Jumat, 23 Juni 2017

Bupati: Lahan marina Labuan Bajo disiapkan ASDP

Rabu, 19 April 2017 09:40

Ilustrasi. Foto: Ist Ilustrasi. Foto: Ist
Ayo berbagi!

Bupati Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Agustinus Ch Dula mengatakan lahan untuk pembangunan pelabuhan marina di Labuan Bajo telah disiapkan pemerintah pusat melalui PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).

"Lahan itu sudah dimiliki ASDP sendiri dan mereka akan kembangkan dermaga feri menjadi pelabuhan marina untuk persinggahan kapal pesiar," katanya saat dihubungi Antara dari Kupang, Rabu (19/4).

Ia mengatakan hal itu terkait rencana pembangunan pelabuhan marina di Labuan Bajo oleh pemerintah pusat sebagai tempat persinggahan kapal pesiar internasional di daerah yang menjadi satu dari 10 destinasi prioritas nasional itu.

Bupati Agustinus mengaku, pemerintah daerah dengan senang hati menyambut agenda pembangunan tersebut dalam rangka meningkatkan arus kunjungan wisatawan ke Indonesia secara khusus ke Nusa Tenggara Timur.

Menurutnya, jumlah kunjungan wisatawan yang meningkat akan berdampak meningkatkan perekonomian di Labuan Bajo yang terkenal dengan ikon wisata Pulau Komodo itu.

Ia mengatakan, ASDP telah memiliki lahan seluas 3,5 hektare yang dipersiapkan untuk pembangunan lahan tersebut.

"Jadi nanti dermaga feri juga tetap berfungsi kemudian dikembangkan juga pelayanan kapal pesiar kapal pesiar internasional," katanya.

Menurutnya, jika nanti ASDP ataupun pengembang swasta yang ingin membangun hotel atau restoran maka akan menggunakan lahan milik pemerintah daerah di luar dari yang dimiliki ASDP saaat ini seluas 3,5 hektare itu.

Dia mengatakan, pemerintah daerah setempat telah menyiapkan lahan di sekitar lokasi di sekitar pelabuhan feri setempat.

Untuk lahan yang masih dipakai masyarakat, katanya, tahap demi tahap terus diproses sesuai aturan sehingga nanti diserahkan kepada pihak ASDP atau swasta yang berinvestasi namun tetap mendapat gantinya.

Adapun untuk pembangunan pelabuhan marina tersebut, pemerintah pusat telah menyiapkan alokasi anggaran sekitar Rp300 miliar.

Jumlah anggaran itu juga dikemukakan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi kepada wartawan di selah ketika menghadiri pertemuan pemantapan kerja sama Pemerintah Provinsi NTT dengan operator kapal pesiar internasional asal Amerika Serikat, Carnical, di Benoa Bali beberapa waktu lalu.

Bupati Agustinus berharap, rencana pembangunan marina segera terwujud untuk meningkatkan arus kunjungan wisatawan terutama asing ke Labuan Bajo yang datang dengan kapal pesiar.

Menurutnya, selama ini kapal pesiar internasional yang datang ke Indonesia hanya bisa berlabuh di daerah lain salah satunya di Benoa Bali karena didukung dengan kesiapan pelabuhannya.

Namun katanya, apabila pembangunan marina bisa selesai sesuai yang ditargetkan pemerintah pada 2019 mendatang maka kapal pesiar berkapasitas muatan yang banyak bisa masuk Nusa Tenggara Timur dan Labuan Bajo menjadi pintu masuknya.

"Apalagi marina kapal pesiar internasional itu katanya bisa memuat ribuan wisatawan sehingga tentu akan berdampak bagi perekonomian masyarakat di Labuan Bajo maupun kabupaten lainnya di NTT," katanya.

Dinas Pariwisata NTT mencatat, jumlah kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo pada 2016 sebanyak 83.712 orang yang masih didominasi wisatawan lokal sebanyak 54.335 orang dan mancanegara 29.377 orang.(Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-ank

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar