Jumat, 18 Agustus 2017

OPCW: 'Tak terbantahkan,' serangan di Suriah gunakan gas sarin

Kamis, 20 April 2017 11:00

BBC Indonesia BBC Indonesia
Ayo berbagi!

Hasil uji yang 'tak terbantahkan' menunjukkan gas sarin atau bahan serupa digunakan dalam serangan di Suriah awal bulan ini, kata Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW).

Ketua OPCW, Ahmet Uzumcu, menyatakan sampel-sampel dari tiga korban yang meninggal dunia dalam serangan di Khan Sheikhoun dianalisa di dua laboratorium yang ditunjuk organisasi tersebut.

Sampel-sampel dari tujuh orang yang dirawat di rumah sakit juga dianalisa di dua laboratorium lain.

"Hasil analisa dari empat laboratorium yang ditunjuk OPCW mengindikasikan paparan sarin atau bahan serupa sarin. Rincian lebih lanjut dari analisa laboratorium akan menyusul, tapi hasil yang telah diperoleh tak terbantahkan," kata Uzumcu.

Menurutnya, tim pencari fakta OPCW siap diturunkan ke Kota Khan Sheikhoun jika situasi keamanan memungkinkan. Saat ini tim tersebut akan meneruskan wawancara dengan sejumlah korban seraya mengumpulkan sampel.

Menurut kelompok pemantau HAM di Suriah, 20 anak-anak dan 52 orang dewasa meninggal dunia dalam serangan yang diduga melibatkan gas beracun di Khan Sheikhoun, Provinsi Idlib, pada 4 April lalu.

Rekaman gambar sesudah peristiwa itu menunjukkan warga sipil, banyak di antara mereka adalah anak-anak, mengalami sesak nafas dan mengeluarkan busa dari mulut.

Presiden Suriah Bashar al-Assad menepis tudingan bahwa pasukan militer negara itu melancarkan serangan dengan senjata kimia. Al-Assad mengatakan klaim seperti itu rekayasa belaka.

Suriah diwajibkan menyerahkan cadangan senjata kimia sesuai dengan kesepakatan yang disetujui AS dan Rusia pada 2013 menyusul serangan senjata kimia di Damaskus tahun itu.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar