Kamis, 27 April 2017

Pemerintah Australia Hapuskan Visa Kerja 457

Rabu, 19 April 2017 12:40

Ayo berbagi!

Pemerintah Australia menghapuskan 457 visa dan menggantinya dengan jenis visa lain, demikian diumumkan Perdana Menteri Malcolm Turnbull.

Pemegang visa 457 saat ini tidak akan terkena dampaknya. Visa jenis baru akan diperkenalkan, yakni dua jenis visa sementara, yakni visa untuk dua tahun dan visa untuk satu hingga empat tahun yang "ditujukan bagi keahlian lebih tinggi".

PM Turnbull mengatakan sistem yang baru akan secara "nyata, ketat, tegas dilakukan demi kepentingan nasional".

"Program migrasi harus hanya beroperasi sesuai kepentingan nasional. Ini semua demi kepentingan Australia," ujar PM Turnbull.

Menteri Imigrasi Australia, Peter Dutton mengatakan pemerintah Australia juga akan mengurangi jumlah pekerjaan yang akan tersedia bagi visa sementara dua tahun, dari 650 jenis pekerjaan yang ada saat ini.

Dutton mengatakan akan ada pengecualian bagi mereka yang memegang visa 457 saat ini, tetapi perubahan akan menghentikan skema sekarang yang akhirnya terbuka. Dalam hal ini pemegang visa 457 bisa mendaftar ke jenis visa lainnya.

Skip Facebook

FireFox NVDA users - To access the following content, press 'M' to enter the iFrame.

Skip Facebook Post

FireFox NVDA users - To access the following content, press 'M' to enter the iFrame.

FACEBOOK: Video Facebook

"Pemegang visa 457 saat ini diadakan untuk periode empat tahun, tetapi intinya memiliki akhir yang terbuka, sebagai hasilnya terlihat dalam migrasi di banyak kasus," ujarnya.

"Apa yang kita usulkan, dibawah visa keterampilan untuk jangka pendek akan ada visa dua tahun, dengan pilihan dua tahun, tapi tidak akan ada visa jenis menetap permanen setelahnya."

Pengumuman tersebut menyusul tindakan keras terhadap visa 457 bulan lalu, ketika Menteri Imigrasi Peter Dutton mengatakan pemerintah akan menghapus visa kerja 457 bagi pekerja di restoran cepat saji.

Tahun lalu, Pemerintah juga mengindikasikan akan meninjau kategori visa dan daftar pekerjaan migran terampil yang berada di bawah kategori visa tersebut.

Visa 457 dirancang untuk mengisi lowongan pekerjaan yang sulit diisi oleh warga Australia dan memungkinkan pemegang visa ini untuk membawa keluarga mereka ke Australia.

Angka terbaru dari Departemen Imigrasi menyatakan telah terjadi penurunan pemegang visa 457 di Australia, menjadi 95.758 pada bulan September 2016.

Mayoritas pemegang visa 457 berasal dari India, dengan jumlah seperempatnya, diikuti Inggris dan China, masing-masing 19,5 persen dan 5,8 persen.

Pemimpin Oposisi Bill Shorten, yang partainya menyerukan pembatasan ketat dalam penggunaan migran terampil, mengatakan di akun Twitternya, bahwa "satu-satunya pekerjaan yang dipedulikan oleh Malcolm Turnbull adalah pekerjaannya sendiri"

Salah satu kelengkapan dokumen visa 457 visa.
Salah satu kelengkapan dokumen visa 457 visa.

ABC Riverland: Catherine Heuzenroeder

PM Turnbulll mengatakan tidak mengatakan apakah kebijakannya terpengaruh oleh partai One Nation atau kesuksesan partai populis, tetapi mengatakan sebagai "keputusan pemerintah."

"Ini telah melewati sistem yang penuh kehati-hatian dalam pengembangan kebijakan dan kita mengumumkan kesimpulannya sekarang."

Pemimpin partai One Nation, Pauline Hanson, dalam Twitternya mengklaim memiliki peran dalam perubahan ini.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump hari ini (Selasa, 18/04) akan menandatangani keputusan presiden soal pekerja asing.

Keputusan yang diberi nama 'Buy American, Hire American' akan mengubah visa untuk pekerja dengan keterampilan tinggi. Gedung Putih menyatakan bahwa program saat ini telah memotong jumlah pekerja warga Amerika Serikat dengan pekerja yang lebih murah.

Dalam sebuah pengumuman yang diunggah di akun Facebooknya, PM Turnbull mengatakan visa empat tahun bagi migran terampil akan digantikan dengan visa sementara baru dengan persyaratan tambahan, termasuk pengalaman kerja dan keterampilan bahasa Inggris yang lebih baik.

Visa baru akan "dirancang khusus untuk merekrut yang terbaik dan paling cerdas untuk kepentingan nasional," katanya.

Diterbitkan oleh Erwin Renaldi pada 18/04/2017 pukul 14:55 AEST dari laporan berbahasa Inggris, bisa dibaca di sini.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar