Jumat, 23 Juni 2017

Habiskan 36 Tahun, Seorang Pria Tiongkok Bikin Saluran Air Sepanjang 10 km di Atas Tebing

Selasa, 18 April 2017 22:00

Ayo berbagi!

Seorang pria dari Desa Tuanjie, Distrik Bozhou Kota Zhunyi, bagian Barat Tiongkok berhasil membuat sebuah saluran air sepanjang 10 km di atas tebing curam setinggi 300 meter dalam waktu 36 tahun.

Sebelum tahun 1995, daerah tersebut hanya dapat ditanami jagung, sehingga kemiskinan menjadi masalah yang dihadapi setiap warga Desa Tuanjie. Selain minimnya tanah garapan dan keadaan geografis yang buruk, sulitnya air adalah penyebab utama desa tersebut dihantui kemiskinan selama bertahun-tahun. Warga desa bertengkar untuk mendapatkan air minum sudah menjadi pemandangan lumrah.

Secercah cahaya harapan mulai muncul pada tahun 1959. Pada tahun itu, seorang pemuda bernama Huang Dafa bergabung menjadi anggota Partai Komunis Tiongkok dan dipilih sebagai Kepala Desa. Membuat saluran air merupakan ide pertama setelah pemuda itu memangku jabatannya.

Sebenarnya sumber air berada tak jauh dari Desa Tuanjie, namun jika ingin menyalurkan air ke desa, maka diperlukan sebuah saluran air yang dapat melewati 3 bukit dan 3 tebing curam setinggi 300 meter. Selama ratusan tahun, para warga desa hanya dapat mengeluh di hadapan tebing curam itu dan bertahan hidup dengan mengandalkan cuaca.

Huang Dafa merupakan kepala desa pertama yang membulatkan tekad untuk membuat saluran air. Pengukuran hanya memanfaatkan beberapa batang bambu, dan dilakukan dengan mata telanjang. Dinding saluran air tidak ditempel dengan semen,tapi menggunakan lumpur kuning yang terdapat di atas tebing. Karena tidak mengerti persoalan teknis, begitu air bah datang, saluran air yang baru dibuat pun sontak hancur berkeping-keping. Setelah jerih payah selama belasan tahun, air tetap tidak dapat disalurkan ke Desa Tuanjie.

Upaya Huang Dafa untuk membuat saluran air tidak lagi mendapatkan dukungan warga, namun ia tetap menyimpan impiannya itu di dalam lubuk hatinya,. Pada umur 53 tahun, Huang Dafa dimutasi ke sebuah PLTA. Di sana, ia menggunakan waktu 3 tahun untuk belajar dan mengumpulkan pengetahuan tentang pembuatan saluran air.

Pada umur 56 tahun, Huang Dafa kembali di Desa Tuanjie, dan kembali memimpin warga desa membuat selokan.

Demi mengumpulkan dana, ia berupaya meyakinkan para warga desa dari pintu ke pintu, meski sejumlah orang meragukannya, tapi para warga desa yang ingin terlepas dari kemiskinan, sehingga mereka pada akhirnya ikut memberi sumbangan untuk pembangunan proyek tersebut. Pemerintah setempat juga memberikan dukungan besar dalam pendanaan dan teknologi.

Melalui upaya gigih seluruh warga desa selama 3 tahun, saluran air akhirnya berhasil dibuat, sehingga air pun dapat disalurkan ke desa.

Dengan adanya air, Desa Tuanjie mengalami perubahan. Tanah tandus menjadi lahan persawahan, para warga desa tak lagi khawatir kekurangan beras. Banyak warga menjadi kaya dengan bercocok tanam atau pembudidayaan. Anak-anak dapat belajar dengan tenang, desa yang hanya terdiri dari seratus lebih kepala keluarga (KK) itu kini telah melahirkan 30 lebih mahasiswa.

Kini kehidupan warga desa semakin membaik, saluran air yang mengubah nasib mereka itu kemudian dinamakan sebagai Selokan Dafa.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar