aman. Apalagi nanti di setiap TPS akan dikawal minimal satu TNI dan satu polisi,” tambah Simon dalam rilisnya yang diterima <i>redaksi elshinta.com, </i>Selasa (18/4).</p><p><br></p><p>Simon mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara demokrasi yang sudah dewasa. Artinya, segala perbedaan pendapat dan pilihan menjadi hal biasa dan lazim. Selain negara demokrasi yang sudah dewasa, tambah Simon, Indonesia juga negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Tentu Islam Indonesia harus menjadi contoh negera-negara lainnya bahwa umat Islam bisa menerima pemimpin dengan latar belakangan apapun—agama, suku, golongan, dll—yang telah dijamin konstitusi melalui proses demokrasi yang sah.</p><p><br></p><p>“Indonesia merupakan negara demokrasi yang sudah dewasa. Segala perbedaan pendapat dan pilihan menjadi hal biasa. Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Islam Indonesia harus menjadi contoh negera-negara lainnya bahwa umat Islam bisa menerima pemimpin dengan latar belakangan apapun yang telah dijamin konstitusi melalui proses demokrasi yang sah,” terang Simon.</p><p><br></p><p>Karena itu, mantan aktivis pergerakan PMII ini juga mengimbau kepada semua stakholders, partai politik, tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat dan lembaga-lembaga masyarakat, pendukung pasangan calon dan masyarakat secara luas agar bersama-sama menjaga kedamaian dan kesejukan dalam pesta demokrasi di DKI Jakarta.</p><p><br></p><p>“Kita mengajak semua stakholders, partai politik, tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat dan lembaga-lembaga masyarakat, pendukung pasangan calon dan masyarakat secara luas agar bersama-sama menjaga kedamaian dan kesejukan dalam pesta demokrasi di DKI Jakarta besok,” tutup Direktur Eksekutif CISS itu.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

Jumat, 07 Desember 2018 - 09:47 WIB

IHSG diprediksi masih bergerak melemah

Kamis, 06 Desember 2018 - 09:52 WIB

BTS peringkat 8 artis top Billboard

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com