Jumat, 23 Juni 2017

Polisi Aceh Barat tangkap dua PNS gunakan sabu-sabu

Selasa, 18 April 2017 16:44

Foto: Ilustrasi elshinta.com Foto: Ilustrasi elshinta.com
Ayo berbagi!

Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Aceh Barat, Polda Aceh, menangkap dua oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) bersama seorang tenaga harian lepas kedapatan menggunakan narkotika jenis sabu-sabu.

Kapolres Aceh Barat AKBP Teguh Priyambodo Nugroho, SIK, di Meulaboh dalam konferensi pers, Selasa (18/4) mengatakan, ketiganya ditangkap pada waktu beramaan saat asik menggunakan barang haram tersebut pada rumah salah seorang tersangka.

"Berawal dari informasi masyarakat, kemudian anggota Polres Aceh Barat koordinasi dan langsung turun melakukan pengrebekan salah satu rumah dilaporkan itu, kemudian menemukan adanya kegiatan pesta sabu-sabu sedang berlangsung,"katanya.

Dua tersangka merupakan aparatur sipil negara (ASN) yakni berinisial RS (60) pegawai Kantor Perizinan Satu Atap Kabupaten Nagan Raya, kemudian MS (60) pejabat Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Dispora Kabupaten Aceh Barat.

Kemudian satu orang lagi inisial MN (41) merupakan tenaga harian lepas Pemkab Aceh Barat, ketiganya ditangkap pada Jum'at (14/4) pukul 08.30 WIB di rumah tersangka MN di Jalan Letnan Mubin Gampong/Desa Gampa, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat.

Di Tempat Kejadian Perkara (TKP) Polisi menemukan sisa narkotika jenis sabu dan alat hisap digunakan tersangka, selanjutnya barang bukti beserta ketiga orang ini diamankan ke Mapolres Aceh Barat untuk proses lebih lanjut.

"Kita masih melakukan pengembangan, darimana asal narkotika ini diperoleh, sejauh ini mereka ditahan masih sebagai tersangka pengkonsumsi. Nanti akan ada perkembangan lebih lanjut penyidikan,"tegasnya.

Ketiga tersangka diancam dengan pasal 112 ayat (1) Yo pasal 132 ayat (1) Yo pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika Yo pasal 55 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Mereka disangkakan memiliki narkotika golongan 1, pemufakatan jahat dan menggunakan narkotika secara bersama-sama dengan ancaman pidana kurungan penjara paling lama 12 tahun dan denda paling banyak Rp8 miliar. (Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar